|
Kota Bukittinggi yang terletak hampir ditengah?tengah pulau Sumatera di atas jajaran Bukit Barisan, dengan konfigurasi fisik berbukit dan berlembah serta berhawa sejuk. Di kota ini terdapat objek?objek wisata alam dengan pemandangan yang indah,dengan luas wilayah 25,239 km2 yang terdiri dari 27 bukit, diantaranya :
Bukit Mandiangin Bukit Ambacang Bukit Upang?upang Bukit Pauah Bukit Lacia Bukit Jalan Aua Dalam Pasa Bukit Cindai Bukit Campago Bukit Gumasik Bukit Gamuak Bukit Guguak Bulek Bukit Sangkuik Bukit Apit Bukit Pinang Sabatang. Bukit Malambuang. Bukit cubadak Bungkuak Bukit Sarang Gagak Bukit Tambun Tulang Bukit Cangang Bukit Parit Natuang Bukit Paninjauan Bukit Sawah Laweh Bukit Batarah Bukit Panganak Bukit Kandang kabau Bukit Gulimeh Lembah yang sangat terkenal adalah Ngarai sianok yang terletak pada sisi barat Kota Bukittinggi terdapat jurang yang curam dengan kedalaman 100 M serta mempunyai kemiringan antara. 800 ? 900 yang menjadi daya tarik Pariwisata. Disamping itu Kota Bukittinggi dilatar belakangi oleh tiga gunung yaitu : Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago,sehingga sebutan Kota Tri Arga sangat populer sebagai julukan untuk daerah ini.. Secara geografis Bukittinggi terletak antara 100,210 ? 100,250 BT dan antara 00,76 ? 00,190 LS dengan ketinggian 909 ? 941 m diatas permukaan laut, udara sejuk dengan suhu berkisar antara 16,10 o ? 24,90o C Pada umumnya di kota ini banyak turun hujan, rata?rata 2,381 milimeter pertahun dengan jumlah hujan rata?rata 193 hari pertahun dan kelembaban hawa berkisar antara min 82,0 ? 90,8 % max. PEMBAGIAN WILAYAH ADMINISTRATIF Kota Bukittinggi berbatasan dengan kecamatan dalam wiiayah Kabupaten Daerah Tingkat II Agam, yaitu : Sebelah Utara dengan Kecamatan Tilatang Kamang Sebelah Selatan dengan Kecamatan Banuhampu Sungai Puar Sebelah Barat dengan Kecamatan IV Koto Sebelah Timur dengan Kecamatan IV Angkat Candung Kota Bukittinggi saat ini terdiri atas 3 Kecamatan dengan 24 Kelurahan. Setelah keluarnya Peraturan Pemerintah No. 84 Tahun 1999 tanggal 07 Oktober 1999 tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Bukittinggi akan mengadakan perubahan batas wilayah dengan memasukkan sebagian Wilayah Kabupaten Agam ke dalam wilayah Kota Bukittinggi, sehingga nantinya Kota Bukittinggi mempunyai luas 145,299 krn2 yang terdiri dari 7 kecamatan dan 58 Kelurahan/Desa dengan jumlah penduduk lebih kurang 175.452 jiwa. KECAMATAN BUKITTINGGI UTARA Luas wilayah 12,156 km2 (48,16%), mempunyai penduduk sebanyak 33.776 orang dengan kepadatan rata?rata 930 jiwa per?km2. Kecamatan ini terdiri dari 9 Kelurahan, yaitu : 1. Kelurahan Campago, Ipuh 2. Kelurahan Campago Guguk Bulek 3. Kelurahan Kubu Gulai Bancah 4. Kelurahan Puhun Tembok 5. Kelurahan Puhun Pintu Kabun 6. Kelurahan Manggis 7. Kelurahan Pulai Anak Air 8. Kelurahan Garegeh 9. Kelurahan Koto Selayan KECAMATAN GUGUK PANJANG Luas wilayah 6,831 km2 (27,07%) mempunyai penduduk sebanyak 39.533 orang dengan kepadatan rata?rata 5.638 jiwa per?km2? Kecamatan ini terdiri dari 7 Kelurahan, yaitu 1. Kelurahan Kayu Kubu 2. Kelurahan Pakan Kurai 3. Kelurahan Benteng Pasar Atas 4. Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang 5. Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah 6. Kelurahan Tarok Dipo . 7. Kelurahan Bukit Apit Puhun KECAMATAN AUR BIRUGO TIGO BALEH Luas wilayah 6,252 km2 (24,77%), mempunyai penduduk sebanyak 21.041 orang dengan kepadatan rata?rata 3.316 jiwa per?km2. Kecamatan ini terdiri atas 8 Kelurahan yaitu : 1. Kelurahan Belakang Balok 2. Kelurahan Birugo 3. Kelurahan Aur Kuning 4. Kelurahan Sapiran 5. Kelurahan Kubu Tanjung 6. Kelurahan Pakan Labuah 7. Kelurahan Ladang Cakiah 8. Kelurahan Parit Antang KEPENDUDUKAN Kota Bukittinggi mempunyai penduduk menurut data terakhir 94.350 orang dengan laju pertumbuhan rata?rata 1,14 % dan kepadatan rata?rata 3.738 jiwa per?km2. Dengan semangat membangun masyarakat Bukittinggi yang cukup menggembirakan, terbukti dengan meningkatnya kesejahteraan hidup yang umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang,pegawai, petani,pengusaha industri kecil dan kerajinan serta jasa?jasa lainnya, dengan income perkapita tahun 2001 Rp. 7.252.442,48 Sebagian besar penduduk kota Bukittinggi beragama Islam sekitar 97,14 % dan selebihnya beragama Katolik, Protestan, Budha, Hindu. Penduduk terpadat berdomisili di Kecamatan Guguk Panjang, karena pusat perdagangan dan kegiatan lain sebagian besar berada di kecamatan tersebut,dengan kepadatan rata?rata 5.787 jiwa/km2. JULUKAN KOTA BUKITTINGGI Bukittinggi walaupun kecil, namun banyak menyandang nama atau julukan yang sangat membanggakan warganya, yaitu : 1. KOTA PENDIDIKAN Semenjak zaman Penjajahan Belanda di Bukittinggi tdlah banyak berdiri sekolah ? sekolah, seperti MOSVLA dan WEEK school, yang satu?satunya untuk pulau Sumatera : MULO, HIS, AMBACH SCHOOL (Sekolah Kejuruan) dan pada zaman kemerdekaan berdiri Sekolah Kepolisian Wanita dan Sekolah Kadet yang pertama di Indonesia bahkan Universitas Andalas yang sekarang berada di Padang, dahulunya berada dan didirikan di Bukittinggi, dengan demikian Bukittinggi dikenal dengan julukan Kota Pendidikan. 2. KOTA PERJUANGAN Bukittinggi pernah ditunjuk sebagai kota kedua tahun 1948 ? 1949 setelah Yogya jatuh ketangan penjajah. Bukittinggi juga pernah menjadi lbu Kota Propinsi Surnatera Tengah. Sewaktu perjuangan fisik Wakil Presiden pertama Republik Indonesia Bapak Drs. Mhd. Hatta pernah bertempat tinggal di Bukittinggi di lokasi tersebut dibangun sebuah gedung yang dinamakan Istana Bung Hatta. 3. KOTA JAM GADANG Jam Gadang sebagai ciri khas Bukittinggi didirikan pada zaman penjajahan. tahun 1926 yang berada di tengah Kota, sampai saat ini Bukittinggi sering juga dijuluki Kota Jam Gadang. 4. KOTA TRI ARGA Dengan dilatar belakangi.oleh tiga Gunung yaitu : Gunung Merapi, Gunung Singgalang dan Gunung Sago, orang juga menyebut Kota Bukittinggi dengan sebutan Kota Tri Arga, melihat pemandangan alamnya sangat memukau yang mengingatkan kita kepada kebesaran Allah SWT. 5. KOTA WISATA Dengan potensi hawanya yang sejuk banyak para pelancong ingin beristirahat di Bukittinggi disamping banyaknya objek?objek wisata di sekitarnya, yang mudah dijangkau sehingga menjadikan paket sebagai daerah tujuann wisata Sumatera Barat. Pada tanggal 11 Maret 1984 Pernerintah Kota Bukittinggi dengan resmi mencanangkan "BUKITTINGGI KOTA WISATA'. 6. KOTA PELAYANAN KESEHATAN Bukittinggi sebagai Kota pelayanan kesehatan yang mempunyai beberapa rumah sakit tempat pelayanan kesehatan diantaranya R.S. DR. ACHMAD MUCHTAR, R.S. YARSI/IBNU SINA, RUMKIT TNI AD TK. IV dan RSUP yang akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit Sentra Strok Nasional. Dari data bahwa 85% pasien yang dilayani berasal dari luarkota Bukittinggi diantaranya daerah lain 15 % berasal dari luar propinsi Sumatera Barat. 7. KOTA JASA DAN PERDAGANGAN Bukittinggi sebagai kota jasa dan perdagangan mempunyai tiga pasar yaitu PASAR ATAS, PASAR BAWAH dan PASAR SIMPANG AUR dengan pertumbuhan pedagang kurang lebih 16 % ? 18 % pertahun. Perturnbuhan Jasa dan perdagangan yang ditentukan dari ketiga pasar bukan hanya daerah dalam propinsi Sumbar bahkan propinsi lain di luar Sumbar, termasuk negara tetangga. Sumber : website : http://kpt-bukittinggi.go.id/
|
1. Ditulis oleh khanesa pada Senin, 09 Januari 2006 | 2. Lokasi/tampek Bukik Ditulis oleh lizen pada Senin, 20 Pebruari 2006 Nan jadi tanyo diambo, dima sabananyo lokasi bukik-bukik tu bilo di peta kota Bukittinggi, atau baa manjalehkannyo tampek bukik-bukiktu, misal bukik Apik di bulakang rimah sakik umum, bukik Canganng di bulakang Rumah sakik Islam, bukik Ambacang tampek pacuan kudo, apo itu batua nan ambo sabuikantu???. Kalau Jam Gadang di bukik apo, pasa Ateh di bukik apo, Kabun Binatang di bukik apo, hotel Novotel di bukik apo, musajik Raya di bukik apo dll. Mohon informasi latak ka 27 bukiktu admin cimbuak.com atau penda kota Bukittinggi, tarimo kasih banyak. |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |