Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Tungku nan tigo sajarangan
Patamo banamo alua patuik
Kaduo banamo anggo tanggo
Katigo banamo raso pareso
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kisah Perjalanan Haji Zul Amry PDF Print E-mail
Written by Zul Amry   
Saturday, 04 September 2004
Article Index
Kisah Perjalanan Haji Zul Amry
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25

Bag 8

Wukuf di Arofah

Arofah , 31 Jan 2004 ( 9 Zulhijjah 1422 H )

Arti wukuf adalah berhenti atau berdiam , makna lain ialah berkumpulnya semua jamaah haji di padang Arofah pada 9 Zulhijjah . Saat itu adalah puncak dari pelaksanan ibadah haji , maka tidak sah haji seseorang apabila ia tidak melaksanakan wukuf di Arofah .

Alhajju a’rofah

Artinya : haji adalah wukuf di Arofah

( HR Bukhari dan Muslim )

Jumlah jamaah yang diberangkatkan dari sector C sebanyak 6 kloter (2600 orang ) maktab menyediakan 17 buah bis , kalau masing bus bisa memuat 52 orang , berarti diperlukan 3 trip untuk mengangkut semua jamah haji untuk mengangkut semua jamaah ke Arofah yang berjarak 22 km itu dari Makkah .

Kloter saya mendapat giliran terakhir untuk diberangkatkan , padahal saya sudah siap sejak habis sholat Ashar dengan pakaian ihrom , dan akhirnya rombongan saya baru berangkat pada jam 22.00 malam waktu Makkah , sebelumnya saya telah melakukan sholat maghrib dan jamak takdim isya 2 rakaat .Jarak Makkah – Arofah dalam kondisi normal bisa ditempuh 30 menit , kali ini ditempuh selama 2 jam lebih , karena kemacetan lalulintas , jalan 10 meter dan berhenti sekian menit dan baru mencapai arofah lewat tengah malam . Sesampai di Arofah kloter 71 ditempatkan di perkemahan 60 B dan dekat dengan musholla dan kamar mandi , dan rombongan saya sendiri menempati tenda no . 119 .Fasilitas kamar mandi / wc tersedia 10 billik untuk laki laki dan 10 bilik pula untuk perempuan dan lima buah kran untuk berwudhu . Air mengalir sangat lancar dan terasa hangat , karena dialirkan dari bak penampungan dari sebuah bukit . Cuma harus sabar antri , karena jumlah sekian itu dipakai oleh jamaah satu kloter atau lebih . Karena luas tenda yang terbatas dan harus menampung sejumlah jamaah , maka harus bisa tidur seperti susunan ikan sarden , dan saling adu kepala antara bapak bapak dengan ibu ibu dibatasi tas tentengan yang beralaskan karpet tipis dan tikar plastik yang dibawa dari Makkah . Setelah menikmati makan tengah malam yang dibagikan , saya dapat tidur sebentar dan keesokan harinya jam 04.00 sudah bangun lagi untuk persiapan sholat subuh di musholla . Makan pagi dibagikan yang diambil oleh ketua rombongan , sedangkan bagi yang senang kopi atau teh harus ambil sendiri dan antri lagi didapur umum . Acara setelah sholat subuh adalah menunggu waktu wukuf jam 12.34 atau bersamaan dengan waktu sholat zhuhur . Dan kesempatan menunggu ini digunakan para jamaah untuk melanjutkan tidur bagi yang merasa kurang atau jalan jalan ke Jabal Rahmah , tapi karena saya sudah pernah ke Jabal Rahmah sebelumnya , jadi saya pilih lebih baik tidur lagi . Tepat jam 12.34 azan sholat Zhuhur berkumandang diseluruh Arofah dan dilanjutkan dengan khotbah wukuf di masing masing tenda / kelompok dengan “ Tema mengenai keutamaan pelaksanaan Wukuf sebagi salah satu rukun haji “ Selesai khotbah dilanjutkan sholat Zhuhur dan Ashar masing masing dua rakaat di jamak takdim dengan dua qomat. . Dari selesai Zhuhur sampai masuk waktu maghrib adalah inti dari pelaksanaan wukuf itu sendiri , karena masing masing jamaah dapat langsung bermunajad kepada Allah , mengakui segala dosa dengan setulus tulusnya dan minta ampun dengan bersimbah air mata . Karena disaat wukuf inilah para jamaah akan mendapat pembebasan dari dosa masa lalu sebagaimana yang disampaikan sebuah hadish dari Aisyah R.A , bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda :

Tak ada suatu hari dimana Allah banyak membebaska hambanya dari api neraka selain hari Arofah . Pada hari itu Allah mendekati hambanya dan membanggakan mereka dihadapan para Malikat seraya berfirman : ( lihatlah wahai para malaikat –ku ) apa yang dikehendaki para hamba-ku

Suasana syahdu dan khusuk dalam melakukan zikir dan doa di Arofah ini , sedikit terganggu oleh gemanya suara loudspeaker yang beradu keras diantara sesama tenda , sehingga konsentrasi kita menjadi buyar , pikiran bercabang . Alangkah akan lebih baik lagi kalau dalam melantunkan zikir dan doa kalau bisa dengan berbisik , toh Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar , jangan sampai menggaggu jamah lain yang betul betul ingin berdoa . Saya lihat sendiri disaat saat waktu wukuf banyak sekali jamah yang bercengkrama di jalan jalan sambil foto foto bukanya tafakkur didalam tenda .



 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 10 guests and 5 members online
Generated in 9.97641 Seconds