Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Dek ribuik rabahlah padi
Dicupak Datuak Tumangguang
Hiduik kok tak babudi
Duduak tagak kamari cangguang
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Melanglang ke Ranah Minang (2) PDF Print E-mail
Written by Early   
Friday, 05 November 2004
Hari ketiga di Ranah Minang…
Setelah semalam tidur nyenyak di Hotel Sumpur, tibalah pagi yang saya nanti-nantikan.. memandang matahari terbit dari belahan langit di ufuk timur yang menghampar di atas Danau Singkarak. Aduh..jam 5 pagi itu rasanya exciting juga melihat sedikit demi sedikit cahaya matahari yang dimulai dengan semburat merah dan kemudian menguning....persis suasana suatu pagi di bulan November 2003 ketika saya melongokkan kepala dari jendela kamar saya di lantai 5 di Theodor-Heuss Academy ke kota kecil Gummersbach Jerman.

 

 Saya memang selalu menyukai suasana pagi…mungkin juga karena nama saya adalah Early…J Terima kasih kakek dan ayah yang memberi nama saya…
Puas menatap proses terbitnya matahari saya buru-buru mandi dan bersiap diri untuk perjalanan berikutnya, tentu saja setelah sarapan di pinggir danau sambil memandang beberapa nelayan mendayung sampan di pagi yang agak berkabut itu…. Sambil menikmati suasana pagi di desa sekitar Danau Singkarak dengan rumah-rumah adat Minang yang terkesan tua di sepanjang jalan, saya jadi kepingin tahu..gimana ya mereka merawat warisan leluhurnya ? Karena, sayang sekali..banyak diantara atap-atap rumah gadang yang memang telah cukup tua itu sudah berkarat dan kayu-kayu yang menyangga rumah sudah banyak pula yang lapuk… Kepengin rasanya punya rumah gadang di suasana kampung yang sejuk dengan suasana desa yang guyub (nah, ini bahasa Jawa..artinya dalam bahasa Indonesia apa ya ?), pokoknya kaya' iklan di RCTI itu lho…..J

Tapi, yang lebih mengejutkan saya juga adalah banyakya anjing yang berkeliaran di sepanjang jalan, padahal sepengetahuan saya khan masyarakat Minang kan sebagian besar muslim ? Ternyata, anjing-anjing itu dipelihara untuk menjaga ladang dan sawah serta diajak berburu agar aman dari serangan babi hutan ! O..jadi begitu ya…

Di separuh jalan balik menuju Padang Panjang, di rute yang sama semalam sebelumnya ketika kami datang dari arah Istana Pagaruyung, seorang teman mengusulkan kami melewati rute lain yang lewat kampung-kampung, bahkan di sepanjang pusat gempa pada beberapa bulan lalu..Masih tersisa beberapa rumah roboh yang belum diperbaiki, ada juga yang masih menumpuk material bangunan di pinggir jalan…yah, jalan yang sempit jadi lebih sempit lagi…tapi nggak apa, kami menikmati semuanya di pagi itu..sambil sesekali berhenti memotret saat melewati pemandangan yang begitu indahnya..

Sesampai di Padang Panjang lagi, kami langsung menuju ke arah Kota Bukittinggi…tentu saja juga mampir ke kawasan Pandai Sikek, mengagumi sulaman emas halus untuk kain dan selendang yang indah atau untuk hiasan dinding, yang dikerjakan kadang sampai berbulan-bulan oleh para pengrajinnya..hm, pantas saja harganya mahal. Kami jadi maklum….

Melewati pusat oleh-oleh krupuk sanjai…kami putuskan untuk belok kiri dan terus saja ke arah Danau Maninjau. Suasana sehari menjelang HUT RI, ternyata masyarakat sangat antusias untuk merayakannya dengan berbagai macam cara, jalan sehat para manula, dan bertemu dengan suasana lomba gerak jalan lagi…kali ini pesertanya anak-anak SD. Waduh, sungguh pemandangan yang menyenangkan ! Mereka tampak bersemangat meski saya yakin mereka capek karena jalannya yang agak naik turun dengan pemandangan perbukitan sekelilingnya…jalan yang sempit jadi macet karena kami harus mengalah dengan suasana riuh gerak jalan itu… Saya puas bisa memandang wajah-wajah mereka..anak-anak generasi bangsa…Dalam hati saya berdoa mudah-mudahan mereka bisa menjadi anak yang baik, mempunyai tanggung jawab bagi kemajuan bersama, dan yang penting, mereka bisa terus menuntut ilmu sejauh yang mereka mampu..mudah-mudahan keluarganya juga peduli akan pentingnya pendidikan, siapa tahu ada yang meniru jejak Hatta, Sjahrir, atau Agus Salim suatu hari kelak, amiin… (Wuih..kok kesannya romantis banget…) 

Dan memang, di sepanjang jalan menuju Danau Maninjau..karena hari Senin itu sepertinya tidak efektif bagi pembelajaran di kelas, banyak sekali anak-anak dari SD sampai SMU yang melakukan berbagai lomba, bahkan yang anak-anak TK pun ada…J Lomba menari, menyanyi, mendirikan tenda atau panggung untuk perayaan HUT RI, dsb. Melewati kota-kota kecil termasuk Koto Gadang, dengan suasana damai nan sejuk di sekeliling perbukitan membuat hati juga ikut damai karena tidak dijumpai hiruk pikuk seperti suasana kota besar pada umumnya….

Ketika mulai menyusuri tikungan demi tikungan di 44 kelokan yang terkenal itu..seorang teman mulai bercerita tentang riwayat terbentuknya Danau Maninjau..tentang dua saudara sepupu yang saling jatuh cinta, tetapi difitnah berbuat zina oleh saudara kandungnya sendiri yang tidak setuju dengan hubungan mereka, yang kemudian sejoli itu bersumpah bahwa mereka tidak melakukan apa yang difitnahkan tersebut dan akhirnya gunung tempat mereka bersumpah terbelah..lalu jadilah Danau Maninjau yang indah itu….Sungguh, cerita yang dramatis ya ?
 Danau Maninjau
Kembali menyusuri 44 kelokan… ternyata, di beberapa kelokan itu juga terdapat monyet - monyet liar seperti yang ada di Lembah Anai..jadilah kami melempar camilan ke arah mereka dan diburu dengan antusias, sementara mobil tidak boleh berhenti di sepanjang tikungan - tikungan itu. Pemandangan ke arah Danau Maninjau dari kelokan sungguh menakjubkan, apalagi suasana tidak begitu panas, bahkan cenderung agak mendung..membuat udara juga semakin dingin. 
Akhirnya sampailah kami di kampung halaman HAMKA, sebuah kota kecil yang agak ramai..dengan beberapa fasilitas wisata seperti restoran, hotel atau kafe kecil yang menghadap ke arah Danau Maninjau. Kami terus menyusuri jalan menuju kawasan wisata yang dibangun dekat PLTA Maninjau yang dikelola PLN, sayangnya..kawasan wisata ini kurang terawat (aduh…saya kok lupa ya nama tempat wisata ini..L), sehingga kami hanya duduk-duduk sambil memandang danau biru…tapi, sebenarnya ada juga lho kapal yang bisa disewa untuk keliling danau, sepertinya sih terbatas..soalnya saat kami di sana hanya ada satu kapal yang baru saja berangkat membawa turis mancanegara ke kampung seberang dengan melintasi Danau Maninjau.
Selama kurang lebih setengah jam kemudian, kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Kembali menyusuri kelokan - kelokan itu, mata saya tidak lepas dari Danau Maninjau yang nun jauh sedikit demi sedikit, dalam hati..kapan ya saya bisa kembali ke sini lagi ?
Sepanjang perjalanan menuju Bukittinggi, terasa cepat..panas sudah mulai kami rasakan karena memang sudah jam makan siang, hehe… setelah chek in di Novotel Corelia, kami lanjutkan makan siang di RM Simpang Raya, waduh..betul-betul rame siang itu ! Dan tentu saja baru kali itu saya bisa merasakan makan masakan Padang yang sesungguhnya, karena suasananya, karena keasliannya mungkin…tapi, tak lama kemudian kami harus berpisah. Saya akan melewati suasana di Kota Bukittinggi sendirian..karena, teman-teman saya juga harus kembali ke Padang dan Padang Panjang, terima kasih semuanya….

Setelah istirahat sebentar, di sore yang cerah itu saya memutuskan untuk berjalan-jalan..hm, belanja di Pasar Atas ternyata sungguh mengasyikkan, sambil tak lupa membeli oleh-oleh songket buat keluarga….kemudian saya juga beristirahat sejenak di sekitar 'plaza' Jam Gadang bersebarangan dengan Istana Bung Hatta. Suasana ramai riuh rendah dengan bermacam-macam celoteh anak-anak, banyak juga yang saling berfoto, dikelilingi Gunung Merapi dan Singgalang…Sungguh, Bukittinggi adalah kota yang cantik. Seorang teman berdarah Minang yang sekarang tinggal di Virginia AS pernah mengatakan kalau Kota Bukittinggi adalah kota terindah se-Sumatra, betulkah ? Rasanya memang benar pendapatnya..J Bahkan kita bisa jalan-jalan menyusuri kota dengan naik bendi lho…tidak mahal kok ongkosnya.

