Pilihan lain, Edi harus merubah sikapnya beradaptasi dalam habitat M. Misal ia harus lebih desisif, lebih well done, dan semua yang bertabur dalam artikel M. Edi sudah merasa sreg dengan atmosfir disekitarnya dan ia memutuskan untuk mengakuisisi skill di M. Edi berniat mendongkrak 'do', karena ia bermodal think yang tajam. Edi bertekad untuk meningkatkan kapasitas decide-excecute-lead.
M [14c] Melintas neraka jahanam. Oleh : S. Brotosumarto Diposting pada mailing list UGM (Disadur oleh : Dewis Natra)
Pilihan lain, Edi harus merubah sikapnya beradaptasi dalam habitat M. Misal ia harus lebih desisif, lebih well done, dan semua yang bertabur dalam artikel M. Edi sudah merasa sreg dengan atmosfir disekitarnya dan ia memutuskan untuk mengakuisisi skill di M. Edi berniat mendongkrak 'do', karena ia bermodal think yang tajam. Edi bertekad untuk meningkatkan kapasitas decide-excecute-lead. Berbeda dengan Katrin yang terjebak keneraka, saya sejak dini sudah memperingatkan Edi bahwa ia akan melintas neraka jahanam. Melakukakn pekerjaan yang bukan alamiah akan menimbulkan stress seperti yang dialami Katrin. Edi lebih siap dari Katrin. Ia tak bakalan kedodoran menghadapi kejutan seperti yang dialami Katrin. Lagipula Edi punya pegangan walau tak memadai, artikel M. Ia tahu mana2 yang harus ditingkatkan. Ia tahu bahwa neraka jahanam adalah sebuah lintasan. Bukan untuk selamanya. If you're going through hell, keep going. -- Sir Winston Churchill. Nurture (habitat) yang sesuai dengan Nature (alam) adalah kondisi ideal dan diutamakan. Dimana ybs akan merasa nyaman dilingkungannya. Tetapi kondisi ideal itu tak selalu manis terdengar. Banyak yang berada dilingkungan yang kurang pas. Kita terpaksa melakukan yang tidak kita harapkan dan ini sudah kita bicarakan dalam artikel karirb.doc, ada > 9 solusi diditu. Kedua, kadangkala kesesuaian nature/nurture menjadi prioritas kedua. Ada yang lebih penting dari itu. Apakah itu uang, pangkat, ideologi, visi, misi, intuisi, inspirasi, atmosfir, dll. Bisa juga bini yang ingin karir tetapi harus ikut suami sehingga lingkungan tidak pas. Gemblong pada dasarnya tidak menyukai 'bet', tetapi profesinya membuat ia secara konstan dihadang dengan posisi2 bertaruh. Memasukkan harga tender sudah merupakan aktivitas bet. Siapapun dia, apakah itu bung Toto, mbak Ani, dll, harus bet. Tidak ada jalan lain. Sedemikian rupa sehingga Gemblong sering dilanda keresahan. Demikian seterusnya lama kelamaan Gemblong terbiasa melakukan pertaruhan2 dan ketika ia matang, ia bisa mbotohi (betting) usaha2 tanpa merasa risih, tanpa merasa gentar. Jika ada suatu gagasan, ide, intuisi, Gemblong dengan nyamannya bilang : I am not just thinking about it, I am doing it, I am BETTING on it. Kecakapan mbotohi bukanlah didapat dalam semalam. Itu melintasi neraka jahanam. Saat2 Gemblong dilanda resah. Pada kasus Katrin, saya melihat ia tak cukup tangguh bertahan. Jika ia bisa melintasi neraka jahanam, lama kelamaan stressnya hilang dan ia bisa dengan entengnya memimpin, memutuskan, dan sekaligus meraup laba. Mirip Gemblong, ia dengan santai ngabotohan dan meraup laba milyaran. Seandainya Gemblong memilih untuk ke habitatnya, yaitu non betting, ia masih ngator sekarang. Mau ke ragunan saja harus minta ijin. Pada kasus Katrin, neraka jahanam terasa panjang tanpa akir. Karena ia tanpa bekal, tidak tahu mana yang harus diperbaiki, mana yang sudah baik. Berbeda dengan Edi, ia bisa menggelar peta yang sudah ditenggarai, mana yang macet, mana yang longsor, dll. Edi jauh lebih siap. Kemungkinan ia melintas neraka jahanam lebih pendek dari Katrin. Suatu hari nanti Edi dengan entengnya sambil mengunyah kacang membuat keputusan2 besar. Karena ia telah terbiasa melakukannya. Artikel M tidak mempedulikan bakat alam. Artinya siapapun, apapun motivasinya, baik sengaja maupun tidak, terpaksa atau sukarela berada dalam M. Mereka yang berbakat akan terdongkrak elevasinya. Mereka yang kurang berbakat akan melintas jalur neraka jahanam lebih pendek. Tentu, artikel ini kurang memadai harus ada penyesuaian disana sini berhubung keaneka ragaman sikon. Perlu bacaan tambahan yang lebih spesifik, lebih mendalam. Juga mereka yang tak nyaman di M bisa melakukan tindakan dini untuk meninggalkan M. Dengan menyimak sosok M, ybs akan tahu ia pas atau tidak. Ketika ia masih muda, ia bisa punya peluang mencari posisi2 non M. Perlu dicamkan apakah itu M atau bukan tidak ada yang lebih baik. Hanya berbeda. Menjadi dosen, konsultan, wartawan, artis, ingsinyir, akuntan, pengacara, dll, sama baiknya. Suatu hari, entah kapan, seorang priyayi sepuh menerima kabar baik dari bung Edi dan dengan pongahnya beliau mendengus : Quot Erat Demonstrandum :)
