Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Dalam awa akhia mambayang
Dalam baiak kanalah buruak
Dalam galak tangih ka tibo
Hati gadang hutang kok tumbuah
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kotamadya Padang Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Admin   
Rabu, 29 Desember 2004
nan lereng tanami padi (yang lereng tanami padi). Nan kuek ka tonggak tuo (yang kuat untuk tiang utama). Nan ketek ka tangkai sapu (yang kecil untuk tangkai sapu). Begitulah petuah nenek moyang orang Minang yang mengingatkan masyarakatnya agar efisien dan efektif dalam mengolah sumber daya yang ada di alam.

Padang adalah Ibukota Propinsi Sumatera Barat, dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat tanggal 29 Mei 1958 No.1/g/PD/1958. Secara de jure tahun 1975 yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dimana Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai seorang Walikota. Perkembangan Kotamadya Padang yang cukup pesat telah menuntut perluasan kota. Sesuai dengan PP No. 17 tahun 1980, yaitu dari 33 Km2 menjadi 695 Km2 dengan 11 kecamatan dan 193 kelurahan terletak pada 00 58' 4" Lintang Selatan dan 1000 21' 11" Bujur Timur, umumnya berdataran rendah 1 - 5 meter dengan bagian tertinggi 700 meter dari permukaan laut.  Padang yang terletak pada posisi strategis, mengarahkan langkah pembangunan pada 3 fungsi utama kota. Yakni Padang sebagai kota industri, perdagangan dan pariwisata. Disamping itu Padang juga berkembang sebgai kota pendidikan dimana saat ini telah memiliki tiga Perguruan Tinggi Negeri (UNAND, IKIP, IAIN) dan 41 Perguruann Tinggi Swasta. lembaga pelatihan dan kursus-kursus.

Kota Padang dicanangkan sebagai pusat kegiatan industri, perdagangan dan jasa serta pariwisata. Sektor Industri cukup menonjol, dalam Pelita VI ini ditargetkan dapat memberikan sumbangan yang besar bagi lajunya pertumbuhan ekonomi kota Padang. Disamping itu pembangunan industri juga dapat memperluas lapangan usaha dan kesempatan kerja bagi warga kota.

 
Sejarah Padang

  • Pada abad ke -14 (1340-1375) Kota Padang dikenal berupa kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung dengan sistem pemerintahan Nagari yang diperintah oleh Penghulu Delapan Suku.
  • Pada tahun 1667 VOC lewat penghulu terkemuka "Orang Kayo Kaciak" dapat izin mendirikan Loji pertama. Daerah Batang Arau dijadikan sebagai daerah pelabuhan, yang merupakan titik awal pertumbuhan kota Padang
  • Kota Padang tidak hanya berfungsi sebagai kota pelabuhan tapi juga kota perdagangan. Pelabuhan tersebut terkenal dengan nama Pelabuhan Muaro.
  • 7 Agustus 1669, puncak pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan Belanda dengan menguasai Loji-Loji Belanda di Muaro, Padang. Peristiwa tersebut diabadikan sebagai tahun lahir kota Padang.
  • 31 Desember 1799. Seluruh kekuasaan VOC diambil alih pemerintah Belanda dengan membentuk pemerintah kolonial dan Padang dijadikan pusat kedudukan Residen.
  • 1 Maret 1906. Lahir ordonansi yang menetapkan Padang sebagai daerah Cremente (STAL 1906 No.151) yang berlaku 1 April 1906.
  • 9 Maret 1950. Padang dikembalikan ke tangan RI yang merupakan negara bagian melalui SK. Presiden RI Serikat (RIS), No.111 tanggal 9 Maret 1950.
  • 15 Agustus 1950. SK. Gubernur Sumatera Tengah No. 65/GP-50, tanggal 15 Agustus 1950 menetapkan Pemerintahan Kota Padang sebagai suatu daerah otonom sementara menunggu penetapannya sesuai UU No. 225 tahun 1948. Saat itu kota Padang diperluas, kewedanaan Padang dihapus dan urusannya pindah ke Walikota Padang.
  • 29 Mei 1958. SK. Gubernur Sumatera Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mai 1958 secara de facto menetapkan kota Padang menjadi ibukota propinsi Sumatera Barat.
  • Tahun 1975 secara de jure Padang menjadi ibukota Sumatera Barat, yang ditandai dengan keluarnya UU No.5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dengan Kotamadya Padang dijadikan daerah otonom dan wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Walikota

