Kisah Perjalanan Haji Zul Amry PDF Print E-mail
Written by Zul Amry   
Saturday, 04 September 2004
Article Index
Kisah Perjalanan Haji Zul Amry
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25

Bag 11

Pelemparan Jumrah hari ke II,dan panggilan Haji

Mina , 2 Februari 2004 ( 11 Zulhijjah 1424 H )

Selepas sholat Zhuhur , saya dan rombongan berangkat menuju Jamarat untuk melaksanakan pelemparan hari ke II yang terdiri 3 Jumrah yakni : Ulla , Wustha dan Aqobah . Dan dari Maktab saya telah mempersiapkan batu kerikil sebanyak 21 buah dan serep 4 buah kalau seandainya terjadi lemparan yang meleset . Saya memakai jaket tebal dan ada tutup kepalanya , agar supaya bisa menghindari batu kerikil yang nyasar agar kepala tidak benjut .

Sesampainya ditempat pelemparan Bapak Ketua Rombongan dan Pembimbing telah mengatur strategi , dimana harus kumpul kembali setelah pelaksanaan pelemparan . Berbeda dengan situasi kemaren yang penuh sesak , situasi kali ini tidak seramai kemaren . Hal ini disebabkan jamaah tidak terkonsentrasi disatu lokasi tapi pada tiga jumroh yang berbeda , Disamping itu pengamanan dari pihak KSA ( Kerajaan Saudi Arabia ) lebih diperketat dengan menurunkan pasukan tentara yang berbaju loreng loreng , pada hari pertama pengamanan hanya oleh polisi dan asykar . Mungkin karena pengalaman hari kemaren yang memakan banyak korban . Hari ini jamaah jauh jauh sudah diatur , bagi yang berangkat sudah dipisahkan dengan yang pulang oleh barisan tentara yang membuat pagar betis . sehingga tidak terjadi lagi jamaah yang bergerombol dan bentrokan , saya pikir kok tidak dari kemaren kemaren dilakukan kayak begini , kan tidak terjadi korban yang sia sia , Alhamdulillah saya dan rombongan berhasil melaksanakan pelemparan dengan sempurna dan selamat .

Setelah semua anggota jamaah KBIH Arofah kumpul , saya dan rombomgam kembali lagi ke maktab lewat terowongan Mina . Di maktab / Tenda kegiatan saya hanya berzikir dan istirahat menunggu waktu sholat . Dimalam hari diadakan ceramah agama oleh K.Ustadz Mukhtar Jamil dari Jawa Timur , yang dalam penyampaiannya sangat kocak dan menarik mengenai arti simbolis dari pelaksanaan ibadah Haji . Menurut beliau banyak orang naik Haji hanya untuk mendapatkan status symbol biar dipanggil Pak Haji , Bu Hajjah ataupun Wak Haji , bukan itu saja kadangkala didepan nama yang bersangkutan ditambahi pula nama Akhmad ataupun Muhammad untuk melengkapi nama yang sudah ada . Hal ini sebetulnya sangat berlebihan . Ada juga sebagian orang yang sudah haji , marah besar kalau didalam penulisan nama dalam undangan tidak mencantumkan gelar H didepan namanya . Menghadapi orang seperti , menurut K. Mukhtar Jamil mudah sekali , coba disuruh duduk dan diajak ngomong dan terangkan , bahwa Nabi Muhammad sebagai junjungan kita itu Haji apa bukan ? atau Aisyah itu hajjah apa bukan ? atau para sahabat Nabi rata rata sudah haji semua bukan ?. Tapi kenapa didepan nama beliau tidak ada gelar H atau Hj tersebut ? Panggilan Hajj dan Hajjah adalah untuk orang sedang melaksanakan ibadah haji , sedangkan apabila telah kembali kekampung halaman panggilan tersebut sudah tak ada lagi , atau panggilan yang lebih cocok diberikan / dipanggil mantan Haji atau Hajjah kali ya…. !



 
< Prev   Next >




Generated in 10.79236 Seconds