Senja di Bukittinggi juga sangat indah..saya menengok ke arah Ngarai Sianok di kejauhan yang bisa saya saksikan dari jendela kamar di Novotel, menakjubkan, subhanallah… Rasanya tak berlebihan jika kita mampu memberikan yang terbaik untuk hidup kita setelah menyaksikan senja yang indah itu… 

 Ngarai Sianok
Ketika beranjak malam, ternyata suasana tak kalah semarak, saya jadi tak enggan untuk jalan-jalan di sekitar Jam Gadang itu lagi…apalagi, saat itu adalah malam tujuh belasan, saatnya beberapa barisan dari unsur TNI, anak-anak sekolah, pramuka dll pawai lengkap dengan drum band dan obor yang membuat meriah suasana.. Dan kesibukan para pegawai hotel juga tak kalah, mereka mulai bersiap-siap memasang bilah bambu di atas kolam renang untuk lomba gebuk bantal keesokan harinya…J
 Lomba Gebuk Bantal
Malam itu..saya bisa tidur dengan cukup nyenyak karena saya memang ingin bisa jalan-jalan pagi di Bukittinggi… Alhamdulillah akhirnya saya bisa bangun pagi, dan sekitar jam 6 saya mulai menyusuri kota indah ini dengan berjalan kaki, mulai dari Pasar Atas, Pasar Bawah dan terus..ke rumah kelahiran Bung Hatta di Aue Tajungkang no. 37 (sayang..pagi itu masih tutup!), kemudian saya juga berjalan-jalan di komplek kebun binatang…. Sungguh, pemandangan kota Bukittinggi sangat indah dari sini..dikelilingi Gunung Merapi dan Singgalang, juga Bukit Barisan dari kejauhan. Hm..saya jadi ingat suasana di Kings Park di Perth Western Australia..kita bisa memandang kota dari atas bukit !…dan bedanya di Bukittinggi ada Jembatan Limpateh (thanks Gita atas koreksinya…) yang membelah kota…kemudian, kita juga bisa menyaksikan Benteng "Fort de Kock" yang merupakan peninggapan pasukan Belanda dulu saat menghadapi pasukan pribumi Perang Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol tahun 1820-an…


 Jembatan limpapeh
Tapi..saya putuskan dulu untuk kembali ke hotel, mau sarapan pagi dulu…J dan ternyata cukup ramai suasana restoren hotel itu..sepertinya sih full booked ! Maklum libur tiga hari banyak sekali turis mancanegara maupun domestik (baik yang rombongan maupun yang sekeluarga) yang menginap di sini..bahkan banyak pula yang dari Jakarta, Bandung, dan kota lain dengan berombongan naik bus ! Dan tentu saja akhirnya suasana meriah terjadi saat lomba tarik tambang dan gebuk bantal digelar…suasana akrab antara tamu dan pengelola hotel sangat terasa…
 Tarik Tambang

Kembali jalan-jalan karena saya perlu memotret di beberapa tempat di Bukittinggi…saya akhirnya menyusuri lagi jalan menuju Pasar Bawah dengan anak tangganya yang lumayan bikin capek juga, hehe…Hari itu saya ingin bisa merenung di Rumah Bung Hatta…Tidak berlebihan bukan jika di hari kemerdekaan tahun ini saya rayakan di rumah salah satu Proklamator RI ?
Itulah yang menjadi keinginan saya juga..kenapa saya pergi ke Ranah Minang di sekitar peringatan hari kemerdekaan RI….Dan tiba-tiba ada rasa damai yang merambati hati saat memasuki Rumah Bung Hatta…suasana sejuk, segar, dan entah kenapa pula..saya juga menangis di sana..Menyaksikan foto-foto kenangan beliau mulai kecil hingga dewasa... kunjungan kembali ke Ranah Minang saat beliau sudah jadi Wakil Presiden RI..juga perabotan dan kamar tempat beliau lahir…suasana yang tenang itu bahkan masih bisa saya rasakan sampai saat ini..jauh dari hiruk pikuk kota Bukittinggi yang cukup ramai…
Tapi, saya juga heran..kenapa ya tidak ada perayaan khusus mengenang jasa Bung Hatta di rumah itu ? Kata penjaganya sih..pada malam harinya sudah dirayakan di Monumen dan istana Bung Hatta yang dekat Jam gadang itu…. Pengunjung yang datang pada hari itu pun tidak banyak, saya hanya berjumpa dengan dua orang anak kecil yang melihat dengan penuh kekaguman pada peninggalan-peninggalan di rumah itu..mulai dari halaman depan sampai belakang, juga sampai di lantai atas. Saya sempat duduk-duduk di lantai di bangunan bagian atas..saya membayangkan bagaimana keluarga ini mampu mendidik salah satu putranya hingga bisa menjadi kebanggan bangsa dan negara Indonesia….