Pemerintahan  
Visi
 Terwujudnya kehidupan masyarakat  dan warga kota Padang yang sejahtera, demokrasi, berkeadilan , maju dan berbudaya saing tinggi yang serasi dan seimbang dan didukung oleh kemampuan sumber daya manusia  yang menguasai teknologi, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudaya luhur , Adat Basandi Sara', Sara' Basandi Kitabullah, sehat, mandiri berkesadaran hukum dan lingkungan, serta memiliki disiplin dan beretos kerja tinggi.

Misi

  1. Mengamalkan Pancasila secara konsekwen dalam kehidupan bermasyarakat,   berbangsa dan bernegara.
  2. Memulihkan citra hukum yang selama ini kurang dipercaya masyarakat dengan menegakkan hukum dan supremasi hukum secara adil berdasarkan kebenaran bagi seluruh masyarakat.
  3. Mewujudkan kehidupan kota  yang mampu memberikan jaminan kondisi aman, damai, tertib dan tentram kepada masyarakat.
  4. Memberdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi masyarakat terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi dengan basis kepada potensi yang dimiliki daerah Kota Padang dan Sumatera Barat.
  5. Menjamin penyediaan kebutuhan dasar bagi seluruh warga Kota Padang yaitu pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan secara merata dengan harga yang terjangkau dan terkendali dalam usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  6. Meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi seluruh warga kota terutama pembukaan lapangan kerja bagi tenaga kerja yang terkena PHK karena krisis ekonomi.
  7. Meningkatkan peran dan fungsi lembaga keagamaan,  rumah ibadah dan alim ulama dalam meningkatkan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga terwujud suatu masyarakat yang beriman dan bertaqwakepada Tuhan Yang Maha Esa.
  8. Meningkatkan mutu pendidikan secara merata bagi seluruh warga kota dalam rangka meningkatkan kemampuan  teknologi sumber daya manusia yang kreatif,Inovatif, cerdas, sehat, beretos kerja dan berdisiplin tinggi.
  9. Merealisasikan terwujudya pelaksanaan otonomi daerah yang nyata dan bertanggung jawab dalam mempercepat laju pembangunan  dan penyelenggaraan Pemerintah daerah  yang efektif dan efisien.
  10. Mewujudkan aparatur  Pemerintah Daerah yang bebas dari KKN memiliki Profesionalisme, etos kerja dan disiplin tinggi sehingga mampu memberikan Pelayanan yang prima kepada masyarakat.
  11. Mewujudkan fungsi Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam menyelenggaraan sistim Pemerintah Daerah yang mampu menegakkan demokrasi Dalam segala aspek kehidupan masyarakat.
  12. Mewujudkan lingkungan hidup perkotaan yang harmonis, selaras dan serasi  dalam suatu Rencana Tata Ruang Kota yang mendapat legitimasi dari masyarakat

Walikota Terdahulu - Sekarang       
Semenjak diproklamirkannya Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal   17 Agustus 1945, urutan Walikota Padang sampai sekarang :

  1. Abubakar Jaar, SH  1945 - 1946
  2. Bagindo Aziz Chan  1946 - 1947                                  
  3. Said Rasad  1947 -
  4. Dr. a. Hakim  1947 - 1949                                            
  5. Dr. Rasidin  1949 - 1956
  6. B. Dt. Pado Panghulu  1956 - 1958
  7. Z. A. St. Pangeran  1958 - 1966
  8. Drs. Azhari  1966 - 1967
  9. Drs. Akhiroel Yahya  1967 - 1971
  10. Drs. Hasan Basri Durin  1971 - 1983
  11. Syahrul Ujud, SH  1983 - 1993
  12. Drs. H. Zuiyen Rais, MS  1993 - 2003
  13. Drs. Fauzi Bahar, Msi 2004 - sekarang

