Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Kaluak paku kacang balimbiang
Buah simantuang penggang-penggangkan
Anak dipangku kamanakan dibimbiang
Urang kampuang di petenggangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Mencari Nilai Falsafah Yang Terkandung Dalam Adat Minangkabau II Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Amir Husein   
Selasa, 17 Agustus 2004
Falsafah Adat Merupakan Ilmu
Falsafah adat merupakan ilmu yang tidak bisa diterima begitu saja, karena harus dipelajari memahaminya sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan.

Dalam pepatah dan petitih adat yang tertuang kata tidak hanya cukup diartikan yang tersurat, tetapi harus dicari juga yang tersirat dalam setiap kata pepatah tersebut, misalnya:
           Gajah mati meninggalkan gading
           Harimau mati meninggalkan belang
           Manusia mati meninggalkan nama

Dalam pepatah ini hanya dapat disimpulkan arti nyata saja yakni perbandingan kematian ketiga jenis makhluk Tuhan ini meninggalkan yang nyata yaitu gading, belang dan nama tentu nama baik.
Pepatah ini juga baru sanggup menuntut manusia dalam bentuk cita-cita supaya kelak meninggalkan nama baik setelah tiada.
Lawan dari pepatah diatas adalah :
          Keatas tidak berpucuk
          Kebawah tidak berurat
          Ditengah tengah dilobangi kumbang

Ini pepatah sumpah di Minangkabau yang jelas pada waktu mulai dilontarkan oleh nenek moyang orang Minangkabau belum sanggup menyatakan sumpah agar dilaknati oleh Tuhan dan di azab.
Karena itu menurut Prof. Mr. Nasroen dalam bukunya Minangkabau dan Negeri Sembilan pada  bab dasar falsafah Minangkabau, ada 3 rahmat yang diberikan Tuhan kepada nenek moyang Minangkabau yaitu Pikiran, Rasa dan Keyakinan. Faktor 1 dan 2 ada dalam diri manusia sendiri dan faktor 3 ada dalam agama yang diyakini.
Bagi orang Minangkabau yang hendak merantau tidak dilepas begitu saja oleh sang ibu dan ninik mamaknya, tapi diberi bekal moril dan materil, dengan moril dia bisa hidup menyesuaikan diri ditempat yang baru dan dengan bekal materil dia akan bisa berusaha menurut ukuran kemampuannya.
Pepatah yang mengandung moril bagi anak yang mau merantau adalah :
           Dimana berdiri,
           Disitu bumi dipijak
           Disitu langit dijunjung
           Masuk kandang kambing mengembek
           Masuk kandang kerbau melenguh

Begitu banyaknya pepatah Minangkabau baik cara bermasyarakat, menuntut ilmu, berekonomi, berpolitik dan menjaga keamanan
.    Pepatah Bermasyarakat
           Hilang sama rugi
           Mendapat sama berlaba
           Ringan sama dijinjing
           Berat sama dipikul

           Pulau pandan jauh ditengah
           Dibalik pulau siangsa dua
           Hancur badan dikandung tanah
           Budi baik terkenang jua

           Pisang emas dibawa berlayar
           Masak sebuah dalam peti
           Hutang emas dapat dibayar
           Hutang budi dibawa mati

           nan merah ialah sago
           Nan kurik ialah kendi
           Nan indah ialah baso
           Nan baik ialah budi

Pepatah Menuntu Ilmu
           Berburu kepadang datar
           Dapat rusa belang kaki
           Berguru kepalang ajar
           Bagai bunga kembang tak jadi

Tampaknya dalam menuntut ilmu ini terasa masih kurang pepatah yang dimungkinkan belum berkesempatannya orang Minangkabau menuntut ilmu dan baru ada setelah hadist nabi "Tuntutlah ilmu itu mulai dari ayunan sampai keliang kubur, carilah ilmu itu walaupun ditanah Cina".
Disini jelas kemauan menuntut ilmu sudah mulai maju dan lebih moderat. Karena tanah Cina dikenal terdapat kebudayaan kuno bahkan Islam terlebih dahulu masuk ke negeri ini.

