Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan babarih nan dipahek
Nan baukua nan di kabuang
Jalan luruih nan ditampuah
Labuah Pasa nan dituruik
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tanda-Tanda Takut kepada Allah PDF Print E-mail
Written by M. Naqib Pilu   
Friday, 05 November 2004

Abu Laits telah menegaskan, bahwa seseorang dinyatakan takut kepada Allah
SWT dapat terlihat tanda-tandanya dalam tujuh macam hal sebagai berikut:

  1. Ia memiliki lidah yang selalu menjadikannya sibuk berdzikir atau
    bertasbih kepada Allah  dengan membaca Al-Qur'an dan mempelajari ilmu agama
  2. Ia memiliki hati yang selalu mengeluarkan dari dalam hatinya
    perasaan tidak bermusuhan, iri, dengki dan lain sebagainya.
  3. Penglihatannya tidak akan memandang kepada hal-hal yang haram, tidak memandang dunia dengan keinginan hawa nafsu, tetapi ia memandanginya dengan mengambil i'tibar dan pelajaran. Rasulullah SAW bersabda; "Barang siapa memenuhi matanya dengan hal-hal yang haram, Allah  SWT akan memenuhi matanya
    besok di hari kiamat dengan api neraka".
  4. Perutnya, dia tidak memasukkan hal-hal haram kedalamnya, sebab yang demikian itu adalah perbuatan dosa, seperti sabda Nabi kita Muhammad SAW yang artinya: "Ketika sesuap haram masuk dalam perut anak cucu Adam, semua malaikat di bumi dan di langit membenci dan melaknat kepadanya, selama suapan itu masih berada dalam perutnya dan kalau ia mati dalam keadaan
    seperti itu, maka tempatnya adalah jahanam.
  5. Tangannya, dia tidak memanjangkan tangannya kearah hal-hal yang haram, tetapi memanjangkannya untuk memenuhi keta'atan.
  6. Telapak kakinya, dia tidak berjalan kepada hal-hal yang haram atau kedalam kemaksiatan, tetapi berjalan di jalan Allah SWT dengan bersahabat atau berteman dengan orang-orang yang sholeh.
  7. Keta'atannya, dia menjadikan keta'atannya itu murni dan ikhlas
    karena Allah  SWT.

Amaliah-amaliah yang tersebut diatas, memang tidak mudah untuk dilaksanakan, tetapi bagi orang-orang yang benar-benar mengharapkan kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak, beban berat yang mesti dilaksanakan itu bukan lagi menjadi persoalan, meskipun ia harus merangkak sedikit demi sedikit.

Sudah barang tentu, untuk menanamkan rasa takut kepada Allah SWT hingga mendarah daging dan tertanam atau terpanteri di dalam hati, harus terlebih dahulu membiasakan diri dengan memenuhi perintah Allah SWT mulai sejak kecil. Oleh karena hal tersebut, sudah sepatutnyalah kita mengajak dan mendidik anak-anak dan adik-adik kita untuk sholat, membaca Al-Qur'an, beramal shaleh, menta'ati segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Insya Allah dengan usaha seperti itu dari hari ke hari, ketaqwaan kita akan selalu bertambah dan meningkat terus, dan ingatlah bahwasanya iman yang kita miliki terkadang bertambah dan terkadang berkurang, "al-imaanu yazdaadu wa yanqushu", dan ketika iman kita berkurang atau menurun, maka syaitan menjadi kuat menguasai diri kita di sebabkan karena pertolongan nafsu dan segala kesenangannya, pada saat itulah kita
tertipu oleh hawa nafsu. "Musuhmu yang paling jahat adalah nafsumu sendiri yang berada diantara kedua sisimu".

Dengan demikian berarti kita harus mempunyai modal besar dalam mengarungi hidup yang penuh dengan aneka ragam godaan syetan dan duniawi. Allah  SWT berfirman:  "Dan hendaklah setiap manusia memperhatikan apa yang dia ajukan untuk hari esok".

Dengan memenuhi perintah Allah SWT, tentu kita akan senantiasa mengoreksi diri, apa kekurangan kita? Apa kesalahan kita? Dan kapan kita memperbaiki diri? Kapan kita berbuat amal kebajikan? Kapan kita beramal sholeh?.
Dengan demikian, tepatlah apa yang di katakan oleh Sayyidina Umar bin
Khattab Radiallahu 'anhu: "Hisabilah  diri kalian atau adakanlah perhitungan pada diri kalian sebelum kalian di hisab".

Sekali lagi marilah kita adakan perhitungan, sudahkah kita penuhi
perintah-perintah Allah? Dan sudahkah kita menjauhi larangan-laranganNya!



Sumber : Milis Pesantren Virtual

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 24 guests and 16 members online
Generated in 0.64714 Seconds