Secara geografis, Kota Padang terletak di pinggir pantai barat Sumatera dan di lembah perbukitan Bukit Barisan. "Garis nasib"-nya seolah dimulai dari alam pesisir. Sekitar abad ke-14, daerah ini cuma kampung nelayan yang tak terkenal, dan baru di akhir 1790-an menjadi pelabuhan yang banyak dikunjungi kapal pedagang dari Inggris, Perancis, Portugis, dan Cina. Pada tahun 1906, Padang resmi ditetapkan sebagai pemerintahan (gemeente) yang diketuai Residen. Setelah Proklamasi 1945, daerah ini sah berstatus kotapraja, kemudian meningkat menjadi Daerah Tingkat II (1965), lalu ibu kota Provinsi Sumatera Barat (1979). Pelabuhan Teluk Bayur, yang baru bergabung dalam wilayah Kota Padang di zaman pendudukan Jepang, boleh dibilang menjadi salah satu lambang sekaligus saksi sejarah perkembangan kota.

Kehadiran pelabuhan laut ini begitu kental dalam kegiatan ekonomi kota. Itu sebabnya, angkutan laut memegang peran yang lebih besar dibanding angkutan darat. Selama tiga tahun terakhir, (1998-2000), sumbangan angkutan laut ini rata-rata 12 persen. Tahun 2000 kontribusinya Rp 723,3 milyar. Kegiatan angkutan laut Pelabuhan Teluk Bayur yang dikelola PT Pelindo II ini cukup padat. Selama empat tahun terakhir kunjungan kapal terus meningkat, tahun 1999 tercatat 2.622 dan tahun 2001 bertambah menjadi 2.822.
Pelabuhan Teluk Bayur lokasinya memang di Kota Padang. Namun, kegiatan bongkar-muat sehari-harinya belum tentu mewakili sibuknya bisnis kota ini. Lebih banyak kegiatan bisnis daerah sekitarnya, atau Sumatera Barat pada umumnya. Nilai yang dicatat Teluk Bayur juga cukup besar. Sampai tahun 2001, komoditas utama ekspor di pelabuhan tersebut antara lain batu bara dengan nilai 5,6 juta dollar AS, semen (29,8 juta dollar AS), karet (82,0 juta dollar AS), dan kelapa sawit (30,0 juta dollar AS). Produk lain yang juga dikapalkan melalui pelabuhan yang dibangun akhir abad ke-19 di zaman Belanda ini adalah produk hutan (kayu lapis dan olahan, karet dan rotan), perkebunan (kopra, kulit manis, minyak pala, gambir, teh, kopi), alat-alat berat, baja dan besi beton.
Kecuali semen, semua komoditas tersebut dikapalkan dari luar kota. Batu bara dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, karet dan kelapa sawit dari Kabupaten Pasaman, Sawahlunto, dan Agam, serta kayu dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Semen termasuk andalan Kota Padang. Hampir 63 persen semen didistribusikan melalui laut dalam kemasan zak dan curah. Selain distribusi, fasilitas pengantungan (packing plant) semen juga dibangun di pelabuhan ini.
Hiruk-pikuknya Teluk Bayur tidak berarti positif bagi pemasukan kas Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Padang. Karena pelabuhan laut ini dikelola PT Pelindo II, berbagai keuntungan finansial tidak jatuh ke tangan pemda. Kalaupun ada pungutan oleh pemda, itu hanya berhubungan dengan retribusi berupa tarif labuh, tambat, pandu, dan tunda kapal laut. Bukan komoditasnya. Ini satu dilema sendiri bagi pemda kota. Begitu pula terhadap kegiatan perdagangan. Di satu pihak sumbangan perdagangan terhadap total kegiatan ekonomi sampai Rp 1,6 trilyun tahun 2000. Di lain pihak, dampak langsung transaksi perdagangan tersebut perlu dioptimalkan bagi kepentingan Kota Padang.
