|
Page 4 of 25
Bag 4
Melaksanakan Umroh Pertama
Makkah , 20 Januari 2004 ( 28 Zukaidah 1422 H )
Setelah istirahat beberapa saat di Maktab Al Shaleh Palace di Ajiyad , jam 11.00 waktu Makkah rombongan saya berangkat menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah umroh ( thowaf , sai dan tahalul ) pertama . Karena hampir bertepatan dengan sholat zuhur maka rombongan , sholat dulu didepan “Babussalam†. Selepas sholat baru melaksanakan thowaf umroh dibimbing oleh Bpk pembimbing . Saya masuk dari pintu â€Assalam†, yang menurut riwayat bahwa Nabi Muhammad selalu memasuki Masjidil Haram dari pintu Assalam atau Babussalam ini . Setelah Ka’bah kelihatan dari pojok rukun Yamani , kami semua berdoa sesuai tuntunan dibuku manasik dan berniat untuk thowaf . Saat itu yang melakukan thowaf ramai sekali , dan pembimbing rombongan menggunakan bendera symbol Arofah sebagi identitas . Thowaf dimulai persis digaris coklat pada pojok Hajar Aswad , kira kira 10 meter dari Kab’ah . Satu putaran pertama saya masih bersatu dengan rombongan namun setelah putaran lima rombongan sudah bercerai berai , hanya ketua rombongan saja yang masih pegang bendera , putaran keenam saya teruskan , namun diakhir putaran ke 6 saya ragu , saya telah menyelesaikan putaran keberapa ? maka untuk menghilangkan keraguan saya thowaf lagi satu putaran untuk mencukupi . Sesudah thowaf , saya melanjutkan prosesi selanjutnya secara mandiri , saya menuju makam Ibrahim dan sholat sunnat disana , karena untuk sholat di Hijir Ismail tidak memungkinkan karena berjubelnya orang yang sedang thowaf . Ditempat pengambilan air Zamzam ( * ) saya bertemu lagi dengan salah seorang jamaah Arofah dan kami akhirnya menuju bukit shofa untuk melaksanakan Sai , Dengan berdoa lebih dulu di bukit Shofa menghadap Ka’bah , dan Sai pun dimulai . Saya mulai berjalan menuju bukit Marwa dan pada tanda hijau berlari lari kecil sesuai petunjuk manasik , Sesampainya dibukit Marwa dan naik sedikit namun tidak sampai menyentuh batu hitam yang yang ada di bukit Marwa , saya kembali lagi ke bukit Shofa untuk putaran ke 2 dan disini baru ketemu lagi dengan ketua rombongan yang baru akan memulai Sai . Saya bergabung dengan mereka sambil menirukan doa yang diucapkan oleh pembimbing antara lain
“Innas shofa walmarwatha min sya’airillah faman hajjal baita awi’tamara falajunaha alaihi ay yattawwafa bihima waman tatatwwa’ a khairan fainnallaha syakirun alim “
Artinya :
Sesungguhnya antara Shofa dan Marwa terdapat sebagian dari syiar kebesaran Allah, maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya berkeliling ( mengerjakan Sai ) antara keduanya . dan barangsiapa mengerjakan sesuatu kebajikan dengan kerelaan hati , maka sesungguhnya Allah Maha menerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui.
Sesampai di Bukit Marwa bapak pembimbing memberi tahu kalau harus menyentuh batu hitam , dan saya membatin ( berkata dalam hati ) bahwa apa yang telah saya lakukan satu kali sebelumnya kurang afdhol dong , karena tidak sampai menyentuh batu tersebut , maka untuk menghilangkan keraguan tersebut saya menambahkan lagi 2 X Sai antara Shofa dan Marwa . Selesai Sai dilanjutkan dengan Tahalul , yakni memotong rambut minimal tiga helai di bukit Marwa , dan selesailah sudah pelaksanaan ibadah umroh hari ini dan dengan telah tahalul tersebut saya bisa mengganti pakainan ihrom dengan pakaian biasa sampai waktu pelaksanaan haji .
( * ) tempat pengambilan air zamzam yang mesti turun kebawah seperti tahun tahun lalu sudah tak ada lagi dan telah ditutup , sebagai ganti disediakan kran – kran dipinggir pelataran Ka’bah .
|