Kisah Perjalanan Haji Zul Amry PDF Print E-mail
Written by Zul Amry   
Saturday, 04 September 2004
Article Index
Kisah Perjalanan Haji Zul Amry
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25

Bag 10

Pelemparan Jumrah Aqabah dan musibah

Mina , 1 Februari 2004 ( 10 Zulhijjah 1424 H )

Pada jam 10.00 tanggal 10 Zulhijjah , setelah menyelesaikan sarapan pagi , saya dan rombongan kbih arofah lebih kurang 20 orang bersiap siap untuk menuju jumrah Aqabah yang jauhnya lebih kurang 2,5 km dari tenda saya disektor 60 untuk melaksanakan pelemparan hari pertama . Jumlah rombongan saya sebetulnya 54 orang , tapi sebagian lainnya ada yang langsung ke Mekah untuk melaksanakan sholat idhul adha dan sekalian thowaf ifadah dan sai dan baru melaksanakan pelemparan pada malam harinya setelah kembali dari Mekkah . Namun saya termasuk juga ketua rombongan dan salah satu pembimbing memilih melempar jumrah dulu , baru setelah mengambil nafar awal akan melaksanakan thowaf ifadah , sai dan tahalul.. Rombongan kami berjalan kaki melewati terowongan Mina , yang pernah terjadi musibah beberapa tahun yang lalu dan menelan banyak korban khususnya jamaah haji Indonesia . Keluar dari terowongan Mina dan mendekati jalan layang tempat pelemparan terlihat kepadatan jamaah yang luar biasa , karena semua ingin melaksanakan pelemparan pada waktu afdhol yakni ba’da zawal atau setelah waktu zhuhur . Rombongan kami berjalan dengan berbaris dan pada bagian depan Karom memegang bendera kbih arofah sebagai identitas Jumrah ulla dan Wustha masih dalam keadaan sepi karena dihari pertama belum dilakukan pelemparan terhadap kedua jumrah tersebut .dan baru dilakukan pelemparan pada besok harinya . Ketika hampir mendekati jumrah Aqobah lebih kurang seratus meter lagi , saya dan rombongan masih bisa menyatu , namun setelah sampai pada posisi pelemparan lebih kurang 10 meter , rombongan kami sudah berantakan dan bercerai berai tidak karuan , akibat desakan dan dorongan jamaah lain yang berkulit hitam dan orang Turki yang badan nya besar besar . Saat itu rombongan saya mengambil posisi pada jalur bawah . Walaupun telah dibuat dua jalur atas dan bawah , namun belum mampu menampung membludaknya jamaah . Dan dari pengeras suara yang disiarkan dalam berbagai bahasa , telah terjadi kepadatan yang luar biasa dijalur atas dan agar sebagian jamaah turun kejalur bawah . Karena possisi saya sudah berada pada siap lempar , maka dengan mengucap “ bismillahi wallahu akbar “ saya melakukan pelemparan dari arah depan jumrah sebanyak tujuh kali dan syukur alhamdulillah semua lemparan lemparan berhasil mengenai batu yang disimbulkan sebagai syetan itu. . Dengan terus mengucap “ lahaulawala kuwataillabillah” saya terus keluar dari kerumunan jamaah yang sudah tak terkendali tersebut . Saya lihat sendiri bagaimana brutalnya para jamaah yang ingin melampiaskan kemarahannya kepada jumrah Aqobah tersebut , bukan hanya batu kerikil yang melayang tapi segala macam benda termasuk botol minuman dan sendal ikut ditimpukkan . Hal ini sangat membahayakan keselamatan jamaah lainnya , khususnya orang Asia yang rata rata orangnya kecil kecil. Kondisi disekitar tempat pelemparan jumrah Aqobah sudah tidak beraturan lagi . dan semrawut luar biasa . yang namanya sendal , kain ihrom , selimut , tas dan tikar para jamaah berserakan dimana mana . dan ikut mempersulit gerak maju para jamaah . Setelah berhasil keluar dari kerumunan dengan susah payah , saya menunggu teman teman lain satu rombongan dipinggir sebuah bukit , dan telah melakukan tahalul dengan memotong beberapa helai rambut dengan gunting kecil , dan ada juga jamaah yang mencukur gundul rambutnya denagna bayaran SR 5 . Untuk melepas haus dan dahaga saya beli segelas the susu hangat ditempat pedagang dipinggir bukit tersebut . Saat itu pula datang merangsek segerombolan jamaah kulit hitam dan melabrak tenda pedagang makanan dan minuman tersebut hingga berantakan , padahal dibawah tenda tersebut sedang terkapar isteri teman saya satu rombongan yang sedang pingsan . Saya tak tahu lagi kelanjutan kejadian tersebut , karena saya berusaha menyelamatkan diri dibelakang ambulance yang sedang meraung raung mengangkut jamaah yang terinjak injak maupun mengangkut jamaah yang meninggal dunia . Dari pengeras suara tak henti hentinya disiarkan nama nama jamaah yang meninggal dunia dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Melayu . Begitu juga diatas angkasa pesawat helicopter patroli disepanjang jembatan layang tempat pelemparan . Akhirnya saya berjalan menuju arah terowongan Mina dengan kaki telanjang , karena sendal jepit telah saya buang sejak awal pelemparan .

Dan untunglah saya masih ingat jalan pulang menuju tenda saya disektor 60 dipinggir sebuah bukit , dan saya menunggu khabar tentang keadaan teman teman lainya di maktab . Sampai jam 17.00 masih ada tiga orang teman saya yang belum kembali . Dan Bapak Karom dan pembimbing berupaya mencari tahu tentang keberadaan mereka . Akhirnya satu orang yakni Bp Marsoem bisa kembali setelah kesasar kemana mana karena salah masuk terowongan . Dan dua orang lagi karena tidak tahu jalan balik ke tenda , akhirnya dengan naik taksi balik ke Maktab Ajiyad di Makah , dari Maktab di Mekah menyampaikan khabar tersebut ke Maktab 60 di Mina . Pada malam hari ada informasi bahwa akibat berdesak desakan sewaktu pelemparan jumrah Aqobah tadi siang telah menimbulkan banyak korban yang menimpa jamaah , dan katanya korban terbesar adalah dari Indonesia . Saya lihat memang sewaktu pelemparan jumrah Aqobah adalah yang paling rawan , karena pada hari pertama seluruh jamaah terkonsentrasi disuatu titik dan selain itu jumrah Aqobah hanya bisa dilempar dari satu sisi saja , berbeda dengan jumrah Ulla dan Wustha bisa dari segala arah . Dan ada baiknya bagi para jamaah yang phisiknya kurang kuat atau telah berusia lanjut , sebaiknya untuk melempar jumrah Aqobah ini dapat diwakilkan kepada sanak keluarga atau kepada pembimbing jamaah, untuk mengurangi resiko kecelakaan dan musibah.



 
< Prev   Next >




Generated in 11.39796 Seconds