|
Pituah |
Cawang di langik tando ka lapeh Ingek di rantiang ka manyucuak Tahu di dahan ka maimpok Tahu di unak kamanyangkuik Pandai maminteh sabalun anyuik
|
|
|
Managerialships (14e) Folow Thrue |
|
|
|
|
Written by S. Brotosumarto
|
|
Wednesday, 22 September 2004 |
|
Fenomena yang seperti itu tampak untuk bisnis2 semacam FedEx, Titipan Kilat, yang relatip sederhana teknologinya. Pada organisasi2 bertekno tinggi semacam IKPT & Rekayasa, maka pada tahap awal para Ir sudah beraktivitas thinking. Mereka yang jatuh keposisi proyek Manajemen akan lebih banyak doing
M [14d] follow thru Oleh : S. Brotosumarto Diposting pada Mailing list UGM (Disadur oleh : Dewis Natra)
Fenomena yang seperti itu tampak untuk bisnis2 semacam FedEx, Titipan Kilat, yang relatip sederhana teknologinya. Pada organisasi2 bertekno tinggi semacam IKPT & Rekayasa, maka pada tahap awal para Ir sudah beraktivitas thinking. Mereka yang jatuh keposisi proyek Manajemen akan lebih banyak doing. Mereka yang ada pada seksi desain atau rekayasa akan lebih banyak thinking dan doing less. Jadi proporsi do-think sangat beraneka ragam tergantung jenis organisasi dan levelnya. Sehingga sulit sekali kita menggeneralisir. Apapun, aktivitas doing tak pernah bisa lepas dari M, bahkan dipuncak. M bukanlah tempat yang tepat bagi pemikir2 murni. Yang menganggap buah pikirannya sudah 'end'. Yang celaka adalah type2 thinker karena umumnya mereka berotak tajam. Mereka harus melalui papan bawah dan dipapan bawah umumnya aktivitas doing dan yang dinilai bagus adalah yang well done, bukan well thought. Banyak pemikir2 yang tersesat di M dan tidak menyadari bahwa sikapnya tentang buah fikiran sudah 'end' bisa2 membawa karirnya ke dead end. Katrin hanya sampai kerekomendasi tindakan2. Temu sebagai M harus melakukan keputusan menjalankan rekomendasi Katrin dan menindak lanjuti. Ia melakukan likuidasi aset. Kesana kemari mencari tambahan modal. Melakukan perundingan2 melelahkan dengan serikat buruh karena ia mau melakukan phk besar2an. Aktivitas Temu 'heboh', penuh dengan doing. Tetapi Temu melakukan itu tanpa banyak beban karena karakternya adalah follow thru. Kertas2 Katrin just a begining. Baru mulai, belon selesai. Ia harus get all the things done. Ia berteriak go, .... go, .... go, .... memacu bawahan2nya, action, .... action, .... action. Terkadang, aktivitas Katrin dirangkap Temu. Ia menganalisis sendiri situasi2 yang dihadapi. ia secara simultan thinkin & doing. Itulah sosok Eksekutip. To excecute ide2, makalah2, slogan2, pengkajian2, teori2, keputusan2, inspirasi2, intuisi, konsep, dll menjadi suatu realita. M mampu MEREALISIR yang di-awang2 menjadi kongkrit. Hasil akir M bukan 'kertas' atau 'omongan' atau 'teori'. Hasil M berupa tangible, bisa berupa laba/rugi, bangunan, kenaikan harga saham, dll. Kehidupannya 'gempar'. Ia rapat kesana kemari. Ia nego dengan ini itu. Ia mengarahkan, Ia bilang, go, .... go, .... go, .... action, .... action, .... action, .... cepat, ...cepat, ..... cepat, selesaikan ini, itu, inu. Tekanan demi tekanan akan dihadapi. Deadline ! Dóllah ngamuk ! Pelanggan ngemplang, pemasok curang, buruh berontak, banjir, longsor, dll, dll. Ia mengkoordinasi, ia mengorganisir, ia memobilisasi. Ia membujuk, mengintimidasi, menyepakati, sengketa, kompromi. Ia berkompetisi, berkolusi, ber team-work, dll. Ia menghadapi bos dungu, staff pembangkang, pelanggan rewel, sejawat curang, dll. Ia plan-direct-ececute-control. Itulah dunia M papan atas. Bagi Katrin itu dunia yang penuh azab dan sengsara. Bagi yang lain itu dunia yang 'gegap gempita', yang heboh, yang asyik, yang memicu adrenalin. M harus mampu mengerjakan sekaligus think & do. Bukan think doang. Bukan doing doang. Ia harus menindak lanjuti. Ia harus follow thru. Ia harus merubah yang dari awang2 nan abstark menjadi substansi, yang kongkrit, yang tangible. Ia tak bisa seperti Einstein hanya dengan berpikir thok menghasilkan teori. Ia tak bisa seperti Katrin yang cukup bilang harus begini ni ni ni, begitu tu tu tu. ACTION ! Bung Al : Tepatnya, aku lebih banyak menyukai pekerjaan berpikir daripada berbuat. Jika bung Al punya sikap bahwa hasil pemikirannya yang dituangkan dalam kertas sudah 'end' dan beliau tak berminat menindak lanjuti maka bung Al termasuk kategori thinker. Profesi yang paling pas adalah sebagai expert, empu, pakar. Alternatip II, mencari organisasi yang pada papan bawah sudah sarat pikir. Alternatip III, jika punya koneksi, mencolot ke jajaran eksekutip papan atas. Alternatip IV merubah sikap. Bukan lagi hasil pikiran sebuah 'end' tetapi membiasakan follow thru sampai selesai, well done. Apapun itu. Jangan 'ngomong doang', jangan berteori thok. ACTION ! To me it is suffices to think ..... Einstein. But I'm not just thingking, I am DOING it. Bill Gates - I am betting on it. go, .... go, .... go, .... action, .... action, .... action, .... Get the show on the road ! ... go, .... go, .... go, ....
Trackback(0)
|
|
|
Yayasan Palanta Cimbuak |
 Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko |
|
Donasi Terakhir |

| Dari | Jumlah | | Harmailis | Rp. 200.007,-- | | Ajo Duta / Mak Uncu | Rp. 1.000.000,-- | | Inyiak Jangkuang | Rp. 56.789,-- | | Dave, Melbourne | Rp. 300.000,-- | Balance Sementara
| Rp. 1.116.796,-- | |
|
Online Sekarang |
|
We have 21 guests and 22 members online |
|