Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Sakali kato rang lalu
Anggap angin lalu
Duo kali kato rang lalu
Anggap garah samo gadang
Tigo kali kato rang lalu
Jan takuik darah taserak
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Motivasi : Newsletter 02 PDF Print E-mail
Written by Milis Acesia   
Monday, 04 April 2005

1. Artikel

IMPIAN SEJATI

Suatu hari, ada seorang muda yang bertemu dengan seorang tua yang
bijaksana. Si anak muda bertanya, "Pak, sebagai seorang yang sudah kenyang dengan pengalaman tentunya anda bisa menjawab semua pertanyaan saya".

"Apa yang ingin kau ketahui anak muda ?" tanya si orang tua.
"Saya ingin tahu, apa sebenarnya yang dinamakan impian sejati di
dunia ini". Jawab si anak muda.

Orang tua itu tidak menjawab pertanyaan si anak, tapi mengajaknya
berjalan-jalan di tepi pantai. Sampai di suatu sisi, kemudian mereka
berjalan menuju ke tengah laut. Setelah sampai agak ke tengah di
tempat yang lumayan dalam, orang tua itu dengan tiba-tiba mendorong
kepada si anak muda ke dalam air.

Anak muda itu meronta-2, tapi orang tua itu tidak melepaskan
pegangannya. Sampai kemudian anak muda itu dengan sekuat tenaga
mendorong keatas, dan bisa lepas dari cekalan orang tua tersebut.

"Hai, apa yang barusan bapak lakukan, bapak bisa membunuh
saya" tegur si anak muda kepada orang bijak tersebut.
Orang tua tersebut tidak menjawab pertanyaan si anak,
malah balik bertanya ,"Apa yang paling kau inginkan
saat kamu berada di dalam air tadi ?".
"Udara, yang paling saya inginkan adalah udara". Jawab si
anak muda.

"Hmmm, bagaimana kalo saya tawarkan hal yang lain sebagai
pengganti udara, misalnya emas, permata, kekayaaan,
atau umur panjang ?"tanya si orang tua itu lagi.

"Tidak ….. tidak …… tidak ada yang bisa menggantikan
udara. Walaupun seisi dunia ini diberikan kepada saya,
tidak ada yang bisa menggantikan udara
ketika saya berada di dalam air" jelas si anak muda.

"Nah, kamu sudah menjawab pertanyaanmu sendiri kalau begitu.
KALAU KAMU MENGINGINKAN SESUATU SEBESAR KEINGINANMU AKAN UDARA
KETIKA KAMU BERADA DI DALAM AIR, ITULAH IMPIAN SEJATI"
kata si orang tua dengan bijak.

Dikutip dari KL 215

*********************************************************************
2. Renungan

Rekan-2 The Acesia, apakah anda saat ini mempunyai impian sejati ?
Banyak orang yang mengatakan impian mereka ini, atau itu, tapi
sebagian besar yang mereka sebutkan adalah keinginan belaka, bukan
impian. Keinginan sifatnya tidak mendesak. Kalo bisa dapat syukur,
nggak dapat juga tidak apa-apa.
Kalo bisa mobil BMW, kalo nggak, Kijang juga gak apa-2.

Ada pula orang yang mempersepsikan impian dengan harapan. Keduanya mirip namun berbeda. Harapan lebih kepada sesuatu di masa depan yang terjadi dengan sendirinya atau atas hasil kerja orang lain. Campur tangan kita kecil sekali, atau bahkan tidak ada. Impian tidak seperti itu. Apapun yang terjadi, mau tidak mau, dengan perjuangan sekeras apapun impian itu HARUS tercapai.

Impian terbaik seorang manusia adalah ketika dia berusia dibawah lima
tahun. "Saya mau jadi dokter, mau jadi pilot, mau jadi pengusaha,
dll ……" bukankah itu yang kerap dikatakan oleh anak-anak anda ?

Sayangnya, begitu mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah,
mereka `diharamkan' membuat kesalahan. Selain itu, mereka
juga mulai diajarkan melihat realitas dunia - dari sisi yang
negatif.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika,
seorang remaja hingga dia berusia 20 tahun,
rata-rata akan menerima 20.000 macam kata "NO".
"Jangan nakal, jangan main air, jangan kesana,jangan malas,
jangan pergi, dan ribuan kata jangan yang lain.
Memang tujuannya baik karena mengajarkan kepada kita
agar dapat hidup dengan baik.
Tapi karena terlampau seringnya kata "NO' itu diterima,
akan mempengaruhi pula alam bawah sadar manusia.
Sehingga setiap kali kita memikirkan sesuatu yang baru,
misalnya impian, yang pertama kali terlintas di benak kita
adalah kata "NO".

Banyak juga orang saat ini apabila ditanya apa impiannya, mereka
menjawab tidak tahu. Sungguh malang nasib orang tersebut, karena
orang yang tidak mempunyai impian sebetulnya secara mental mereka
sudah `mati'. Mungkin orang-2 tersebut menganggap hidup
adalah suatu nasib, sehingga sekeras apapun mereka bekerja
atau setinggi apapun impian mereka, namun apabila nasib tidak
menghendaki mereka sukses, mereka tidak akan sukses.