Perekonomian Menurut Adat.
Pepatah yang memanfaatkan perekonomian sangat banyak sekali bahkan lebih menonjol sekali cara berekonomi dan kegotong royongan yang akhirnya menjadi milik nasional.
Sebagai contoh pepatah :
             Kebukit sama mendaki
             Kelurah sama menurun
             Hak nan bersama
             Harta yang bermilik
Di Minangkabau terdapat dua jenis harta yakni pusaka tinggi dan pusaka rendah atau disebut juga tembilang besi dan tembilang perak yang pengaturannya diatur pengaturannya diatur pemimpin kaum (penghulu atau Ninik Mamak), harta pencarian oleh ayah.
Dalam mencari nafkah apakah sebagai pedagang, pekerja, petani dan lainnya terdapat pula tuntunan yang di pepatahkan nenek moyang orang Minangkabau:
            Kayu pulai di koto alam
            Batangnya bersendi sendi
            Jika kita pandai dalam alam
            Patah tumbuh hilang berganti
Bahkan petuah juga diberikan bagi yang merantau mencari kebutuhan perut yang tidak terisi, punggung yang tidak tertutup dengan pepatah :
            Kalau jadi anak ke pekan
            Ikan beli belanak beli lebih dulu
            Kalau jadi anak merantau
            Induk semang cari dahulu
Artinya jika jadi seorang muda pergi merantau, harus cari pemimpin yang bisa mengajarkan berekonomi yang baik.

Cara Berpolitik dan Menjaga Keamanan
Orang Minangkabau adalah ahli-ahli politik karena mendapat pepatah dari nenek moyangnya dengan tujuan tercapainya kebahagiaan bersama melalui musyawarah dan mufakat. Di alam Minangkabau meskipun banyak kerajaan-kerajaan, tetapi penuh dengan pepatah-pepatah dan pemimpin harus berbuat adil :
            Raja adil raja disembah
            Raja tidak adil raja disanggah
Sedangkan dalam mencapai tujuan ada juga pepatahnya
            Ibarat mengambil rambut dalam tepung
            Tepung tidak terserak
            Rambut tidak putus
Jadi jelaslah hampir seluruh sektor kehidupan dilengkapi dengan pepatah petitih yang bila kita gali kembali, maka kita yakin orang Minangkabau akan lebih unggul dari seluruh kehidupan didaerah lainnya. Dasar falsafah hidup orang Minangkabau memang luas meliputi :
a. Susunan masyarakat
b. Perjalanan masyarakat
c. Perekonomian
Keduniaan dan keakhiratan agar sempurna diatur dalam suatu sistem pergaulan hidup yang tujuannya untuk menjadi kebahagian dunia akhirat, hal yang penting yang berhubungan dengan dunia ialah :
a. Seorang pribadi
b. Pergaulan hidup
c. Perekonomian.

Perekonomian Minangkabau yang Bersifat Islami
Bila kita telusuri sejarah kehidupan orang Minangkabau mulai dari sebelum masuk Islam, maka dapat kita simpulkan telah punya dasar-dasar yang kuat. Karena itu Islam dapat memperkuat dan penyempurna.
Kita bersyukur pada Tuhan, bahwa suatu bagian penduduk bumi yang mempersiapkan diri sebelumnya menantikan ajaran Nya. Akhirnya baku menjadi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS SBK) yang kini dipegang teguh oleh setiap orang yang mengaku dirinya sebagai orang Minangkabau.
Menurut penulis penamaan alam Minangkabau bagi daerah yang sangat cocok biar bagaimana masuknya pengaruh luar, namun masyarakatnya harus tetap berpegang pada pepatah alam terkembang jadi guru.
Disini ada perubahan pandangan maju karena adanya pengkajian terputus-putus untuk mempelajari alam, apalagi terkait dengan ilmu Allah, maka manusia Minangkabau tidak akan sombong dan takabur terhadap pencipta alam berikut isinya.
Sekalipun orang Minangkabau pernah sebagai pemeluk Hindu dan Budha bahkan sebelumnya animisme, tetapi setelah Islam masuk maka ajaran Hindu, Budha, dan animisme berangsur angsur hilang.
Yang perlu ditelaah sekarang guna menguji keampuhan dari filosofi terdahulu adalah perkiraan diungkapkan atau sampaikan pepatah para pendahulu Minangkabau. Ini perlu guna menguji kemampuan orang Minangkabau sejak zaman purbakala hingga zaman sekarang ini.
Perlu atau tidaknya kita melestarikan falsafah ini nantinya tentu berhasil tidaknya kita menetapkan apakah falsafah Minangkabau itu memang tak lekang kena panas, tak lapuk karena hujan.

Penulis adalah pengamat sosial

Sumber : BSP No. 40-41, 1992
Disadur oleh : Dewis Natra

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 8 dari 50 (8 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Febian - AVSEQ08

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Admin ( 2 ) Admin 2
 Anggota ( 33 ) Anggota 33
 Tamu ( 30 ) Tamu 30
  Total  65
 Angoota ( 7,166 ) Angoota  7,166


Statistik
Agg Baru  nurhilhid...
Hari Ini 20
Minggu Ini 102
Bulan Ini 417
Tahun ini 3,045
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 30 pengunjung dan 35 anggota yang online
User Terbaru

antoni_056

Terdaftar pada
2008-07-04 14:28:59

Pengunjung: 3469087