Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Cawang di langik tando ka lapeh
Ingek di rantiang ka manyucuak
Tahu di dahan ka maimpok
Tahu di unak kamanyangkuik
Pandai maminteh sabalun anyuik

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Rasuna Said PDF Print E-mail
Written by Admin   
Monday, 06 December 2004
Hajjah Rasuna Said (1910-1965), lahir tanggal 14 September 1910 di Maninjau, Sumatera Barat. Pendidikan yang dilaluinya adalah sekolah desa di Maninjau, Diniyah School di Padang Panjang, sekolah Thawalib, dan Islamic College. Pergerakannya dimulai dari emansipasi sampai ke agama, pendidikan, pers, dan politik

. Seperti juga R.a. Kartini di Jawa, ia memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. Ia memasuki organisasi Sarekat rakyat dan diangkat sebagai Sekretaris Cabang. Pada un 1930 menjadi anggota Permi (Persatuan Muslimin Indonesia) yang berhaluan Islam dan nasionalisme, dan duduk sebagai anggota Pengurus Besar.

Beliau terkenal sebagai perempuan yang mahir berpidato. Kepintarannya ini dipergunakan untuk mengecam Pemerintah Belanda yang dengan sendirinya tidak menyenangkan pihak yang dikecam. Ia tidak mengindahkan teguran yang dialamatkan padanya, juga tidak pada saat-saat ia sedang menyampaikan pidato. Akhirnya beliau ditangkap dan pada tahun 1932 dijebloskan ke dalam penjara di Semarang. Selesai menjalani pembuangan, ia kembali ke Sumatera Barat. Selanjutnya aktif dalam bidang pendidikan. Ia mendirikan Sekolah Thawalib, Sekolah Kursus Puteri di Padang, lalu pindah ke Medan dan mendirikan Perguruan Puteri. Disamping itu aktif pula dalam bidang pers dengan mendirikan Majalah Manara Puteri.

Zaman pendudukan Jepang ia mendirikan "Pemuda Nippon Raya" di Padang, menggembleng para pemuda agar berjuang untuk memperoleh kemerdekaan tanah air dan bangsa. Organisasi ini dibubarkan Jepang.

Zaman kemerdekaan beliau tetap aktif, ia pernah duduk dalam Komite Nasional Pusat, DPR-RIS, DPR Sementara dan anggota Dewan Pertimbangan Agung. Beliau meninggal pada tanggal 2 November 1965 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
(18 Mar 2004)(Tulisan diambil dari buku : Baluwarti. Relief Perjuangan Bangsa Indonesia. Jakarta; Jayakarta Agung)

Sumber : http://www.dwp.or.id/article.php?id=241

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 06 December 2004 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 23 guests and 21 members online
Generated in 0.54448 Seconds