Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Nak kayo kuek mancari
Nak Tuah batabua urai
Nak mulie tapek-i janji
Nak Luruih rantangkan tali
Nak namo tinggakan jaso
Nak pandai kuek baraja

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Renungan Ba'da Ramadhan Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh M. Ihsan Setiawan   
Kamis, 25 November 2004
Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar …
Laailaaha illalloohu Allahu Akbar ...
Allahu Akbar … Allahu Akbar … walillahilhamd
 
Suara takbir bergema dengan intonasi dan nada yang berbeda di segenap penjuru arah tatkala hilal Syawal tiba. Takbiran merupakan tanda berakhirnya bulan Ramadhan dan dimulainya bulan Syawal dengan hari bersejarahnya Iedul Fitri yang merupakan hari kemenangan umat Islam.

 Aktivitas ini bukanlah hal yang asing di telinga kita bahkan ia merupakan tradisi turun-temurun dari orang tua kita sejak dahulu.
 
Ketika malam takbiran tiba kita temui beragam jenis aktivitas manusia dalam mempersiapkan hari raya di keesokan harinya. Sebagian manusia pergi ke mall sekedar untuk membeli pakaian baru, sebagian manusia pergi ke pasar untuk membeli makanan lebaran, sebagian manusia membeli pernik-pernik lebaran, beberapa keluarga terlihat bergotong royong menghiasi rumah dengan hiasan lebaran, ibu-ibu membuat ketupat lebaran dan beragam lauknya di dapur. Intinya mereka sibuk dengan aktivitas yang bernuansa duniawi. Lalu kemanakah nuansa ibadah dan akhiratnya?
 
Tidak salah dan tidak dilarang kita melakukan aktivitas tersebut sebagai ungkapan kegembiraan terhadap kedatangan hari raya Iedul Fitri. Namun cobalah kita sisihkan sekedar waktu untuk merenung dan memuhasabah diri aktivitas Ramadhan yang baru saja kita lakukan, selanjutnya kita susun aktivitas ke depan dari hasil Ramadhan tahun ini.
 
Bila gagal dengan target yang kita canangkan, maka beristighfarlah atas kelalaian yang kita lakukan dan selanjutnya berusaha mengejar ketingggalan yang tersisa. Bila kita berhasil maka bersyukurlah karena kesuksesan ini tidak datang dari kita, tetapi dengan taufik dan iradah-Nya.
 
Bentuk dari kesyukuran tersebut adalah berazam untuk terus berkesinambungan dalam ibadah yang kita lakukan bahkan menambah kualitas dan kuantitasnya. Inilah yang harus kita lakukan dan yang paling kita utamakan dari segala aktivitas lainnya. Seorang salaf (generasi terdahulu) berkata, "Setiap kebaikan akan melahirkan kebaikan."
 
Doktor Aqram Ridho dalam bukunya Buyutuna Fii Ramadhan (Rumah Kita di Ramadhan) menegaskan perlunya kita membuat beberapa langkah aktivitas ke depan setelah Ramadhan. Beliau membagi aktivitas dalam tiga skala utama.
 
1.Terhadap Allah, di antaranya:
Menjaga sunah-sunah tatowwuan dalam sholat. Melakukan sholat qiyam walaupun hanya satu kali dalam seminggu.Membiasakan diri untuk melakukan sholat subuh berjama'ah pada waktunya. Membiasakan diri melakukan shaum sunnah diantaranya shaum Senin-Kamis.
Menjaga kebiasaan membaca Al Qur`an.
 
2.Terhadap keluarga, di antaranya:
Berkelakuan baik terhadap pasangan hidup. Membiasakan dan melatih anak untuk selalu melakukan sholat sebagaimana yang dilakukan pada bulan Ramadhan.Membuat time table aktivitas keluarga seperti yang dilakukan ketika bulan Ramadhan.
 
3.Terhadap sesama, diantaranya:
Menjaga kontinuitas dalam melakukan kebaikan dan silaturahmi terhadap kerabat serta bergaul baik dengan tetangga.Menghidupkan suasana ber-tafaqu fiddin dalam bentuk kelompok study keislaman di masjid atau dengan teman-teman.Menghiasi diri dengan akhlak yang baik.
 
Itulah beberapa hal yang dapat kita lakukan ketika berakhirnya shaum Ramadhan dan datangnya hari kemenangan Iedul Fitri. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diterima amal ibadah shaum Ramadhan dan mendapatkan derajat Al Muttaqin. Amin.
 
Wallohu'alam bish showab.

Sumber : www.alhikmah.com 

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Kamis, 25 November 2004 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 5 dari 50 (5 Unik)
Peak: 31
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Anuar Zain - Ketulusan Hati

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 35 ) Anggota 35
 Tamu ( 11 ) Tamu 11
  Total  46
 Angoota ( 6,512 ) Angoota  6,512


Statistik
Agg Baru  yanjavanica
Hari Ini 27
Minggu Ini 94
Bulan Ini 349
Tahun ini 2,616
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 11 pengunjung dan 35 anggota yang online
User Terbaru

docter_cinta

Terdaftar pada
2008-05-16 07:56:57

Pengunjung: 3014996