|
Page 5 of 22
Merintis Karir 5
DEFINISI SIKAP

Simaklah Hukum ke IV Merintis Karir
" Ability is what you're capable of doing. Motivation determines what you do. Attitude determines how well you do it." Lou Holtz
"Success is 80% attitude and 20% aptitude." Funmi Wale-Adegbite
"For success, attitude is equally as important as ability." Harry F. Banks
" Attitude determines your Latitude " Lupa
" Kemampuan adalah apa yang bisa anda lakukan, Motivasi menentukan apa yang anda kerjakan dan Sikap menentukan seberapa bagus anda melaksanakannya. "
" Sukses adalah 80% sikap dan 20% kecakapan "
" Untuk sukses, sikap adalah sepenting kemampuan "
" Sikap menentukan ketinggian posisi anda "
Inilah sebagian jawaban dari teka-teki kawan kita, yang menyatakan bahwa sesudah selesai kuliah di Fak Anu, ia kira itu sudah se-gala2nya. Mboten, masih banyak komponen2 lain yang menentukan sukses.
Sikap ternyata lebih penting dari kemampuan terutama untuk bidang2 kerja yang tidak terlalu rumit. Jika kita bekerja di-bidang2 dengan kandungan teknologi tinggi dan rumit, misalnya, maka paling tidak sikap setara pentingnya dengan kemampuan. Secara umum sikap lebih penting dari kemampuan. Ini menjelaskan mengapa mereka yang pendidikannya ambur adul, sekolahnya ugal2an, dll bisa melejit melampaui mereka yang diatasa kertas lebih unggul. Sikap lebih berguna jika kita kejeblos dikwadran yang berat.
Apa yang dimaksud dengan sikap ? Apa yang dimaksud dengan sikap positip, sikap proactive, dll ? Daripada mendefinisikan, mungkin lebih mudah kita menggunakan thesaurus. [ shift+F7+’attitude’ ]
Approach : Sikap adalah bagaimana kita mendekati suatu masalah
Bearing : Sikap adalah bagaimana kita memikul suatu masalah
Feling : Sikap adalah bagaimana kita merasakan
Manner : Sikap adalah bagaimana kita berperilaku
Mind-set : Sikap adalah bagaimana pangkaltolak pikiran kita
Oppinion : Sikap adalah bagaimana kita berpendapat
Outlook : Sikap adalah bagaimana kita memandang keseluruhan
Point of view : Sikap adalah bagaimana sudut pandang kita
Pose : Sikap adalah bagaimana kita menempatkan diri
Position : Sikap adalah bagaimana posisi kita
Posture : Sikap adalah bagaimana sosok kita
Standpoint : Sikap adalah disisi mana kita berdiri
Thought : Sikap adalah bagaimana pikiran kita
View : Sikap adalah bagaimana kita menyimak
Way of behaving : Sikap adalah bagaimana kita berbuat
Way of thinking : Sikap adalah bagaimana cara kita berpikir
Way of believing : Sikap adalah bagaimana kita meyakini sesuatu
Jika dilakukan test kemampuan, barangkali 95% anggauta milis ini akan lolos. Jika menyangkut kemampuan yang harus dipelajari, seperti negosiasi, berunding, dll, saya masih yakin banyak yang bisa. Katakan hanya 5% gugur. Tetapi jika sikap mereka diuji satu persatu, separo dari warga ini akan berguguran. Semakin tinggi jenjang karir, makin banyak yang gugur. Mengapa ? Karena makin tinggi jenjang, kematangan dalam bersikap menjadi lebih penting. Sedihnya, sikap sulit sekali diubah ! Namun, masih ada harapan, kebanyakan warga milis ini masih belia2. Mudah2an masih bisa terkejar !
Sikap sering diartikan dengan mentalitas. Sering kita dengar bahwa seseorang mind-setnya batoor (jongos). Sikapnya seperti jongos. Sulit sekali baginya untuk meniti karir. Ada lagi yang sosoknya sebagai boss sudah kelihatan sejak muda. Seorang lagi punya way of thinking seorang juragan, jadilah ia tauke. Seorang lagi punya sikap sebagai generalissimo, jadilah ia jendral.
Ada yang punya sikap kooperatif. Ada yang bersikap konfrontatif. Ada yang punya sikap fatalistik. Ada yang pandai menempatkan diri dengan berbagai jenis orang. Dst, dst. Sikap seseorang dalam menghadapi kompetisi, konflik, tekanan kerja, tenggat waktu, dll. Ada yang sikapnya ulet, ada yang gampang menyerah. Ada yang bersikap tuntas dalam segala hal, ada yang setengah2. Dan masih banyak lagi.
Jadi, sikap yang mendukung / menghambat karir séng piyé ? Lagi2 ini harus anda lakukan sendiri. Saya tidak mampu memberikan resep seperti hukum Phytaghoras. Yang bisa saya lakukan adalah memberikan ilustrasi2 tentang bagaimana sikap mempengaruhi karir.
Lampiran
Berikut ini sebuah pemikiran dari seseorang entah siapa. Yang menyatakan bahwa negara kaya - miskin ditentukan oleh sumber daya manusianya. Dan manusia2 itu digambarkan memiliki attitude yang baik. Simaklah.
To reflect and... Act.
The difference between the poor countries
and the rich ones is not the age of the country
This can be shown by countries like India & Egypt,
that are more than 2000 years old and are poor.
On the other hand,
Canada, Australia & New Zealand,
that 150 years ago were inexpressive,
today are developed countries and are rich.
The difference between poor & rich countries
does not reside in the available natural resources.
Japan has a limited territory,
80% mountainous, inadequate for agriculture & cattle raising,
but it is the second world economy.
The country is like an immense floating factory,
importing raw material from the whole world
and exporting manufactured products.
Another example is Switzerland,
which does not plant cocoa
but has the best chocolate of the world.
In its little territory they raise animals
and plant the soil during 4 months per year.
Not enough,
they produce dairy products of the best quality.
It is a small country that transmits an image of security,
order & labor, which made it the world’s strong safe.
Executives from rich countries
who communicate with their counterparts in poor countries
show that there is no significant intellectual difference.
Race or skin color are also not important:
immigrants labeled lazy in their countries of origin are
the productive power in rich European countries.
What is the difference then?
The difference is the attitude of the people,
framed along the years by the education & the culture.
On analyzing the behavior of the people
in rich & developed countries,
we find that the great majority follow
the following principles in their lives:
1. Ethics, as a basic principle. 2. Integrity. 3. Responsibility. 4. Respect to the laws & rules. 5. Respect to the rights of other citizens.
6. Work loving. 7. Strive for saving & investment. 8. Will of super action. 9. Punctuality
In poor countries,
only a minority follow these basic principles
in their daily life.
We are not poor because we lack natural resources
or because nature was cruel to us.
|