Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Jikok kato bamulo dari hati
Yo ka hati juo ka masuaknyo
Jikok kato bamulo dari lidah
Talingo sajo parantiannyo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Selembar Kertas Putih PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Friday, 08 January 2010

ImageBanyak tamsil tentang selembar kertas putih. Antara lain. Setiap bayi yang lahir adalah bagaikan kertas putih. Ibu dan bapaknya yang akan mengukir pada k ertas itu, mau jadi apa anaknya, Majusi , Nasrani atau Yahudi.

Bermacam-macam kisah yang saya dengar tentang  kertas putih, tapi yang paling menarik adalah kisah Beruang dengan anaknya yang hari ini saya dengar dari Radio Classy. Ceritra enak dan perlu di dengar. Contohnya sangat sederhana tapi puinya makna yang dalam.

Dan saya tersentak sewaktu mendengar resonansi jiwa dari Radio Classy.  Yanti dengan manis mengubah satu kisah, dan kisah ni disampaikan oleh Adi dengan penuh perasaan. Saya kira ceritra ini bagus untuk kita simak bersama, begini kisahnya :

Seekor anak beruang suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya.

"Aku jatuh karena Ayah meletakkan benda ini di sembarang tempat," kata beruang kepada ayahnya saat ia terjatuh.

"Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati," kata anak beruang suat ketika kepada seekor kijang yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak beruang berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya.

"Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu!"

Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak beruang. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak beruang lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja.  Satu.... dua .... tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan.

"Aduh....tolong....!".

Byur!! Beruang menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan.

"Mengapa Ayah tidak menolongku? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!".

Ayah beruang diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.

"Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?".

"Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya," jawab anak beruang.

Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.

"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?".

"Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!".

"Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu."

Ayah beruang berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung.,

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah firman sucinya  dalam Al Qur'an

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)
Terima Kasih

Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K)

 

Trackback(0)
Comments (1)add comment

DeSE said:

I'tibar yang sangat menyentuh,

Semoga kit aterhindar dari perbuatan demikian, karena sudahlah dosa bertambah sementara pahala kita di berikan kepada orang yang kita gunjingkan...

Naudzubillahi min dzalik.
 
report abuse
vote down
vote up
January 12, 2010
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Member Area
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 12 guests and 6 members online
Powered By PageCache
Generated in 0.65286 Seconds