|
Hildesheim/Jerman, Januari 2012 Gempa bumi yang menimpa kota Padang dan sekitarnya pada bulan September 2009 lalu tetap diingat dan menjadi pikiran kota Hildesheim sampai sekarang ini. Kota Hildesheim sebagai kota kembarnya Padang semenjak 20 Juni 1988 selalu memberi perhatian khusus kepada saudara kembarnya ini, walaupun diketahui bahwa hubungan ini berjalan sangat pasif semenjak 10 tahun belakangan ini. Walikota Hildesheim telah memberikan sumbangan langsung kepada kota Padang setelah terjadinya gempa besar yang banyak menelan korban pada September 2009 tersebut.
Atas inisiatif warga Padang yang tinggal tidak jauh dari kota Hildesheim yang berusaha untuk mengaktifkan hubungan antar dua kota ini kembali, akan diadakan acara malam dana untuk Padang pada tanggal 10 Februari 2012 mulai jam 18.30 WET (Waktu Eropa Tengah). Kenapa acara galang dana yang diadakan ? kan kota Padang sudah beberapa tahun lalu dilanda gempa, kok baru sekarang dibuat acara ini ?. Memang kejadian gempa sudah berlalu, tapi penanganan pasca gempa sampai sekarang belum tuntas dan merata terlaksana. Masih banyak bangunan-bangunan vital dan perumahan masyarakat yang belum diperbaiki. Sebagai warga minang yang hampir setiap tahun pulang kekampung, melihat situasi seperti ini tentu membuat hati terenyuh melihatnya, ingin membantu apa daya tidak ada kekuatan. Dengan bekeja sama bersama wali kota Hildesheim Kurt Machens dan batuan dari Kedutaan Besar Berlin dan Kosulat Hamburg serta organisasi kemanuasiaan Mer-C Jerman dan HAWK ( Perguruan Tinggi yang bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta Padang ) dibuatlah acara Galang Dana ini. Dana yang terkumpul nantinya akan dikasihkan oleh kota Hildesheim kepada Mer-C Frankfurt untuk seteruskan disalurkan ke Padang untuk pembangunan proyek sekolah atau rumah sakit yang tahan gempa. Proyek ini nantinya akan didukung oleh HAWK Hildesheim dengan bekerja sama dengan pemerintah kota Padang. Acara galang dana ini akan diisi dengan penampilan talempong dan tari-tarian Minang dari sanggar urang awak „Ananda“ dan KBRI serta KJRI Hamburg. Disamping itu HAWK dan Mer-C Germanya akan mempresentasikan kegiatannya di Padang kepada para undangan wali kota Hildesheim di acara itu. Sejarah terjalinnya kota kembar Padang dengan Hildesheim Hubungan kota Hildesheim dengan kota Padang memiliki sejarah tersediri. Diawali pada tahun 1982 di fakultas tekhnik sipil Fachhochschule/FH (Sekolah Tinggi) Hildesheim yang mengadakan seminar reintegrasi buat mahasiswa asing yang telah menyelesaikan kuliahnya disana dan mempersiapkan mereka kembali ke negaranya agar bisa beradaptasi kembali dengan negara dan lingkungannya setelah sekian tahun berada di Hildesheim, Jerman. Kebanyakan dari mahasiswa ini berasal dari Indonesia. Pada tahun 1985 beberapa orang professor dari TU/Technische Universitaet (Universitas Tehnik) Braunschweig dan FH Hildesheim terbang ke Indonesia (Padang) untuk mengetahui kegiatan mahasiswanya yang telah kembali ke Indonesia sebagai insinyur tamatan FH Hildesheim. Disamping itu para professor ini juga mengadakan pendidikan pelatihan untuk para tehnisi bangunan di Indonesia dan juga menjajagi tempat berpraktek mahasiswanya di negara ini seperti di kantor-kantor dan perusahaan-perusahaan bangunan. Untuk praktek dilapangan dilakukan di perusahaan air minum, limbah dan penjagaan pelestarian bangunan tua di Padang. Telah banyak mahasiswa FH Hildesheim (sekarang namanya HAWK) yang melakukan prakteknya di kota ini. Kontak utama yang dilakukan para professor ini adalah dengan badan dan perusahaan yang bersangkutan dengan praktek mahasiswanya di Padang. Seringnya kunjungan mereka ke kota Padang telah membuat para professor ini juga sering bertemu dengan politiker