Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Bakati samo barek
Maukue samo panjang
Tibo di mato indak dipiciangkan
Tibo di paruik indak dikampihkan
Tibo didado indak dibusuangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Pengembangan Kawasan Pembangunan Pertanian Di Sumatera Barat Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Kuartini Deti Putri   
Jumat, 10 September 2004
I. Pendahuluan
Pengembangan perekonomian daerah di era otonomi daerah seyogyanya mengedepankan keunggulan komparatif dan kompetitif dari setiap produk unggulan daerah untuk  mendukung pembangunan daerahnya.

Menyambut era perdagangan bebas (AFTA) dan globalisasi, percepatan  dalam  peningkatan pengembangan keunggulan produk daerah tersebut menjadi sangat penting dan mutlak, terutama dalam kaitannya dengan peningkatan sumberdaya manusia, tekhnologi informasi dan masalah lingkungan. Berbagai program -program dalam rangka percepatan pembangunan daerah telah dijabarkan dalam Program Pembangunan Daerah.

Dengan dilaksanakannnya penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan amanat UU Nomor 22 dan UU Nomor 25 Tahun 1999, maka Pemerintah Daerah terutama Kabupaten dan Kota mempunyai kewenangan yang luas untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri termasuk merumuskan program pembangunannya. Sehingga dapat menjadi paradigma baru dalam mensikapi kebijakan pembangunan daerah, komponen yang mempengaruhi perubahan tersebut, seperti adanya perubahan lingkungan strategis pada skala lokal, nasional, regional dan golbal.

Oleh karena itu mengingat pentingnya akan peran suatu rancangan program, perlu disusun secara konseptual, terencana dan mampu menjabarkan langkah-langkah kebijakan daerah sesuai dengan program pembangunan daerah yang penjabaran langkah-langkah kebijakan tersebut dapat sejalan dengan pola kebijakan pemerintah (Propenas)

Dengan memahami situasi dan kondisi yang berkembang saat ini, tampaknya  perubahan  perubahan nuansa tersebut juga mempengaruhi terhadap pola kebijakan pembangunan pengembangan kawasan atau wilayah.

II.    Kondisi Perekonomian Daerah
Pada tahun 2002 nilai PDRB Sumatera Barat adalah sebesar Rp.29,12 triliun. Sebelum terjadi krisis moneter yang berlanjut pada krisis ekonomi tahun 1997 perekonomian Sumatera Barat mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Pada tahun 1994 pertumbuhan ekonomi daerah adalah sebersar 7,45 %, selanjutnya pada tahun 1995 dan tahun 1996 masing-masing sebesar 8,93 % dan 7,43 %. Kemudian pada tahun 1997 yang mulai dipengaruhi oleh dampak krisis moneter mengalami penurunan menjadi 5,14 %  dan berlanjut terus dengan krisis moneter pada tahun 1998 yang menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi  menjadi minus 6,78 % , tetapi jauh lebih baik  dari pertumbuhan ekonomi  nasional yang sekitar minus 13 %. Sejak tahun 1999 perekonomian daerah sudah mulai membaik dengan pertumbuhan sebesar 1,59 %, pada tahun 2000 sebesar 3,85 % pada tahun 2001 sebesar 3,63 dan pada tahun 2002 sebesar 4,29 %

Perekonomian daerah Sumatera Barat masih didominasi oleh sektor pertanian, pada tahun 1996 kontribusi lapangan usaha pertanian adalah sebesar 20,98 %, industri pengolahan sebesar 15,36 %, perdagangan hotel dan restoran sebesar 16,21 % serta jasa-jasa sebesar 15,82 %.  Pada tahun 2001 kontribusi lapangan usah pertanian meningkat menjadi 21,16 %, industri pengolahan sebesar 16,34 %, perdagangan hotel dan restoran sebesar 16,67 % serta jasa-jasa sebesar 16,28 %. Sedangkan pada tahun 2002 kontribusi  lapangan usaha pertanian meningkat menjadi 22,01 %, industri pengolahan turun menjadi 16,06 %, perdagangan , hotel dan restoran  naik menjadi 16,77 % serta  jasa-jasa sebesar 16,98 %. Mata pencaharian penduduk Sumatera Barat juga didominasi oleh lapangan usaha pertanian. Pada tahun 2001 penduduk yang bekerja di lapangan usaha ini mencapai 49,62 % dari angkatan kerja yang bekerja, sedangkan di sektor industri hanya sekitar 7,44 %, pada lapangan usaha perdagangan, rumah makan dan hotel mencapai 19,96 %. Selama 5 tahun terakhir tidak banyak terjadi pergeseran yang terlihat dari penduduk yang bekerja pada sektor pertanian pada tahun 1996 ada sekitar 51,08 % dan industri sebesar 5,77 %.