 Istana Bung Hatta
Kembali jalan ke arah kebun binatang, saya berjumpa dengan tiga orang anak kecil..yang datang dari salah satu pelosok Bukittinggi..hanya dengan berjalan kaki, hm..kami bahkan sempat saling bercerita satu sama lain..Lucu juga jika membayangkan saat itu, mereka menanyakan kenapa saya jalan-jalan sendiri..darimana asal saya, dsb. . tentu saja mereka agak kaget, karena saya datang dari jauh dan tahu alasan kenapa saya datang ke Bukittinggi. Sebaliknya pun saya akhirnya tahu..mereka tidak punya ongkos, makanya mereka jalan kaki dan untuk masuk ke Kebun Binatang, untungnya mereka diperbolehkan oleh penjaga tanpa membayar tiket masuk. Kami saling memotret, dan ketika saya beri sedikit uang saku, mereka sangat berterima kasih..bahkan sempat berpesan pada saya, "Hati-hati ya Enteh.." (Enteh itu apa ya ? Apa artinya tante ? nggak pentinglah itu)…aduh..saya jadi betul-betul terharu. Saya jadi ingat sahabat tersayang di Jakarta yang selalu berpesan begitu setiap saya beraktivitas, dan tentu saja dia berdarah Minang juga….Terima kasih..® dan adik-adik..saya masih menyimpan potret mereka, dan jika suatu hari nanti saya kmbali ke Bukittinggi, saya berharap akan bisa bertemu mereka lagi…mudah-mudahan.
 

Tiga Jagoan Cilik

Sayang sekali saya harus segera kembali ke hotel siang itu, tidak sempat mengajak tiga jagoan cilik itu untuk berjalan-jalan bersama…karena sebentar lagi saya akan dijemput travel untuk kembali ke Padang. Kembali menyusuri jalan antara Bukittiggi - Padang, suasana masih ramai di tanggal 17 Agustus itu..bahkan ada pula pawai atau karnaval di siang hari ! Menyusuri Lembah Anai lagi..dengan pemandangannya yang begitu menakjubkan membuat saya berat untuk berpisah dengan suasana itu..dan air terjunnya yang mengundang untuk didatangi membuat saya berjanji dalam hati bahwa suatu saat nanti saya akan kembali lagi..amiin…
Kembali ke suasana kota Padang yang cukup panas, saya memutuskan untuk berjalan-jalan di pantai menjelang senja…dan alhamdulillah saya bisa menyaksikan senja yang indah di Pantai Padang di hari terakhir saya di Ranah Minang, subhanallah…


 Senja Pantai Padang

Tak terkira senangnya saya dikunjungi Pak Afriva sekeluarga di hotel saya dengan putra putrinya yang lucu-lucu..Icha dan Aji…kami sempat jalan-jalan di malam hari itu sambil menyantap sate padang yang cukup enak, dan saya bersyukur bisa menikmatinya lho..padahal kata istri Pak Afriva, kebanyakan orang Jawa nggak suka sate Padang, bumbunya kaya' jamu, haha… Saya pun sempat bertemu teman kuliah saya yang saat itu bekerja di Padang..kami berjalan-jalan di malam hari sambil menyusuri pantai Padang lagi…

Alhamdulillah..akhirnya perjalanan saya selesai juga..saya harus tidur untuk perjalanan kembali ke Surabaya esok paginya…Sebelum berangkat ke Bandara Tabing pagi itu, saya sempat jalan-jalan pagi di pantai dan supir taxi saya minta mengatar ke Komplek Universitas Bung Hatta di Ulak Karang…enak juga lho bisa belajar di pinggir pantai….J

Di atas pesawat, saya bisa menyaksikan alam Ranah Minang untuk terkahir kali..saya harap, saya bisa kembali lagi…dan menyaksikan bukit-bukit yang menghijau, danau Singkarak, danau Atas - Bawah..sungguh Allah Maha Besar dengan anugerah yang indah ini….dan tentu saja, saya sangat bersyukur atas kesempatan ini, atas kesehatan yang saya miliki..hingga saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk berkunjung ke Ranah Minang. Dan spiritual journey ini…akan selalu ada di dalam kenangan, demi jiwa yang selalu bersemanyam di hati saya…

Terima kasih kepada Pak Afriva sekeluarga (juga Icha dan Aji..), Ferry..dan sahabat tersayang saya di Jakarta… Someday, I will come back to Ranah Minang, insyaallah…

tulisan juga terdapat di http//early.blogdrive.com

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 08 November 2004 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 1 guest and 11 members online
Powered By PageCache
Generated in 2.26281 Seconds