Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan tuo dihormati
Nan ketek disayangi
Samo gadang baok bakawan
Ibu jo bapak diutamokan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kaki Lima PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Saturday, 15 November 2008

ImageSaya  ndak kuat menyaksikan  pembongkaran kios-kois kaki Lima , diobrak abrik, pedagangnya di pukuli dengan pentolan, rumah  tempat dia bernaung dan mencari nafkah di obrak abrik.

Biasanya TV saya matikan, karena bulu kuduk saya berdiri dan saya ikut merintih, mata saya berkaca-kaca.  Karena hampir semua mereka adalah dunsanak saya, orang kampung saya. Dan dulu saya juga pedagang kaki lima, saya bentangkan terpal untuk melindungi diri dari senggatan cahaya Matahai. Dibawah terpal itulah saya jejal dagangan sabun dan blau. Baik di jenjang gantung B Tinggi atau di Baso dan P Panjang ketika saya jadi pedagang Kaki Lima dari pecan ke Pekan.

Namun pada akhir ini orang minang merasa malu dan terkesampingkan, Banyak diantaranya jadi PKL  Dagangannya di jejal diatas trotoar jalan yang sebetulnya trotoar itu diperuntukkan bagi pejalan kaki habis diduduki pedagang kaki lima.

Bahkan banyak badan jalan yang diduki seperti dikampung saya Padang. PKL ini merajai jalan-jalan yang seyogianya jalan umum dan jalan mobil  Tempat-tempat dan jalan raya ini telah di penuhui ratusan PKL Menghambat jalan dan mengotori tempat yang sudah di tata apik. Sehingga PKL ini dianggap sebagai penganggu.

Sedih hati saya kerna petugas terpaksa membongkar dan mengusirnya. Kerna dia tak memberi kenyamanan dan menganggu ketertiban. Agaknya perlu di carikan jalan agar dunsanak kita PKL itu juga dihormati dan terhormat sebagai pedagang. Duduak sama randah, tagak samo tinggi.

Selalu saya berfikir  bagaimana membangkitkan saudara-saudara yang di kaki lima dan bagaimana  mengangkat derjat dan  harkatnya sebagai manusia
Terlebih lagi di era perdagangan bebas seperti sekarang ketika siapa saja boleh berniaga di negeri ini. Pelayanan buruk dan mutu buruk, produknya akan masuk keranjang sampah. Dan pada gilirannya akan menjadi kuburan bagi bangsa ini.

Lalu saya teringat akan PKL (Pedagang Kaki Lima  di Balik Papan, yang cukup baik dan punya harga diri dan punya tanah dan Rumah. Untuk itu ingin saya tuliskan kiat-kiat perantau Balik papan, semoga  bisa sedikit  jadi bahan perbandingan.

Dibalik papan nama perkumpulan orang Minag ini ASA  awak samo awak, asa awak iyo dari Minang kabau  Ranah minang. ASA nama dari  perkumpulan  rang minnag di Balik Papan tempat, perantau-perantau  bersatu menyatukan ide  menyatukan pendapat  menyatukan sumbangan, Organisasi sosial yg banyak membantu perantau yg sedang keslitan dan kesusahan.

Yang menarik adalah Welmon, ketua pemuda Minang, Balik papan, dia berkisah :
Kami membuat perkampungn Minang, hanya 8 km dari pusat kota  kami beli  2 ha tanah, dengan megumpulkan 60 orang pedagang2 kecil  perantau yang  belum punya rumah, Untuk modal pertama kami minta kredebilitas  perantau yang  telah behasil di rantau ini untuk memberikan jaminan  meminjam Bank  untuk beli tanah , utang ini dicicil oleh  pedagang kecil dengan membaya uang angsuran 200 000 rupiah perbulan.

Dan dengan jaminan tanah yang 2 Hektar ini  kami pinjam uang melalu KPR, sehinga dalam watu dekat  sudah bisa membuat  60 buah rumah tempatan, Ternyata pedagang kecil yang gigih dan kuat beruasaha ini bisa memenuhui janjinya membayar utang,  ini  merupakan kebangaan mereka. Terjadi ikatan yang kuat antara yang sudah mapan dengan saudara-saudaranya kaki lima.  Yang mapan ini hanya meminjamkan sertifikat tanahnya yang selama ini tersimpan di rumah sekarang di anggunkan jadi jaminan di simpan di Bank.

Bagi si miskin jaminan itu sangat berharga, sehinga terjalin hubungan yang akrab antara si kaya dan si miskin. Si Kayapun merasa ada  sanak-sanaknya yang akan dating berhamburuan bila dia di timpa kemalangan.
Ikatan yang kuat dan kokoh di rantau. Harga diri yang terbangkit, punya tanah dan rumah, Punya kekuatan, disana PKL tak di pandang enteng. Oh kiranya langkah dan kiat-kiat seperti ini juga di jalankan di rantau-rantau yang lain.

Ada sinergi antara yang tak mampu dengan saudaranya yang beruntung. Akan saling membantu dan akan saling menguntungkan.
Memang, perantau itu adalah orang pilahan dan telah terseleksi, semakin jauh dia merantau semakin kuatlah perjuangannya, kebanyakan mereka  buka Rumah Makan,  dulu  hanya 2 rumah makan minang disini  sekarang sudah pulahan  jelas pak Ramsis. 

Cita-cita Welmon, baik, idenya cemerlang dan ini sudah dilaksanakan.  kampuang kumpulan orang Minang ini akan dilewati jalan bypass kata Welmon menjelaskan,  sehinga orang minang semakin kompak dan semakin baik ekonominya, seperti yang  saya dilihat di pasar kebun sayur, tempat saya membeli permata. Yg paling ramai itu Toko Upik   dia paling pandai berjualan,  begitupn toko anaknya Romi satu2nya toko yg pakai AC,  sudah 4 buah tokonya di pasar inpress ini, dan ke pasar inilah tumpah ruah setiap pengunjung Balik papan.

Memang kata upik dan pedagang-pedagang disana, ini musm panen. Waktu PON  Bus-bus besar parkir dipasar ini membawa kontingen berbelanja, namun yg banyak di beli orang ketika ituy souvenir yg harganya murah2, Tapi ketika Dokter Ahi kebidanan yang  kesini, yang  dibeli mereka  kebanyakan batu permata yang  bernilai tinggi dan harganya mahal.

Upikpun tersenyum, uang mengalir kekoceknya,  mudah-mudahan tahun depan bertambah lagi tokonya   dan bertambah lagi orang minang ke Balik Papan.
Semakin jauh kita merantau semakin akrab persahabatan yang  tejalin.  dima tanah di pijak di sinan langik di junjuang.

 

P Baru  20 Oktober 2008

 

 

Trackback(0)
Comments (1)add comment

Ababil said:

Ambo sangaik salut dengan idea brilliant dari sanak kito di Balikpapan, yo dek basamo2 kito bisa tagak labiah kuaik jo labiah tinggi. Jan samapai dek harato jadi bapisah atau ba kasta2 karano manuruik ambo harato ko cuma alat dan dengan cerdasnyo lah difungsikan dengan baiak dek sanak2 dibaliak papan. Semoga Setiap ranah perantauan mempunyai pemimpin/Mamak yang berwawasan luas dan maju seperti beliau2 tadi bia nak maju juo Urang minang ko.....bia kita bisa tetap membina generasi minang yang lebih baiak dari tahun k tahun dengan niaknyo tingkat ekonomi masiang2
 
report abuse
vote down
vote up
November 17, 2008
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 17 November 2008 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 3 guests and 1 member online
Generated in 1.43005 Seconds