III. Potensi Pengembangan Pertanian di Sumatera Barat
Potensi dan peluang Sumatera Barat untuk mengembangkan produksi  pertanian sangat besar karena didukung oleh kondisi agroklimat, sumber daya alam dan sumber daya hayati yang memadai. Peningkatan produksi terutama ditujukan untuk  pemenuhan kebutuhan dalam negeri, baik untuk konsumsi maupun bahan baku olah dan mengisi peluang ekspor. Sasaran produksi tanaman  pangan dan  hortikultura Sumatera Barat tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri tetapi  juag diharapkan dapat dipasarkan ke propinsi tetangga.

Namun kondisi geografis daerah yang berbukit dan bergunung dengan ketinggian wilayah bervariasi dari dataran rendah sampai dataran tinggi menyebabakan terbatasnya lahan untuk pengembangan usaha pertanian, akan tetapi kondisi ini memberikan corak iklim yang bervariasi pada beberapa tempat sehingga memungkinkan pengembangan  berbagai jenis komoditi.

Sumatera Barat pada tahun 2002  perkembangan luas sawah yang berpengairan teknis seluas 35.497 ha, ½ teknis 53.300 ha, sederhana/Desa/Non PU sebesar 92.191 ha dan tadah hujan 48.776 ha,  dimana dari 15 Kabupaten/Kota yang ada, kabupaten yang memiliki pengairan teknis tinggi adalah Kabupaten Pasaman seluas 10.715 Ha, ½ teknis 7.102 ha, sederhana 2.023 ha dan tadah hujan 7.603 ha  dan lainnya, sementara pada tahun 2002 tidak ada cetak sawah baru. Sementara luas tanam dikabupaten Pasaman 68.720 ha, luas panen 76.353, produktivitas  4,17 ton/ha, seperti telihat pada tabel berikut ini.

Tabel : Perkembangan luas sawah di Sumatera Barat ( Hektar)

No 

Daerah

Teknis

½  Teknis

Sederhana 

Tadah  Hujan 

Cetak Sawah

1.

Kab. Solok

8.827

  7.513

5.61

     1.732

-

2.

Kab. Pdg Pariaman 

4.097 

6.774

4.105

   5.306


-

3.

Kab. Agam  

2.742

8.685

6.349 

 1.979 

-

4.

Kab. Pasaman 

 10.715

  7.102

        2.023

7.603

-

5.

Daerah Lainnya 

9.116

 23.226

22.633

32.156

-

6.

Sumatera Barat 

35.497

53.300

40.727

48.776

-

Sumber : Statistik Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat

Dengan potensi lahan tersebut, perkembangan produksi padi di Sumatera Barat adalah seperti tabel berikut ini :

No

Daerah 

Luas Tanam (ha)

 Luas Panen (ha) 

Produksi (ton)

Produktivitas (ton/ha)

1. Kab. Pasaman 

68.720

76.353

318.417

4,17

2. Kab. Solok 

70.949

77.818 

349.068

4,48

3.  Kab. Agam

57.776

49.465

232.639

4,70

4. Kab. Pdg. Pariaman

43.293

48.807

210.674

  4,32

5. Daerah lainnya

182.533

173.882

772.881

4,44

Sumatera Barat 

423.271

426.325

 1.883.679

 4,41

Sumber : Statistik Pertanian Tanaman Pangan

Sumatera Barat Dimana pengembangan tanaman padi terbanyak terdapat pada beberapa daerah Kabupaten  di Sumatera Barat seperti tabel berikut ini :

Tabel : Perkembangan Tanaman Padi Tahun 2002 di Sumatera Barat  
 

No 

Daerah 

Luas Tanam (Ha)

Luas Panen (Ha) 

Rata-Rata Produksi (Ton) 

 Produksi(Ton)

1.

