|
 Kalau kita lihat, tonton baca dan dengar tentang bangsa Yahudi dan negara Israel. Mengenai perkembangan perkembangan yang terjadi di negeri padang pasir itu, kadang kita sedih pilu, marah dan lain sebagainya. Tapi dibalik semua itu dapat kita mengambil hikmah dan mengambilnya yang baik baik dari seorang musuh. Atas srategi strateginya mencapai satu tujuannya. Berawal dari keterpurkan penindasan pada bangsanya, diwaktu zamannya Hitler, dari bangsa yang terbuang, bangsa yang tidak mempunyai tanah air, dan tersebar dibanyak negri. Dalam situasi yang demikian buruk itulah, mereka bangkit, dan mendirikan sebuah negara yang kuat,yang tidak bisa tersentuh oleh negara negara lain.
Dalam situasi dengan serba tidak ada dia memanfaatkan apa pun yang ada "dalam diri" mereka, walaupun hanya ada sepenggal nyawa, karena mereka yakin, siapapun didunia ini, apapun bentuk tubuh orang itu, apapun kekeurangan mereka, pasti ada fungsinya dalam mencapai tujuannya. Kononlah orang-orang yang cerdas dan cemerlang, yang bisa menciptakan nuklir, bom atom dan lain lainnya. Strategi strategi yang diciptakannya amatlah ampuh, dan menggunakan pemikiran-pemikiran yang cemerlang. Yang mana strategi pertamanya memantapkan "kemampuan dalamannya", memanfaatkan energi energi yang ada, yang mereka punyai ketika itu, dan besinergi antara satu sama lainnya, Ini adalah satu titik permulaanya. Setelah kokohnya yang ada" dalam diri mereka". Disini telah ada satu poin kemenangannya. Srategi yang kedua. Memanfaatkan energi"energi luaran" mereka, yang mana sesudah kokohnya dalaman mereka, mereka menciptakan penemuan penemuan baru, dan mengundang orang orang diluar bangsanya untuk membantu mencapai tujuanya. Yang jelas dengan adanya perdagangan adanya kunsumen dan adanya income keuangan yang masuk kedalamnya, yang mebuat mereka makmur. Dengan adanya kemakmuran yang ada didalam tubuh bangsanya itu mereka mulai mendirikan sebuah negara. Bayangkan Negara Israel itu hanya dimulai dengan seorang wartawan Yahudi. Kalau kita lihat dalam informasi. Bermulanya negara Israel itu di tanah Palestina hanya ada satu titik, tanah yang dia punyai, dan dengan secara bertahap mereka berkembang, dan sampailah sekarang, sudah luas. Nah disinilah kita mengambil hikmahnya. Dengan rumusan "Energi dalaman dan energi luaran" Manusia diciptakan ada kelebihan dan kekurangannya, tetapi semua itu ada manfaatnya. Berawallah dari diri kita sendiri, kenalilah kelebihan dan kekurangan kita, sebab disitu lah timbulnya sebuah "kekuatan dalaman". Dalam mencapai cita cita, setelah adanya kekuatan dalaman kita, yaitu sabar, tabah, ikhtiar, semangat yang kokoh, dan materi, harta dan kekayaan yang ada dan tujuan yang jelas, barulah kita memanfaatkan energi luaran kita. Yaitu ilmu pengetahuan, nasehat nasehat, bantuan tenaga dan pikiran orang lain dan mengalirkannya ke energi dalaman kita. Sehingga akan tercipta energi positif dan negatif, dan membuat hidup, hidup kita. Bagai sebuah balon, lentur, lembut dan kokoh kalau kita bawa energi luar berbentuk angin, kedalamnya, maka ia akan berkembang dengan kokoh. Bayangkan kalau dalaman balon itu bocor, tak mungkin energi luaran itu akan dapat membesarkan dirikita. Apapun diri kita, siapapun diri kita, dimana pun kita berada, kita berhak untuk tumbuh dan bekembang, Jangan disesalkan kekurangan kita,keluarga ,lingkungan yang tidak bersahabat dengan kita.Karna semuanya itu hanya adalah.bagaimana diri kita menghargai kekuatan kekuatan kita.Dan mengokohkannya,Supaya apapun yang serangan serangan yang masuk kedalam kita akan membuat kita membesar,dan berkembang. "Jangan padamkan cita-cita hanya karena pahitnya hidup ini."
Trackback(0)
|