|
Page 1 of 22 Merintis Karir tulisan dari S. Brotosumarto yang diposting di mailing list UGM dan disadur oleh Dewis Natra sudah selesai di posting berseri, sebagai arsip dapat dilihat dibawah ini,
Merintis Karir 1
PRAKATA

Pertanyannya sederhana, apa saja yang bisa menunjang atau menghambat karir ? Jawabannya susah. Bukan karena jawabannya tidak ada, justru sebaliknya, jawabannya terlalu banyak. Kesulitan kedua, menyusun faktor2 yang berserak ini secara sistimatis. Mungkin lebih baik bila topik ini dibuat inetraktif. Kawan2 yang tahu menambahi, atau mengurangi apa2 yang ada di diskusi ini. Ngèyèlpun boleh. Malah wajib membantah. Artikel ini jauh dari ngilmiah tetapi saya punguti dari jalanan. Buku2 pop. Mengamati kisah2 nyata disekitar kita. Saya secara pribadi sekian tahun lamanya mengamati mengapa seseorang lebih sukses dari lainnya. Pengamatan atas kawan2 saya di SMU, Universitas, dll. Ini artikel ndeso. Banyak yang dulu disekolah sama sekali menonjol, eh ... nyolong pethèk (tak terduga) .... sekarang berkibar.
Banyak artikel tentang orang2 besar, seperti Bill Gates atau Jack Welch. Atau Douglas McArthur, dll. Dalam skala nasional, ada Ir. Ciputra sang pelopor. Atau, Abeng yang manajer satu milyar yang jadi menteri mbèl gèdès. Atau Dr. Mochtar Riyadi - sang bankir bertangan dingin. Dll, dll ....
Tidak kawan, saya tidak mencontoh tokoh2 skala nasional atau megacorporation. Keduwuren ! Contoh2 yang saya amati adalah kawan2 kita. Tetangga2 kita, mantan staff2 saya dll. Tentang Hasan yang dulu bekerja sebagai mandor Perusahaan Jepang. Yang sekarang punya perusahaan sendiri. Tentang Siswanto yang dulu dipecat oleh atasannya. Sekarang malah menjadi mitra perusahan yang memecatnya. Tentang bu Eni, perempuan lulusan D3 yang bahasa Inggrisnya paténg plethot, yang mengawali karirnya sebagai sekretaris. Sekarang iapun bermitra dengan perusahan jerman beromzet 7 trilliun ! Tentang Musadi yang dulu jualan ikat pinggang, dompet, dan barang2 kecil dari kulit. Ia ngasong di Malioboro. Sekarang, pada usia 37 tahun ia jadi playboyo naik mersi.
Tentang kawan saya yang insinyir diperusahan minyak Total Indonesie, yang mencoba bisnis sendiri dan bangkrut. Ia insinyir yang mumpuni tetapi pebisnis yang payah. Sekarang ia kembali berkibar sebagai insinyir dhégdhoyo.
Mengapa mereka lebih berhasil dari yang lain ? Mereka tidak berpendidikan tinggi. Hasan & Siswanto malah cuma lulus SMU. Apa rahasianya ? Ini bukan artikel tentang leadership, enterpreneurship atawa managerialship. Tetapi tentang menjadi staff atau karyawan suatu perusahan. Tentang menjadi Corporate Warrior atau Ksatria Korporasi. Atau Corporate Gladiator.
Ini bukan untuk mereka yang cita-citanya sederhana. Urép prasojo lan sak madyo, sadermo nglakoni. (Hidup sederhana, seadanya sekadar menjalani hidup), Trimo ing pandhoom. Menerima pemberian. Saya tidak mengatakan ini falsafah yang buruk. Falsafah ini sama bagusnya dengan mereka yang berpembawan ambisius, makantar-kantar, ingin meraih bintang gemintang dilangit. Faktanya, banyak dari mereka yang tidak ngongso malah melejit ! Tidak banyak, memang. Jika berfalsafah urép sak madyo, artikel ini tak berguna. Silahkan ‘del’.
Sebelum kita mulai, ingat hukum karir I :
Gagasan (inspirasi) hanya menyumbang 1%; yang 99% adalah perspirasi atau kerja keras untuk mewujudkan (Thomas Alva Edison)
Artikel2 ini hanya memberikan gagasan2, ide2, inspirasi2, yang nilainya kurang dari 1%. Sisanya terpulang kepada anda sendiri.
Berikut sistimatikanya, masih under construction, yang masih bisa berkembang
Berikut overview-nya, masih under construction, yang masih bisa berkembang
a. Pendahuluan
B. Overview
C. Faktor2 Internal
· Ability - kemampuan
· Motivasi
· Sikap
· Pembawan
· Dll - under construction
D. Faktor Eksternal
· Ekonomi, politik, dll
· Lingkungan
· Mentor
· Atasan
· Rekan
· Dll - under construction
E. Faktor Lain
· Hold - under construction
F. Managerialship
· Hold - under construction
G. Opini Lain
· Menurut Andrew Mathew
· Menurut dll, dll,
Artikel ini akan tersendat me-loncat2, tidak bisa lumintu jadwalnya. PR inipun tidak mudah bagi saya. Mudah2an bisa selesai.
Nuwun
S. Brotosumarto
|