Minang From The sky

Kampuang dari Ateh Langik

Pado halaman ini sanak dapat menyaksikan Ranah Minangkabau dari atas langit / satelit.

Anda dapat memperbesar petanya (di zooming) hingga ketinggian tertentu (mudah mudahan bisa basobok gonjong rumah dikampuang :-)
Silakan klik link-link disebelah ini untuk membuka lokasi lokasi yang tersedia.
Untuk saat ini masih terbatas kepada beberapa lokasi, mudah mudahan diwaktu yang akan datang semua wilayah di Ranah Tacinto dapat di petakan Google semuanya :-)
Mudah mudahan fasilitas ini dapat bermanfaat dan menjadi paubek taragak.

Tempat Pariwisata

Danau Singkarak,
Lembah Anai,
Danau Maninjau,
Pantai Carocok, Pantai Bungus, Danau Diatas/Dibawah

 

Kota Kota Utama

Padang, Bukittinggi , Padang Panjang, Pariaman, Painan,
 
Tarusan, Lubuk Alung

 

cimbuak
Peribahasa Minang Bidang Ekonomi Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Idrus Hakimy Dt. Rajo Panghulu   
Selasa, 01 Pebruari 2005
Index
Peribahasa Minang Bidang Ekonomi
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14

=S=

1.
Sawah kariang taruko anguih,
anak buah jatuah malarat,
alamat rusak alam nangko
nan kini bukan barisuak,
barisuak bukan kapatang.
       
Kalau sawah tidak menjadi begitupun ladang karena tidak dikerjakan, seperti penggairan, alamat hidup masyarakat akan sengsara, sedangkan waktu terus silih berganti.

2.
Sasukek duo baleh taia,
dicupak mangko digantang,
nan lunak ditanam baniah,
nan kareh dibuek ladang.

      
Ajaran adat dalam mendorong untuk memanfaatkan tanah guna pertanian dan tanaman tua.

3.
Sawah ladang banda buatan,
sawah batumpak dinan data,
ladang babidang dinan lereang,
banda baliku turuik bukik.

       
Sebagai contoh kesungguhan dan ketabahan demi untuk anak cucu dikemudian hari sudah ada yang akan dicontoh, memanfaatkan tanah dan air sebaik-baiknya untuk kepentingan pertanian.

4.
Sakali marangkuah dayuang
duo tigo pulau talampau,
sakali mambukak puro
duo tigo utang tabaia.

       
Seseorang yang pandai memanfaatkan waktu kerja sambilan, tetapi mendatangkan hasil yang memuaskan dengan tidak mengurangi kerja yang lebih penting.

5.
Satitiak-satitiak namuah jadi lauik,
sakapa-sakapa namuah jadi gunuang.

       
Kumpulkanlah dana atau iyuran ( ber-koperasi ) lama akan menjadi modal yang tidak kecil artinya dalam mengembangkan ekonomi.

6.
Sasa dahulu pandapatan,
sasa kudian indak baguno,
katiko ado nancik dimakan,
lah indak baru paguno.

       
Walaupun telah mendapat hasil jangan dicukupkan sekedar itu, tambah usaha dengan yang lain.

7.
Sahari salemba banang,
lamo-lamo sahalai kain.

       
Tamsil orang rajin berusaha, sabar dan tidak gelisah dia akan berhasil.

8.
Samo bapokok babalanjo,
samo bajariah bausaho.

       
Cara yang baik dalam menegakkan usaha dalam pertanian, perdagangan dsb.

9.
Surang bajariah bausaho,
surang bapokok babalanjo.

       
Cara dimodali melaksanakan suatu usahapun dapat dilaksanakan asal dengan perhitungan yang masak.

10.
Sabuik nyato tarapuang,
kok untuang batu jaleh tabanam,
ikhtiar mamiliah untuang manyudahi.

       
Yang jadi kewajiban bagi kita manusia berusaha sejauh kemampuan dalam mencapai kehidupan yang baik kalau telah dilaksanakan dengan segala persyaratan yang wajar dan berlaku, hasilnya kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi Tuhan  telah menjanjikan siapa yang berusaha dengan baik akan diberi rezki sesuai dengan apa yang telah diusahakan.

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!



Terakhir kali diperbaharui ( Rabu, 02 Pebruari 2005 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >