Minang From The sky

Kampuang dari Ateh Langik

Pado halaman ini sanak dapat menyaksikan Ranah Minangkabau dari atas langit / satelit.

Anda dapat memperbesar petanya (di zooming) hingga ketinggian tertentu (mudah mudahan bisa basobok gonjong rumah dikampuang :-)
Silakan klik link-link disebelah ini untuk membuka lokasi lokasi yang tersedia.
Untuk saat ini masih terbatas kepada beberapa lokasi, mudah mudahan diwaktu yang akan datang semua wilayah di Ranah Tacinto dapat di petakan Google semuanya :-)
Mudah mudahan fasilitas ini dapat bermanfaat dan menjadi paubek taragak.

Tempat Pariwisata

Danau Singkarak,
Lembah Anai,
Danau Maninjau,
Pantai Carocok, Pantai Bungus, Danau Diatas/Dibawah

 

Kota Kota Utama

Padang, Bukittinggi , Padang Panjang, Pariaman, Painan,
 
Tarusan, Lubuk Alung

 

cimbuak
Peribahasa Minang Bidang Hukum Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Idrus Hakimy Dt. Rajo Panghulu   
Senin, 21 Pebruari 2005
Index
Peribahasa Minang Bidang Hukum
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
Halaman 17
Halaman 18


=W=

1.
Warih indak namuah putiah,
katurunan namuah punah.

       
Waris menurut adat tidak putus salama-lamanya, tetapi keturunan bisa habis.

2.
Warih salingkuang cupak adaik,
nan sapayuang sapatagak.

       
Waris bertali darah menurut adat Minangkabau.

2.
Warih saluruh kateh,
saluruh kabawah,
ampek ka ateh ampek ka bawah.

       
Ketentuan waris bertali darah dalam adat sampai delapan kali keturunan.

4.
Warih nan kabuliah,
jauah baulangi,
dakek dikundano.
       
Warih bertali darah yang pindah kedaerah lain.

5.
Warih nan satampok,
nan sajangka, nan sadapo.
       
Ketentuan waris yang secara bertingkat dan ber-urut.

6.
Warih pangkek dapek dipakai,
warih badan jawek bajawek.

       
Waris yang dapat mengantikan gelar pusaka dan harta pusaka, waris badan hanya menerima harta pusaka saja.
                                                                     
7.
Warih jawek bajawek,
soko turun tamurun.
       
Harta pusaka dapat berpindah, tetapi gelar pusaka tidak.

8.
Warih samo dijawek,
pusako samo ditoloang.
       
Menjadi tanggung jawab moral bagi orang yang menerima waris meneruskan kepada generasi selanjutnya, dan pusaka harus sama ditolong menjaganya. 

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!



Terakhir kali diperbaharui ( Kamis, 07 April 2005 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >