Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Sakali kato rang lalu
Anggap angin lalu
Duo kali kato rang lalu
Anggap garah samo gadang
Tigo kali kato rang lalu
Jan takuik darah taserak
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Managerial (14h) Penyihir dan Sang Pangeran PDF Print E-mail
Written by S. Brotosumarto   
Monday, 25 October 2004
Kolusi Pemikir2 dan Eksekutif2 dapat digambarkan dari berbagai sejarah dan legenda2, yang satu mikir, satunya bertindak. Sang pemikir umumnya bertindak sebagai penasehat sang pelaku.
 
Aristoteles & Iskandar yang Agung. Aristoteles mengajarkannya sejarah, tatanegara, filsafat, dll. 
 

Managerialships [14h] : Penyihir & Sang Pangeran (Jeda)
Oleh S. Brotosumarto
Diposting pada mailing list UGM (Disadur oleh : Dewis Natra)
 



Kolusi Pemikir2 dan Eksekutif2 dapat digambarkan dari berbagai sejarah dan legenda2, yang satu mikir, satunya bertindak. Sang pemikir umumnya bertindak sebagai penasehat sang pelaku.
 
Aristoteles & Iskandar yang Agung. Aristoteles mengajarkannya sejarah, tatanegara, filsafat, dll.
 
Ahli Sihir Merlin Gerin dan King Arthur Pendragon dengan pedang Exaliburnya yang tersohor. Legenda dinegara Inggris
 
Nicolo Machiaveli, penasehat politik keluaraga bangsawan Florence dan menerbitkan buku Il Price tentang memegang tampuk kekuasaan
 
Ki Juru Mertani penasehat Danang Sutowijoyo yang nantinya bergelar Panembahan Senopati. Ia sang dalang yang memaparkan strategi mengalahkan Ario Penangsang sang adipati Jipang Panolan dan Ki Ageng Mangir dari Wonoboyo.
 
Sri Kresna sebagai penasehat Pandawa. Kresna praktis doing nothing, paling banter jadi sopir kereta perang. Ia yang mengatur strategi bagaimana mengalahkan Eyang Bisma dengan bencong Radhèn Srikandi. Pengapesan Duryudana yang ada dipahanya. Menipu Jayadrata, dll.
 
Sunan Kudus sebagai penasehat Ario Penangsang Adipati Jipang Panolan.
 
Karl Marx sebagai konseptor komunisme melalui gagasannya Das Kapital dan ditindak lanjuti oleh Lenis, Partai Bolshevik, dll, sehingga terbentuk negara komunisme.
 
Para pemikir2 itu bak ahli sihir, hasil2 pemikirannya yang nyaris doing nothing, yang ngomong doang, yang berteori thok, bisa sangat substansial mempengaruhi peradaban manusia. Percikan permenungan jamangah filosofiah Yunani > 2,500 tahun yll masih menjadi bahan pembicaraan. Para Nabi termasuk golongan ini, obyeknya tentang kemanusian, budi pekerti, ketuhanan, moralitas, dsb. Dengan dua pengecualian. Nabi Musa mampu menjadi eksekutip tetapi beliau one man show. Nabi Muhammad memiliki kecakapan eksekutip dan mampu mendelegasikan lewat Khalifah Rasyidin, Jendral2 Khalid ibn Walid, dll.
 
Umumnya, para pemikir hidupnya bersahaja dan eksekutip2nya ngejreng. Pemikir berorientasi pada 'what is correct' sedangkan Eksekutip 'what need to be done'.  Kebanyakan eksekutip cerdas tetapi mereka tak cukup waktu untuk berpikir dalam saking banyaknya interupsi. Misal lagi asyik uthak uthik, ..... kriiiiiiiiing. Kembali lagi ke yang diuthak uthik tadi, .... lupa sampai dimana. Eksekutip memiliki kemampuan belajar cepat walau nggrambyang. Mampu berpikir multidimensional karena ngurusi multidisiplin. Pemikir bisa lebih thimik2 dan jika 'jadi', hasil permenungannya hebat sekale.
 
Cukup banyak yang bisa dua2nya, sebagai pemikir murni dan eksekutor. Dalam skala gurem, saya mampu menjadi thinker murni, yang berteori dan ngomong doang, seperti peran yang saya lakonkan dalam postingan M. Pembaca bisa menilai kecakapan saya berteori, berkonsepsi, merumuskan, menganalisis, dlsb. Hasil karya saya sebagai eksekutor bisa dilihat di kilang2, kawasan2 industri, dll. Episode eksekutip bagi saya sudah usai, sudah 'end'. Episode sebagai E gadungan masih sedikit2 saya jalani, masih on going. Tetapi saya tidak suka jadi teoretikus gadungan miskin.
 
Banyak dari mereka yang cerdas2 atau merasa pandai cenderung bingung ber-tanya2 kenapa ia yang diperkirakannya tidak lebih pandai darinya kok lebih ngejreng ? Banyak sebabnya, salah satunya adalah si ngejreng2 itu lebih cakap dalam mengarahkan, eksekusi, mengendalikan, menindak lanjuti, dlsb. Mereka punya sense of completion, sense of crises, sense of deadline, closure, definiteness, firmness, action, stettleness, dlsb lebih akut dari pada umumnya. Bagaimanapun juga memiliki dua2nya do & think sangat disarankan. Mimpi, inspirasi, intuisi, ide, visi, cita2, dll akan lebih bermakna bila kita eksekusi, bila kita follow thru, .... Jangan sampai 'end' di thingking, di dreaming, di kayalan.
 
But, we are not just DREAMING or THINKING only. We are EXECUTING it. We are BETTING on it. We are boosting our capabilities in thingking, doing, and betting.
 
Go, .... go, ...... go, ....... get all the damned things well done, ..... go, .... go, .... go, .....

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 3 members online
Generated in 3.03682 Seconds