Kab. Solok

70.949 

77.818

4.48

349.068

 2.

Kab. Pasaman 

68.720

76.353

4.17

318.417

3.

Kab. Agam 

57.776

49.465  

4.70

232.639

4.

Kab. Pesisir Selatan    

47.425

47.727

4.43

211.643

 5.

Kab. Pdg. Pariaman

43.239

48.807

4.31

210.674

6.

Kab. Tanah Datar   

39.044

35.445

4.81

170.655

7.

Kab. Limapuluh Kota  

39.212

37.862

4.40

166.622

8.

Kab. Swl/ Sijunjung        

28.545

25.484

4.14

105.742

9.

Lainnya 

28.307

27.364

4.35

118.219

Sumber : Statistik Pertanian Tanaman Pangan

Sumatera Barat diolah (Angka Sementara) Disamping lahan sawah di Sumatera Barat, terdapat lahan kering yang potensial untuk pembudidayaan berbagai  jenis komoditi tanaman pangan seperti palawija, sayuran  dan buah-buahan. Perkembangan lahan  kering tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel : Perkembangan lahan kering di Sumatera Barat (dalam hektar)

No 

 Daerah     

Perkarangan

Tegal/ Kebun

Ladang

Tidak  diusahakan

1.

Kab. Swl/Sjj   

22.064

42.703

 9.227

13.356

2.

Kab. Pasaman    

15.652

42.598

31.495

15.824

3.

Kab. Pss. Selatan  

14.672

34.676

19.735

18.514

4.

Kab. Agam      

11.874

30.375 

15.520

11.270

5.

Daerah Lainnya 

49.198

151.047

54.972

33.782 

 

Sumatera Barat  

113.460 

301.399

130.949

92.746

Sementara untuk beberapa komoditas sayuran dataran tinggi yang merupakan potensi pengembangan sayuran yang tercatat dan merupakan potensi pengembangan sayuran yang tercatat dan merupakan komoditi unggulan  di Sumatera Barat adalah : kentang, kubis, bawang merah, cabe, tomat disamping komoditi bawang putih, sawi, bawang daun, kacang panjang, terung, buncis, ketimun, kangkung, bayam dan yang lainnya. Dimana pengembangan sayu-sayuran ini dikembangkan pada 3 kabupaten dengan luas panen seperti tabel berikut ini :

Tabel : Luas panen sayur-sayuran pada daerah produktif (dalam hektar) pada tahun 2002

No

Jenis Komoditi 

Kab. Solok

Kab.Tnh Datar

Kab. Agam

Daerah Lainnya

Sumatera Barat 

1.

Bawang Merah  

1.304

 190 

156

50

 1.700

2.

Kentang 

1.508

71

142

1.721

3.

Kubis      

1.475

292

242

0

2.009

4.

Cabe   

881 

1.444

1.213

3.530

 7.068 

5.

Tomat     

469

 429

461

157

  1.516 

6.

Lainnya    

6.153 

 4.428

3.242

 8.627

 22.450


Sumber : Statistik Pertanian Tanaman Pangan 

Sumatera Barat Sedangkan produksi sayur-sayuran pada daerah produktif  tersebut  dapat terlihat dalam tabel berikut ini :

Tabel : Produksi sayur-sayuran pada daerah produktif (dalam ton) pada tahun 2002

No

 Jenis Komoditi
   

Kab. Solok

Kab. Tnh Datar

 Kab. Agam

Daerah Lainnya

 Sumatera Barat

1.

Bawang Merah  

11.492

938

712

223

13.365

2.

Kentang      

25.832

947

1.700

0

  28.479

3.

Kubis         

56.306

4.383

4.071

0

64.760

4.

Cabe       

4.283

8.370

6.070

17.157

35.880

5.

Tomat    

2.871

4.067

 5.552

538

13.028

6.

