Minang From The sky

Kampuang dari Ateh Langik

Pado halaman ini sanak dapat menyaksikan Ranah Minangkabau dari atas langit / satelit.

Anda dapat memperbesar petanya (di zooming) hingga ketinggian tertentu (mudah mudahan bisa basobok gonjong rumah dikampuang :-)
Silakan klik link-link disebelah ini untuk membuka lokasi lokasi yang tersedia.
Untuk saat ini masih terbatas kepada beberapa lokasi, mudah mudahan diwaktu yang akan datang semua wilayah di Ranah Tacinto dapat di petakan Google semuanya :-)
Mudah mudahan fasilitas ini dapat bermanfaat dan menjadi paubek taragak.

Tempat Pariwisata

Danau Singkarak,
Lembah Anai,
Danau Maninjau,
Pantai Carocok, Pantai Bungus, Danau Diatas/Dibawah

 

Kota Kota Utama

Padang, Bukittinggi , Padang Panjang, Pariaman, Painan,
 
Tarusan, Lubuk Alung

 

cimbuak
Peribahasa Minang Bidang Sosial dan Politik Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Idrus Hakimy Dt. Rajo Panghulu   
Rabu, 12 Januari 2005
Index
Peribahasa Minang Bidang Sosial dan Politik
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
Halaman 17
Halaman 18
Halaman 19


=R=

1.
Rajo adia tagak dibarih,
panghulu tagak diundang,
indak murah basisik karih,
kappalang tangguang pusako lindang.

       
Tidak mudah jadi penghulu/pimpinan, kepalang tanggung negeri kita bisa terjual, rakyat bisa tergadai.

2.
Rajo alim rajo disambah,
rajo zalim rajo disanggah.

       
Pimpinan yang adil dan bijaksana akan dihormati rakyatnya, tetapi pimpinan yang tidak memikirkan nasib rakyat dan kejam tidak akan ditaati dan dihormati.

3.
Ramilah pasa Bukit tinggi,
rami dek anak Palembayan,
batanyo kabau kapadati
lamo juo lai parantian.
       
Pantun ibarat yg senantiasa keluar dari mulut rakyat kalau kiranya belum merasakan kenikmatan tentang pengorbanan yang telah diberikan.

4.
Rumah nan baumpua,
suku nan bajeroang,
bakampuang bahalaman,
balabuah batapian.

       
Ketentuan kelompok keluarga didalam adat Minangkabau yg dikepalai oleh seorang penghulu/pimpinan.

5.
Runciang tanduak bangkak kaniang,
mangusuik alam nan salasai.

       
Suatu sifat yang tidak kurang pula terjadi dalam suatu masyarakat yang sulit untuk dipimpin.

6. 
Ramilah pasa Batang Hari,
sabalik bapaga kawek,
randah indak dapek dilangkahi,
tinggi indak dapek kito panjek.
       
Hasil mufakat yang baik akan ditaati dengan pelaksanaan yang sungguh-sungguh  oleh masyarakat.

7.
Rantiang indak badatiak,
murai indak bakicau.

       
Mufakat yang dilaksanakan demi kepentingan orang banyak, tidak akan diingkari masyarakat.

8.
Rantak lah sadagam,
lenggang lah saayun.

       
Karena semua pimpinan satu pendapat dan satu tujuan.



Terakhir kali diperbaharui ( Kamis, 07 April 2005 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >