Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Malompek samo patah
Manyaruduak samo bungkuak
Tatungkuik samo makan tanah
Tatalantang samo minum aie
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Peribahasa Minang Bidang Sosial Budaya Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Idrus Hakimy Dt. Rajo Panghulu   
Jumat, 15 Oktober 2004
Index
Peribahasa Minang Bidang Sosial Budaya
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
Halaman 17
Halaman 18
Halaman 19
Halaman 20

Pengantar
Didorong oleh rasa cinta kepada Kebudayaan/Adat Minang kabau yang merupakan ke-Bhinnekaan dari Kebudayaan Nasional Indonesia, serta menyadari bahwa Adat Minangkabau adalah merupakan pengetahuan yang mengandung arti dan ajaran yang mencangkupi setiap aspek kehidupan dalam masyarakat adalah tersimpan dalam bentuk pepatah-petitih, mamang, bidal pantun dan gurindam.

Dalam pepatah-ptitih, mamang, bidal pantun dan gurindam itulah tersimpan mutiara-mutiara dan kaedah-kaedah yang tinggi nilainya untuk kepentingan hidup bergaul dalam masyarakat. Dimana kalimat demi kalimat yang disusun, diucapkan dengan kata-kata kiasan ( indirek ), yang juga merupakan kesukaran untuk memahami arti dan tujuannya tanpa membaca arti yang tersirat didalamnya.

1000 buah pepatah-petitih yang kita himpun ini adalah sebahagian kecil dari 500.000 pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun di Minangkabau, yang pernah dipelajari oleh seorang pelancong dari negri Cina yang namanya ITSING 455 th. SM, yang datang ke negri Saruaso dan Pariangan Padang Panjang sekarang ( Keterang Alm. Dt Batuah Tj,. Barulak Batusangkar dan Dt Tumbijo Dirajo Batipuah )

Semoga usaha saya ini akan mengetuk hati putra Minangkabau ( Sumbar ) untuk menggali dan menghimpun 499.000 lagi dari pepatah-petitih Minangkabau yang sekarang masih tersimpan dalam Tambo Adat Minangkabau atau para ahli Adatnya. Dan kemudian dapat disumbangkan dalam membangun dan memperkaya Kebudayaan Nasional Indonesia yang kita cintai.

Saya mengaharapkan perbaikan disana sini kalau kiranya ditemui kekhilafan dalam mengartikannya, begitupun dalam menyusun kalimat demi kalimat, dan kemudian kepada ALLAH yang Alim jua saya berserah diri.

Penulis :
Idrus Hakimy Dt. Rajo Panghulu
Disadur Oleh :
Erwin Moechtar
Sumber :
1000 Pepatah – Petitih – Mamang - Bidal - Pantun - Gurindam

Tulisan terkait :
- Peribahasa Minang Bidang Sosial dan Politik
- Peribahasa Minang Bidang Ekonomi
- Peribahasa Minang Bidang Hukum
- Peribahasa Minang Bidang Ke-Agamaan


Peribahasa Minang Bidang Sosial Budaya 

=a=


1.
Anak nalayan mambaok cangkua,
mananam ubi ditanah darek.
Baban sakoyan dapek dipikua,
budi saketek taraso barek.
                  

Beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat

2.
Anak ikan dimakan ikan,
gadang ditabek anak tenggiri.
Ameh bukan perakpun bukan,
budi saketek rang haragoi

Hubungan yang erat sesama manusia bukan karena emas dan perak, tetapi lebih diikat budi yang baik.

3.
Anjalai tumbuah dimunggu,
sugi sugi dirumpun padi.
Supayo pandai rajin baguru,
supayo tinggi naikan budi.

Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemulian hanya didapat dengan budi  yang tinggi

4.
Alu tataruang patah tigo,
samuik tapijak indak mati.

Sifat seseorang yang tegas bertindak atas kebenaran dengan penuh bijaksana

5.
Tarandam randam indak basah,
tarapuang apuang indak hanjuik.

Suatu persoalan yang tidak didudukan dan pelaksanaannya dilalaikan.

6.
Anjuik labu dek manyauak,
hilang kabau dek kubalo.

Karena mengutamakan suatu urusan yang kurang penting hingga yang lebih penting  tertinggal karenanya.

7.
Anguak anggak geleng amuah,
unjuak nan tidak babarikan.

Sifat seseorang yang tidak suka berterus terang dan tidak suka ketegasan dalam  sesuatu.

8.
alua samo dituruik,
limbago samo dituang.

Seorang yang mentaati perbuatan bersama dan dipatuhi bersama.

9.
alang tukang binaso kayu,
alang cadiak binaso Adat,
alang arih binaso tubuah.

Seseorang yang pengetahuannya tidak lengkap serta keahliannya tidak cukup dalam mengerjakan sesuatu.

10.
Alat baaluah jo bapatuik
makanan banang siku-siku,
kato nan bana tak baturuik
ingiran bathin nan baliku.

Seseorang yang tidak mau dibawa kejalan yang benar menandakan mentalnya telah rusak                                                            

11.
alah bauriah bak sipasin,
kok bakiek alah bajajak,
habih tahun baganti musim
sandi Adat jangan dianjak

Walaupun tahun silih berganti musim selalu beredar, tetapi pegangan hidup jangan  dilepas.

12.
Adat biaso kito pakai,
limbago nan samo dituang,
nan elok samo dipakai
nan buruak samo dibuang.

Yang baik sama dipakai, yang buruk sama ditinggalkan.

13.
Anak-anak kato manggaduah,
sabab manuruik sakandak hati,
kabuik tarang hujanlah taduah,
nan hilang patuik dicari.

Sekarang suasana telah baik, keadaan telah pulih, sudah waktunya menyempurnakan kehidupan.

14.
Anggang nan datang dari lauik,
tabang sarato jo mangkuto,
dek baik budi nan manyambuik,
pumpun kuku patah pauahnyo.

Seseorang yang disambut dengan budi yang baik dan tingkah laku yang sopan, musuh sekalipun tidak akan menjadi ganas.

15.
Anjalai pamaga koto,
tumbuah sarumpun jo ligundi,
kalau pandai bakato kato,
umpamo santan jo tangguli.

Seseorang yang pandai menyampaikan sesuatu dengan perkataan yang baik, akan enak didengar dan menarik orang yang dihadapi.

16.
Atah taserak dinan kalam,
intan tasisiah dalam lunau,
inyo tabang uleklah tingga,
nak umpamo langgau hijau.

Seseorang yang menceraikan istrinya yang sedang hamil, adalah perbuatan tidak baik.

17.
aia diminum raso duri,
nasi dimakan raso sakam.

Seseorang yang sedang menanggung penderitaan bathin.

18.
adaik rang mudo manangguang rindu,
adaik tuo manahan ragam.

Sudah lumrah seorang pemuda mempunyai suatu idaman, dan lumrah seorang yang telah tua menahan banyak karena umurnya.

19.
Alah limau dek mindalu,
hilang pusako dek pancarian.

Kebudayaan asli suatu bangsa dikalahkan oleh kebudayaan lain.

20.
Adat dipakai baru,
jikok kain dipakai usang.

Adat Minang Kabau kalau selalu diamalkan dia merupakan ajaran yang bisa berguna sepanjang zaman.
                                                                                                                             


Terakhir kali diperbaharui ( Kamis, 07 April 2005 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online MinangSaat ini Radio Cimbuak
sedang Offline
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 14 ) Anggota 14
 Tamu ( 7 ) Tamu 7
  Total  21
 Angoota ( 6,433 ) Angoota  6,433


Statistik
Agg Baru  rajo kayo
Hari Ini 15
Minggu Ini 76
Bulan Ini 331
Tahun ini 2,574
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 7 pengunjung dan 14 anggota yang online
User Terbaru

itsugaira

Terdaftar pada
2008-05-09 12:41:13

Pengunjung: 2952549