Kisah Perjalanan Haji Zul Amry PDF Print E-mail
Written by Zul Amry   
Saturday, 04 September 2004
Article Index
Kisah Perjalanan Haji Zul Amry
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25

Bag 18

Tergencet di Raudhah

Madinah 19 Februari 2004 ( 28 Zulhijjah 1424 H )

Pagi sekali jam 04.15 saya telah berangkat ke Masjid Nabawi , suasana Masjid masih sepi , namun tidak demikian halnya di posisi dekat Raudhah telah penuh sesak oleh para jamaah . Dan para petugas telah memperlakukan buka tutup dengan sekat kain untuk menghindari membludaknya jamaah didalam Raudhah tersebut . Saya mengambil tempat diluar sekat dan masih dekat dengan Raudhah . Baru saja saya selesai sholat Tahiyatul Masjid , dikumandangkan azan pertama yang menandakan bahwa sholat Lailatulail telah berakhir . Pagi ini selesai sholat Subuh saya berencana untuk ziarah ke Makam Rasulullah dan para sahabat Umar dan Abubakar . Untuk mencapai Makam tersebut mesti keluar dulu melewati pintu Arrahman dan mengikuti antrian terus masuk lagi ke pintu Assalam , menyusuri koridor yang berada dibelakang Mimbar Rasullulah . Tempat yang berada diantara Mimbar Rasul dan Makam Rasul itulah yang disebut Raudhah itu , dan ditandai dengan karpet putih . Dari koridor tersebut , kita juga bisa masuk ke Raudhah melalui dua pintu , namun karena ramai sekali jamaah yang sedang sholat dan berdoa di sana , maka saya urungkan dan saya terus saja berjalan pelan pelan mengikuti jamaah menuju makam Rasul dan para sahabat . Sambil mengucapkan “ Assalamualaika ya Rasulullah , Assalamualika ya Umar , Assalamualika ya Abubakar semoga salam sejatera tertumpah kepada engkau wahai pilihan Allah . Lagi lagi disini terjadi keramaian yang luar biasa dan saya merasa tergencet oleh jamaah lain yang orangnya besar besar . Dan perjalan seolah mandeg karena para jamaah ingin berdoa dan berlama lama di depan makam Rasulullah . Para askar kewalahan mengatur para jamaah . Akhirnya saya berhasil keluar melewati jalan keluar kearah timur , untuk kembali ke Penginapan saya pilih jalan terdekat yakni masuk lagi kedalam masjid dari pintu Bilal dan keluar melalui King Fahd (pintu utama Masjid Nabawi dari depan ) . Siang hari sebelum sholat Zuhur saya diajak lagi sama teman teman untuk ziarah lagi ke makam Rasulullah , yang tadi pagi telah saya kunjungi . Karena merasa belum merasa puas dengan ziarah tadi pagi akhirnya saya ikut lagi , Cuma kali ini masuknya melewati Raudhah dari depan Mimbar Nabi dari bagian depan , maunya saya sholat sunnat disini , namun lagi lagi tidak kebagian tempat , saya pikir buat apa kita sholat sunnat dalam situasi yang tidak memungkinkan , buat sujud saja tidak bisa alias tidak khusuk , maka saya hanya berdoa saja di Raudah dan itupun sambil jalan , akhirnya saya keluar lagi melewati makam Rasul yang tadi pagi telah lewati



 
< Prev   Next >




Generated in 11.08463 Seconds