Buncis    

 363

 1.531

3.355

 467

5.716

 
Sumber : Statistik Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat

Sementara itu Sumatera Barat juga mempunyai potensi untuk pengembangan  perkebunan, dimana pada tahun 2002 tercatat 685.356 ha areal perkebunan di Sumatera Barat yang terdiri dari perkebunan rakyat 506.290 ha atau 73,87 %, perkebunan besar swasta 29.454 ha atau 4,29% dan perkebunan negara seluas 149.612 ha atau 21,82 %. Perkebunan rakyat adalah ciri utama perkebunan di Sumatera Barat meskipun akhir-akhir ini porsi luas perkebunan swasta menunjukan kenaikan dari 19,71 % pada tahun 2001 menjadi  21,82% pada tahun 2002.

Tabel : Perkembangan Luas Perkebunan Besar dan Perkebunan Rakyat di Sumatera Barat (dalam hektar)

No

  Jenis Komoditi 

Perkebunan Rakyat

Perkebunan Besar Swasta 

 Perkebunan Negara 

1.

 Karet   

145.979

-

4.845 

2.

Kelapa Sawit    

86.500

  28.997

 139.813

3.

Cassia vera  

52.259

  -

-

4.

Kopi     

48.280

207

507

 5.

Gambir 

21.812

-

6.

Lainnya 

151.460

250

4.447


Sumber : Statistik Perkebunan Sumatera Barat diolah

Dengan demikian, perkebunan rakyat harus tetap menjadi prioritas dalam penyusunan program perkebunan. Selain itu, krisis ekonomi yang melanda negeri ini memberikan pelajaran bahwa usaha perkebunan menunjukan ketahanannya dalam menghadapi krisis ekonomi, bahkan mampu menunjukan  pertumbuhan. Oleh sebab itu, semakin kuat alasan untuk memprioritaskan pertumbuhan perkebunan. Penekanan sebaiknya pada perkebunan rakyat karena masalah dan tantangan lebih banyak dihadapi oleh perkebunan ini. Komoditi perkebunan Sumatera Barat yang merupakan komoditi unggulan adalah karet, kelapa sawit, casiavera, gambir dan  kopi .

Tabel : Perkembangan Produksi Utama Perkebunan Sumatera Barat (dalam ton)

No

 Komoditi

Kab. Swl/Sjj

Kab. Pasaman

Kab. 50 Kota

Kab. Solok 

Daerah lainnya 

 Sumatera Barat

1

 Karet           

39.469

17.585

14.110

6.939

17.482

95.585

Kelapa  Sawit 

194.672

224.140 

  335

153.268

305.000

877.415

Casiavera           

2.645

11.720

924

8.978

19.131

  43.398

Gambir      

41

440

 8.444

 - 

1.804

10.729

 5 

Kopi 

893

5.618

1.101

  7.890 

11.996

27.496

Dari tabel di atas terlihat bahwa produksi komoditi utama perkebunan Sumatera Barat selama tahun 2000-2002 mengalami  peningkatan yang cukup menggembirakan. Produksi karet meningkat dari 74.087 ton menjadi 95.585 ton, produksi kelapa dari 70.510 ton menjadi 77.603 ton , kelapa sawit mengalami kenaiakan yang cukup tinggi dari 584.384 ton menjadi 877.415 ton, casiavera dari 36.220 ton menjadi 43.398 ton, gambir dari 10.584 menjadi 10.729 ton, kopi dari 18.793 ton menjadi 27.496 ton sedangkan teh mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dari 16.123 ton menjadi 10.171 ton

Penulis adalah Staff Bappeda Sumatera Barat   
Sumber : Statistik Perkebunan Sumatera Barat

Komentar
1. yang baru
Ditulis oleh cantika pada Kamis, 05 Januari 2006
bos ini data terbarau atau baa kalau ado yang bari lai bulaih di caliak siek

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Sabtu, 11 September 2004 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online MinangSaat ini Radio Cimbuak
sedang Offline
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 7 ) Anggota 7
 Tamu ( 1 ) Tamu 1
  Total  8
 Angoota ( 7,161 ) Angoota  7,161


Statistik
Agg Baru  antoni_056
Hari Ini 15
Minggu Ini 97
Bulan Ini 412
Tahun ini 3,040
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 1 pengunjung dan 7 anggota yang online
User Terbaru

antoni_056

Terdaftar pada
2008-07-04 14:28:59

Pengunjung: 3465895