|
Ketiga aktivitas do-think-bet menghasilkan beberapa komposisi
Managerialship[14d] do-think-bet Oleh : S. Brotosumarto Diposting pada Mailing list UGM (Disadur oleh : Dewis Natra)
Ketiga aktivitas do-think-bet menghasilkan beberapa komposisi. Doing thok Ada profesi2 yang nyaris doing thok dan ini kita sebut pekerjaan kerah biru. Semisal PRT, sopir, tani, nelayan, kuli2, dll yang nyaris hanya pakai otot thok. Masih dalam klasifikasi ini adalah tenaga2 trampil semacam bengkel, mekanik, teknisi2, dll yang menggunakan ketrampilan. Betting thok Ini namanya penjudi. Nasibnya ditentukan gelinding dadu. Thinking thok Einstein nyaris doing nothing. Yang ia lakukan hanyalah membaca, corat coret, debat, berdiskusi dengan sejawat, presentasi, dll. Masuk dalam kategori ini adalah ilmuwan2 non riset, dosen2, dll. Walaupun mereka melakukan doing, proporsinya tidak signifikan. Mereka menghasilkan rancangan2, desain2, rekomendasi2, opini2, ide2, inspirasi2, dan sejenis itu. Produk yang dihasilkan berupa setumpuk kertas. Kertas2 ini sudah 'end'. Katrin termasuk kategori ini. Ia melakukan analisa keuangan, mewawancara personel kunci, memeriksa aktivitas pabrik, observasi pasar, dlsb. Walaupun melakukan doing, aktivitas ini tidak menguras tenaga dan waktu. Hasilnya adalah kertas2. Misalnya rekomendasi sbb : a. Likuidasi aset, b. Penambahan modal, c. restrukturisasi karyawan, dll. Bagi Katrin, kertas2 ini sudah 'end'. Ia tak lagi berminat menindak lanjuti, sudah selesai dan katrin menagih jasanya. End of the story. Bung Hasan misalnya menggagas suatu model kepemimpinan. Hasil gagasannya dimuat dikoran. Bung Hasan sudah mencapai 'end'. Buah pikirannya tidak perlu ditindak lanjuti. Beliau mendapatkan honor. End of the story. Bung Edi bilang : saya cenderung ahli dan senang bikin konsep dan menterjemahkan konsep itu ke suatu program.. tapi jangan suruh saya teknis banget ngerjainnya... karena saya tidak tertarik dan tidak mampu... justru saya akan lebih senang dan cenderung melompat ke ide lain dan mulai lagi yang baru... Ia mirip bung Hasan, bikin gagasan, jual, dapat upah, end of the story. Seorang Arkitek diminta mendesain sebuah rumah sakit. Ia selesaikan tugasnya, hasilnya berupa spesifikasi, draft kontrak, dan beberapa gulung gambar. Ia menagih dan, end of the story. Selesai. Beliau2 ini bukan M, mereka pakar, expert, empu, profesional, ata apalah namanya. Mereka lebih berat ke thinking dan tak ada beban untuk menindak lanjuti. Mereka type thinker, bukan M. Termasuk dalam kategori ini akuntan2 mandiri, dokter2, geolog, IT Engineer, pengacara, notaris, analis pasar, dlsb. Bukannya mereka tidak melakukan doing tetapi aktivitasnya didominasi thinking. Mereka tergolong thinker, bukan M. Thinking & doing. M berada di segmen ini. Sementara kita lewati dulu. Thinking & Betting. Ini termasuk Investor. Si Investor kadang bahkan mendelegasikan pekerjaan thinkin ke konsultan saham sehingga seolah ia hanya betting thok. Bukan, ia melakukan thinkin & betting. Tentu, ia melakukan aktivitas2 doing tetapi seperti thinker aktivitas ini sangat miskin. Think-do-bet. Ini dia E. Semua orang betapapun kecilnya selalu ada unsur menebak (bet) tetapi kadarnya kecil. Konsultan manajemenpun kadang terpaksa main tebak. Juga Arkitek, terpaksa kira2, dan bung Hasanpun bespekulasi. Akan tetapi, pada E aktivitas ini lebih pekat dan konsekuensinya tidak ringan. Yang membedakan thinker dengan M adalah ia berkepentingan dan punya karakter MENINDAK LANJUTI hasil suatu 'kertas' kondensasi pemikiran. Menindak lanjuti adalah = doing. Definisi manajemen yang lain adalah 'getting things well DONE thru & with others'. Done tak lain dan tak bukan adalah hasil 'doing'. Eksekutif adalah to excecute = doing ! Katrin sebagai konsultan piawai dalam bidang kepakarannya. Ia mampu menganalisa, merumuskan, dll, tindakan2 apa yang harus dilakukan dengan bagusnya. Ia akan menyarankan begini ni ni ni, jangan begitu tu tu tu. Katrin sebagai Marketing manager harus menindak lanjuti buah pikirannya dan ia terperangah. Ia hanya cakap 'berteori' tetapi tidak begitu berminat menindak lanjuti. Bagi Katrin sebuah teori sudah 'end'. Sikap ini digambarkan bung Edi dengan bagus : tapi jangan suruh saya teknis banget ngerjainnya... karena saya tidak tertarik dan tidak mampu... Walaupun tak selalu begitu titian M berawal dari mayoritas doing ketika berada dipapan bawah. Makin naik kadar thinking makin tinggi dan aktivitas doing makin berkurang. Ketika ia pada jajaran M atas maka thinking mulai mendominasi aktivitasnya berbareng dengan menaiknya aktivitas betting. M makin mirip E.
Trackback(0)
|