Kisah Perjalanan Haji Zul Amry PDF Print E-mail
Written by Zul Amry   
Saturday, 04 September 2004
Article Index
Kisah Perjalanan Haji Zul Amry
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25

Bag 4

Melaksanakan Umroh Pertama

Makkah , 20 Januari 2004 ( 28 Zukaidah 1422 H )

Setelah istirahat beberapa saat di Maktab Al Shaleh Palace di Ajiyad , jam 11.00 waktu Makkah rombongan saya berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umroh ( thowaf , sai dan tahalul ) pertama . Karena hampir bertepatan dengan sholat zuhur maka rombongan , sholat dulu didepan “Babussalam” . Selepas sholat baru melaksanakan thowaf umroh dibimbing oleh Bpk pembimbing . Saya masuk dari pintu ”Assalam” , yang menurut riwayat bahwa Nabi Muhammad selalu memasuki Masjidil Haram dari pintu Assalam atau Babussalam ini . Setelah Ka’bah kelihatan dari pojok rukun Yamani , kami semua berdoa sesuai tuntunan dibuku manasik dan berniat untuk thowaf . Saat itu yang melakukan thowaf ramai sekali , dan pembimbing rombongan menggunakan bendera symbol Arofah sebagi identitas . Thowaf dimulai persis digaris coklat pada pojok Hajar Aswad , kira kira 10 meter dari Kab’ah . Satu putaran pertama saya masih bersatu dengan rombongan namun setelah putaran lima rombongan sudah bercerai berai , hanya ketua rombongan saja yang masih pegang bendera , putaran keenam saya teruskan , namun diakhir putaran ke 6 saya ragu , saya telah menyelesaikan putaran keberapa ? maka untuk menghilangkan keraguan saya thowaf lagi satu putaran untuk mencukupi . Sesudah thowaf , saya melanjutkan prosesi selanjutnya secara mandiri , saya menuju makam Ibrahim dan sholat sunnat disana , karena untuk sholat di Hijir Ismail tidak memungkinkan karena berjubelnya orang yang sedang thowaf . Ditempat pengambilan air Zamzam ( * ) saya bertemu lagi dengan salah seorang jamaah Arofah dan kami akhirnya menuju bukit shofa untuk melaksanakan Sai , Dengan berdoa lebih dulu di bukit Shofa menghadap Ka’bah , dan Sai pun dimulai . Saya mulai berjalan menuju bukit Marwa dan pada tanda hijau berlari lari kecil sesuai petunjuk manasik , Sesampainya dibukit Marwa dan naik sedikit namun tidak sampai menyentuh batu hitam yang yang ada di bukit Marwa , saya kembali lagi ke bukit Shofa untuk putaran ke 2 dan disini baru ketemu lagi dengan ketua rombongan yang baru akan memulai Sai . Saya bergabung dengan mereka sambil menirukan doa yang diucapkan oleh pembimbing antara lain

“Innas shofa walmarwatha min sya’airillah faman hajjal baita awi’tamara falajunaha alaihi ay yattawwafa bihima waman tatatwwa’a khairan fainnallaha syakirun alim “

Artinya :

Sesungguhnya antara Shofa dan Marwa terdapat sebagian dari syiar kebesaran Allah, maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya berkeliling ( mengerjakan Sai ) antara keduanya . dan barangsiapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati , maka sesungguhnya Allah Maha menerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.

Sesampai di Bukit Marwa bapak pembimbing memberi tahu kalau harus menyentuh batu hitam , dan saya membatin ( berkata dalam hati ) bahwa apa yang telah saya lakukan satu kali sebelumnya kurang afdhol dong , karena tidak sampai menyentuh batu tersebut , maka untuk menghilangkan keraguan tersebut saya menambahkan lagi 2 X Sai antara Shofa dan Marwa . Selesai Sai dilanjutkan dengan Tahalul , yakni memotong rambut minimal tiga helai di bukit Marwa , dan selesailah sudah pelaksanaan ibadah umroh hari ini dan dengan telah tahalul tersebut saya bisa mengganti pakainan ihrom dengan pakaian biasa sampai waktu pelaksanaan haji .

( * ) tempat pengambilan air zamzam yang mesti turun kebawah seperti tahun tahun lalu sudah tak ada lagi dan telah ditutup , sebagai ganti disediakan kran – kran dipinggir pelataran Ka’bah .



 
< Prev   Next >
Generated in 10.30820 Seconds