Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Tungku nan tigo sajarangan
Patamo banamo alua patuik
Kaduo banamo anggo tanggo
Katigo banamo raso pareso
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Irwandi Jaswir PDF Print E-mail
Written by Admin   
Sunday, 16 January 2011

ImageIrwandi Jaswir, alumnus Institut Pertanian Bogor, meraih posisi ke-2 dalam ‘Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009 di Bangkok. Irwandi, yang kini berpangkat profesor madya, itu mewakili tempatnya bekerja di Departemen Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia. Kompetisi prestisius itu diprakarsai oleh Scopus, situs basis data pencarian jurnal ilmiah dan indeks kutipan terbesar di dunia.

Tahun ini ada 150 pencalonan dari 23 negara di Asia Pasifik dalam tiga kategori, yaitu bisnis, pertanian dan sumber daya alam, serta teknologi dan engineering. Irwandi berkompetisi di bidang pertanian dan sumber daya alam.

Penilaian oleh panel juri terdiri dari 3 orang untuk setiap bidang. Mereka adalah para pakar dan profesor berkaliber dunia yang mempunyai rekor karya ilmiah di Scopus,” kata Irwandi.

Setelah disaring, lima finalis setiap kategori diundang untuk mempresentasikan karya serta pencapaian mereka di hadapan para juri di Asian Institute of Technology, Bangkok awal Juni lalu. Irwandi menjadi satu-satunya finalis orang Indonesia. Finalis lain berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, China, India, Taiwan, Hongkong, dan Thailand.

Irwandi Jaswir lahir di Medan pada 20 Desember 1970 namun dibesarkan di kampung halamannya di Bukittingi, Sumatera Barat. Setelah menuntaskan studinya di SMAN I Bukittinggi. Irwandi meneruskan pendidikannya di Institut Pertanian Bogor (IPB) lewat jalur mahasiswa undangan. Menyelesaikan program studi Teknologi Pangan dan Gizi pada awal 1994, Irwandi kemudian mendapat beasiswa pemerintah Malaysia untuk melanjutkan pendidikan S-2 di Universiti Pertanian Malaysia (UPM) tahun 1994-1999 pada bidang Kimia dan Biokimia Pangan.

Pada tahun 1997, mantan Sekjen dan Presiden PPI se-Malaysia ini berkesempatan melanjutkan pendidikan doktoral pada bidang yang sama di UPM dan University of British Columbia, Kanada (1997-2000) dengan fasilitas beasiswa hasil kerjasama pemerintah Malaysia dan Kanada Ayah tiga orang anak ini memulai karir di Department of Biotechnology, International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur pada 2001 sebagai Assistant Professor.

Irwandi pernah menjabat sebagai Head Department dan Deputy Dean (Student Affairs) di kampusnya, pemilik puluhan artikel ilmiah di jurnal luar negeri ini meraih gelar Associate Professor pada 2004, tahun dimana dia juga berhasil menyelesaikan pendidikan Diploma dalam bidang Islamic Revealed Knowledge di IIUM. Kini Irwandi menjadi peneliti tamu di National Food Research Institute (NFRI), Tsukuba, Jepang pada bidang Bioteknologi Pangan hingga 2008.

Ayah tiga anak yang beristrikan seorang dokter gigi ini telah menerima 23 anugerah sains di tingkat lokal dan internasional, termasuk medali emas di Geneva pada 2006 atas inovasinya dalam metode pendeteksian lemak babi. Dia memiliki catatan 40 karya ilmiah di jurnal internasional serta 60 karya ilmiah di konferensi internasional. Belum lagi puluhan artikel ilmiah populernya di berbagai media massa, serta lima artikel bab buku (book chapter) di buku ilmiah internasional.

Di antara anugerah ilmiah yang pernah diraih urang awak yang juga penulis tetap Tabloid Bola ini adalah:

Medali Emas (Project: Rapid Method for Detection of Non-halal Substances in Food) dan Perak (Project: Novel Rapid Analytical Techniques for fats and oils industry Novel Rapid Analytical Techniques for fats and oils industry) pada The 34th International Exhibition of Inventions, New Techniques and Products of Geneva, 5-9 April 2006;

Medali Perak pada 16th International Invention Innovation Industrial Design & Technology Exhibition 2005 (ITEX 2005), Kuala Lumpur;

Peneliti Terbaik International Islamic University Malaysia (IIUM) 2004; serta

Nominee 2006 Selangor Young Scientist Award di Malaysia.