kota. Gubernur Sumatera Barat saat itu Azwar Anas dengan walikota Padang Sjahrul Udjud dan Rektor Universitas Bung Hatta akhirnya mencetuskan agar dilakukannya hubungan persahabatan antar kota/sister city antara Padang dengan Hildesheim. Setahun kemudian para pejabat kota Padang mendapat undangan untuk mengunjungi kota Hildesheim, yang kemudian juga dibalas oleh pejabat kota Hildesheim mengunjungi kota Padang. Kunjungan yang berbalasan tersebut akhirnya membuat kesepakatan antara pejabat kedua kota ini untuk mengadakan kerja sama. Pada tanggal 20 Juni 1988 wali kota Padang Sjahrul Udjud, SH dan kepala kantor kota (Oberstadtdirektor) Dr. Wilhelm Buerstedde menanda tangani kesepakatan kerja sama ini dan menyatakan bahwa kerja sama ini secara garis besar pada bidang tehnik pengembangan kota kedua belah pihak. Pada tahun 1990 akhirnya FH Hildesheim juga menyatakan ingin bekerja sama dengan Universitas Bung Hatta Padang, yang kemudian ditanda tangani secara resmi pada tahun 1993. Kerja sama ini akhirnya juga diikuti oleh perusahaan listrik dan air Hildesheim yang telah memutuskan untuk berkooperasi dengan perusahaan yang sama di Padang pada tahun 1991. Kerja sama ini di cantumkan dalam sebuah perjanjian „Partnership Agreement“ pada tahun 1994. Pada awal tahun 1994 delegasi Hildesheim dibawah pimpinan wali kotanya Kurt Machens mengadakan kunjungan ke kota Padang bersama direktur museum Roemer-Polizaeus Prof. Dr. Arne Eggebrecht dengan istrinya serta bapak Brandes dari perusahaan listrik dan air Hildesheim. Kunjungan ini membuahkan hasil yang gemilang bagi kota Hildesheim, dimana pada tahun 1995 museum Roemer-Polizaeus dipinjamkan barang-barang berharga kota untuk di pamerkan di museum tersebut. Selain itu juga terbukanya kesempatan mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang untuk belajar di FH Hildesheim. Kerja sama dengan TU Braunschweig waktu itu belum bisa terealisir, baru pada tanggal 16 September 2011 lalu terbentuk kerja sama antara Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni UNP dengan jurusan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan dan Pedagogy TU Braunschweig. Hubungan ini telah dirintis oleh Prof. Dr. Angelika Kubanek yang melaksanakan kunjungan resmi ke UNP pada awal September lalu dan kunjungan ini akan dibalas oleh UNP pada akhir bulan Mai 2012 ini. Mudah-mudahan dengan diaktifkan kembali sister city ini akan bisa meningkatkan kerja sama dikedua belah pihak khususnya dalam bidang pendidikan dan pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup yang menjadi dilema besar kota tercinta ini. Disamping itu juga dalam rangka memeriahkan hubungan bilateral Jerman Indonesia ke 60 di tahun ini, dimana bidang pendidikan, ekonomi dan lingkungan dijadikan titik berat kerja sama antara ke dua negara ini dimasa depan. Rencananya pada tahun 2013 kota Hildesheim akan merayakan jubileum ke 25 tahun hubungan sister city ini, dan kota Hildesheim akan mengundang kota Padang dalam perayaan ini. Semoga tahun ini pemko Hildesheim akan mendapat kesempatan mengunjungi kota Padang untuk membicarakan persiapan hubungan „Perak“ antara kedua kota ini, dimana Padang-Hildesheim adalah kota kembar kedua Indonesia setelah Bandung-Braunschweig yang terbentuk pada tahun 1960. Untuk sementara ada tiga kota Indonesia yang menjalin kerja sama dengan kota di Jerman, yaitu Bandung, Padang dan Jakarta, dan kerja sama antara Perguruan Tinggi selain di tiga kota tersebut juga baru terbentuk beberapa tahun ini antara Perguruan Tinggi di Banda Aceh dengan kota Aachen. Untuk melihat Acara Padang di Hildesheim di situs kota Hildesheim silahkan klik link ini :http://www.hildesheim.de/magazin/artikel.php?artikel=7648&menuid=14&topmenu=2
Trackback(0)
|