Setidaknya, kehadiran Pelabuhan Teluk Bayur bisa menjadi magnet bagi pengembangan industri pengolahan, yang saat ini masih berada di posisi kedua setelah subsektor angkutan. Sampai tahun lalu, tercatat 11.979 perusahaan kecil yang menggerakkan denyut ekonomi kota. Industri pengolahan unggulan skala menengah di antaranya pengolahan kayu, air mineral, rotan, dan crumb rubber. Pengolahan kayu, misalnya, banyak terdapat di Kecamatan Lubuk Begalung dan Nanggalo. Lubuk Begalung juga menjadi salah satu lokasi pengolahan crumb rubber, sedangkan industri kecil, bordir dan sulaman, rotan, dan tenun antik (seperti kain songket) merupakan hasil andalan. Industri bordir dan sulaman hampir terdapat di semua kecamatan. Hingga tahun lalu terdapat 87 perusahaan dengan 1.088 tenaga kerja yang aktif.
Masih dalam konteks industri pengolahan, komoditas lain yang tak bisa dipungkiri merupakan kebanggaan Kota Padang adalah semen. Sebagai pabrik semen tertua di Indonesia, kapasitas produksi PT Semen Padang sekarang 5.240.000 ton per tahun. Nilai penjualan bersih perusahaan yang berdiri tahun 1910 ini Rp 1,35 trilyun (2001). Dalam Pos Pajak Daerah, kontribusi pajak bahan galian golongan C tertinggi bagi Pendapatan Asli Daerah, yaitu Rp 8,2 milyar (2001).
Sebagian bahan mentah yang digunakan Semen Padang berasal dari sekitar pabrik (sekitar 15 kilometer dari Kota Padang), yaitu batu kapur di Bukit Karang Putih, batu silika di Bukit Ngalau, dan tanah liat. Bahan lain yang didatangkan dari luar Padang adalah pasir besi dari Cilacap, Jawa Tengah, dan gypsum dari Thailand.
Kota yang semula luasnya 33 kilometer persegi ini berkembang pesat. Berbagai pembangunan fasilitas untuk menunjang kegiatan pemerintahan dan ekonomi terus bertambah. Satu di antaranya adalah Pasar Raya Padang yang setiap hari diramaikan ribuan pedagang tradisional maupun pengusaha pertokoan dan supermarket. Pada awalnya, pusat perdagangan terpusat di kawasan pantai dan Pasa Gadang yang lebih dikenal sebagai kawasan Kota Lama Padang di kecamatan Padang Selatan. Dengan berkembangnya kota perdagangan tergeser ke arah utara, yaitu di Kecamatan Padang Barat. Dalam Pos Retribusi Daerah, retribusi pasar paling tinggi sumbangannya bagi PAD, antara lain Rp 1,8 milyar (2000), Rp 3,4 milyar (2001), dan tahun ini ditargetkan Rp 5 milyar.

(Krishna P Panolih/ Litbang Kompas)
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0208/06/NASIONAL/kota30.htm
Website : Pemda Padang www.kdpepadang.go.id

 

Komentar
1. Erratum
Ditulis oleh joys pada Jumat, 19 Mei 2006
Pada bullets ke 6 dari Sejarah Padang diatas, Ordonatie tersebut menetapkan Padang menjadi " Gemeente ", bukan Cremente 
( kalau tidak salah ? )

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 1 dari 50 (1 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Basoramika - Rintau Basiang

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 1 ) Anggota 1
 Tamu ( 5 ) Tamu 5
  Total  6
 Angoota ( 7,173 ) Angoota  7,173


Statistik
Agg Baru  anwal
Hari Ini 6
Minggu Ini 95
Bulan Ini 406
Tahun ini 3,044
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 5 pengunjung dan 1 anggota yang online
User Terbaru

anwal

Terdaftar pada
2008-07-05 12:08:47

Pengunjung: 3476915