 

http://www.lintasberita.com/go/816337

 

Irwandi Jaswir, Angkat Nama Indonesia Lewat Malaysia

Laporan wartawan KOMPAS Djoko Poernomo

Senin, 15 Juni 2009 | 14:26 WIB


Irwandi Jaswir, alumnus IPB tahun 1993, meraih posisi ke-2 dalam 'Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009' di Bangkok. Irwandi, profesor madya itu, mewakili tempatnya bekerja di Departemen Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Irwandi Jaswir, alumnus Institut Pertanian Bogor tahun 1993, meraih posisi ke-2 dalam 'Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009' di Bangkok.

Irwandi, yang kini berpangkat profesor madya, itu mewakili tempatnya bekerja di Departemen Biotechnology Engineering, International Islamic University Malaysia. Kompetisi prestisius itu diprakarsai oleh Scopus, situs basis data pencarian jurnal ilmiah dan indeks kutipan terbesar di dunia.

Kepada Kompas, Sabtu (13/6), Irwandi menjelaskan, tahun ini ada 150 pencalonan dari 23 negara di Asia Pasifik dalam tiga kategori, yaitu bisnis, pertanian dan sumber daya alam, serta teknologi dan engineering. Irwandi berkompetisi di bidang pertanian dan sumber daya alam.

”Penilaian oleh panel juri terdiri dari 3 orang untuk setiap bidang. Mereka adalah para pakar dan profesor berkaliber dunia yang mempunyai rekor karya ilmiah di Scopus,” kata Irwandi.

Setelah disaring, lima finalis setiap kategori diundang untuk mempresentasikan karya serta pencapaian mereka di hadapan para juri di Asian Institute of Technology, Bangkok, awal Juni lalu. Irwandi menjadi satu-satunya finalis orang Indonesia. Finalis lain berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, China, India, Taiwan, Hongkong, dan Thailand.

Irwandi (38) lahir di Medan, Sumatera Utara. Dia memiliki catatan 40 karya ilmiah di jurnal internasional serta 60 karya ilmiah di konferensi internasional. Belum lagi puluhan artikel ilmiah populernya di berbagai media massa, serta lima artikel bab buku (book chapter) di buku ilmiah internasional.

Ayah tiga anak yang beristrikan seorang dokter gigi ini telah menerima 23 anugerah sains di tingkat lokal dan internasional, termasuk medali emas di Geneva pada 2006 atas inovasinya dalam metode pendeteksian lemak babi (Kompas, 29/4/2006). Menyelesaikan pendidikan di IPB, Irwandi meraih S-2 (1994-199) dari Universitas Pertanian Malaysia serta S-3 (1997-2000) dari UPM dan The University of British Columbia, Kanada.

http://edukasi.kompas.com/read/2009/06/15/14264112/Irwandi.Jaswir..Angkat.Nama.Indonesia.Lewat.Malaysia

Trackback(0)
Comments (2)add comment

Rina Elfita said:

Assalamu'alaikum wr.wb,
Salut dan bangga sebagai urang minang, Pak Irwandi Jaswir bisa maangkek namo Indonesia. Kebetulan ambo karajo di bidang pangan, di laboratorium halal Kementerian Agamo, namun lab yang kami punyo masih dalam tahap persiapan, kami berharap semoga Pak Irwandi Jaswir bisa mambagi ilmu beliau untuak kamajuan dan kemaslahatan umat, terutamo di Indonesia...amin...
 
report abuse
vote down
vote up
January 19, 2011
Votes: +0

KHALIL BIN ISMAIL said:

Tahniah saudara IRWANDI .Kalau saya tidak silap saudara adalahh diantara penceramah-penceramah kepenggunaan yang dinamik dan berprestasi tinggi dari PERSATUAN PENGGUNA ISLAM MALAYSIA.Kalau benar saya sekalai lagi mengucapkan syabas dab tahniah atas kejayaan ini. t. kaseh.
 
report abuse
vote down
vote up
January 20, 2011
Votes: -2

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >




Member Area
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 8 guests and 2 members online
Generated in 1.55435 Seconds