SUPLEMEN TANYA JAWAB
> Tipe E, M, T ini Nurture atau Nature Pak Dhe ? # Hingga sekarang teori Nature vs Nurture masih belum tegas. Yang paling masuk akal adalah kombinasi Nature & Nurture. Contoh keluarga saya berasal dari Juragan batik. Tak terlalu mengherankan bila 6 dari 7 bersaudara ini melakukan bisnis biarpun skala gurem. Ini adalah faktor nurture. Begitupun suku2 Cina yang mayoritas berasal dari keluarga bisnis. Juga Padang. Teori terbaru adalah Nature mencari Nurture seperti terkisah pada kasus Katrin. Ia pulang kehabitatnya setelah tak tahan dalam 'neraka jahanam'. Teori tentang Entrepreneurship yang paling baru menyatakan bahwa E 'se-mata2 pilihan gaya hidup'. Artinya, bukan nature. Jadi jawabannya bisa Nature+Nurture, bisa Nature mencari Nurture, bisa Nurture thok. Walaupun ketiga teori itu tidak serasi, masih2 benar tergantung dari kasus per kasus. Sulit sekali menggeneralisir. Jadi, tiga2nya kita pakai. Itu sebabnya saya selalu menyarankan pola Katrin sebagai saran utama. Carilah habitat yang sesuai dengan pembawaan alamiahnya. Tetapi, itu jadi saran kosong karena mencari habitat tak semudah beli rokok ! Terpaksalah ia harus hidup yang bukan dihabitatnya. Dan jika ia nyasar ke M misalnya, saya tahu apa yang harus dia kerjakan untuk bisa beradaptasi. Beberapa orang memiliki gaya hidup yang pas dengan atmosfer M dan ini bisa saya bilang sebagai nature yang pas dengan nurture. Saya tergolong ini, ketika berada di M, bak buaya kecemplung rawa. No prablim, saya berenang dan cari mangsa dengan nyaman. Beberapa lagi memiliki elemen2 karakter yang pas dilingkungan M tetapi sebagian lagi harus dikembangkan. Dan ada yang sama sekali ndak cocok seperti si Katrin. Misalnya kurang tanggap menghadapi deadline, membuat keputusan, memimpin, kurang well done, dll. Ini akan menjadi tekanan batin. Katrin2 jika mau bertahan di M harus berupaya extra keras karena ini bukan habitatnya. Seseorang yang non M yang ditempa dalam atmosfer M lama kelamaan akan mirip M dan ia berevolusi menjadi sosok M. Jika kita bicara tentang sukses di M, ada tambahan2 lain selain diartikel M. Misal, Ability akan sangat berpengaruh ketika ia sudah berada dipapan menengah keatas. Faktor2 lain misal determinasi, persistensi, dll sangat signifikan dalam sukses. Kita belum sampai di bab ini. Baru tahap konstruksi sosok M > Pembahasan di atas beserta contoh soal kok membuat saya berpikir bahwa adalah tipe T. Padahal mimpi2 yg saya bangun lebih cocok buat seorang E atau M, belum terpikir buat saya seperti apa seorang T yg sukses itu. Pak Dhe bisa memberi contoh orang2 bertipe T yg sukses ndak ? (definisi suksesnya menurut Pak Dhe sendiri) # T adalah hanya salah satu elemen sosok M/E. Apakah di M/E, seorang T peluang suksesnya (umumnya) lebih tinggi dari pada F. T bukanlah kecerdasan, T adalah preferensi seseorang untuk lebih banyak menggunakan otak dari pada hati/perasaan. Semua orang selalu menggunakan dua2nya, tetapi sering yang mana. T lebih logis dari pada F. T/F adalah sifat bawaan karena saking seringnya dipakai dimasa kecil. Jadi, tidak ada sukses sebagai T. Yang ada sukses sebagai M/E. Bung Al adalah T tetapi pada saat2 tertentu sosok F akan muncul. Semua orang begitu. Hanya ada yang sering ada yang jarang. Dengan memiliki T, bung Al berpeluang sukses lebih baik daripada yang F. Skala T/F mirip dengan ILC/ELC, hanya indikator untuk me-ngira2 potensi sukses. ILC lebih potensial sukses. T juga begitu. Seorang yang desisif potensinya lebih baik dari pada yang sering dirundung kebimbangan. Seorang yang well done lebih berpeluang dari yang asal2an. Dst, dst. Anda akan mengumpulkan point2 dari sini untuk meng-ira2 dititian M. Jika pointnya banyak, peluang terbuka. Yang masih kurang2 diperbaiki. Misal kurang tegas, maka ia punya waktu untuk menjadi tegas. Jika ia tahu dia F maka ia boleh pilih peranan2 informatif atau berlatih menekuk F manakala ia harus T. Untuk afdolnya, nanti kita adakan psiko test sederhana. Saya bisa pilah2 mana yang pas, mana yang agak pas, mana yang sama sekali tidak pas. Kita selesaikan bab ini dulu baru test.
Trackback(0)
|