Atau ada pula type orang yang terjebak di dalam `comfort
zone', dimana kehidupan mereka saat ini sudah nyaman,
atau setidaknya berkecukupan.
Mereka merasa tidak perlu membuat suatu impian yang
lebih besar. Mereka mungkin akan berkata "Ah, buat apa rumah
besar-besar …. Bisa ngontrak aja sudah bagus ……".

Type ketiga, ada orang yang SENGAJA tidak mau membuat impian, karena
……. malu jika ditertawakan orang lain, dianggap norak, nggak tau
diri, atau bahkan gila. Nah, sebenarnya bukan anda yang norak, tapi
karena hidup kita sudah terlalu penuh dikelilingi oleh orang-orang
dengan pikiran negatif, dimana mereka akan merasa `tidak
suka' jika ada seseorang yang tadinya setingkat dengan mereka,
lalu mau pergi ke tingkat yang lebih tinggi.
Mereka akan berusaha dengan ejekan,
sindiran dan usaha-usaha lain agar anda tetap `selevel'
dengan mereka. Kalau anda ingin membuktikan,
coba besok pagi di kantor, katakan kepada rekan-2 anda ,
"Saya punya impian untuk jadi orang sukses.
Saya akan berusaha keras mencapainya, untuk membawa saya dan
keluarga saya ke tingkat yang lebih baik". Lalu coba lihat
….. berapa banyak yang mentertawakan anda …..
Dan coba lihat pula berapa orang yang mendukung anda.
Mungkin hampir tidak ada yang mendukung anda.
Masih maukah anda meraih impian tersebut ….. setelah anda
ditertawakan ….?

Rekan-2 sekalian, saya yakin kita saat ini masih mampu menciptakan
impian-2 kita, asalkan kita mau menghilangkan segala penghalang di
dalam benak kita. Cobalah untuk berpikir bebas, seperti anak berusia
5 tahun. Jangan hiraukan apa yang dikatakan orang tentang impian
anda, tapi berusahalah agar impian itu tercapai.

Memang benar, kita tidak akan bisa mencapai semua impian kita. Tapi
tanpa punya impian, anda tidak akan meraih apa-apa.
Ciptakan impian, lakukan kerjanya, dan raih hasilnya !

Semoga sukses !


- Fitria -
Moderator

 

*********************************************************************
3. Tips pengembangan diri

JADWAL OTAK


Seorang teman pada awal tahun 2002 pernah meminjam salah satu buku
bisnis saya. Dia mengatakan ingin belajar bisnis, karena kebetulan
dia lulusan dari teknologi pangan. Seminggu kemudian ketika saya
kerumahnya, buku tersebut masih `utuh' belum tersentuh,
terletak diatas meja dengan sedikit debu diatasnya.
Dia mengatakan bahwa minggu ini dia sibuk sekali.
Mungkin pada akhir pekan dia akan mulai membaca.

Setahun kemudian ketika saya kesana, ternyata debu diatas buku
tersebut bertambah tebal. Dan teman saya masih belum mempunyai waktu
untuk membaca karena kesibukannya. Saya akhirnya ambil kembali buku
tersebut, karena saya memang sedang membutuhkan informasi didalamnya.

Lalu, bagaimana dengan teman saya ? Saya katakan kepadanya, bahwa
seumur hidup dia TIDAK AKAN PERNAH PUNYA WAKTU untuk membacanya.
Benarkah ? Atau mungkin saya yang terlalu `pelit' untuk
meminjamkan lagi buku saya kepadanya.

Setiap orang sudah punya `jadwal tetap harian' di dalam
otaknya, mulai dari bangun pagi, gosok gigi, mandi, sarapan,
menstarter mobil, ke kantor, bekerja, hingga tidur malam.
Pada awal teman saya tadi meminjam buku, dia berusaha
memasukkan `menu baru' ke dalam `jadwal tetap'nya.
Menu baru itu akan tetap disitu jika kita melakukan
aktivitas tersebut, namun jika tidak `peringkat'nya akan
terus menurun.
Setelah satu tahun, peringkat menu `baca buku' itu pasti
sudah terlempar dari 100 besar. Sangatlah sulit untuk mendongkrak
kembali ke urutan 10 besar jika tidak ada alasan yang sangat kuat.

Berapa banyak dari kita yang berperilaku seperti itu ? Menunda hal-
hal kecil seperti membaca buku, memotong rumput, membersihkan rumah,
menata lemari pakaian, dll sampai akhirnya pekerjaan tersebut
tertunda terus hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.
Seringkali juga pekerjaan tersebut akhirnya tidak jadi dilaksanakan.
Ada tiga hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan pekerjaan yang
sering tertunda tersebut, yaitu Alasan, Prioritas dan Komitmen.

Alasan
Setiap orang jika menjumpai hal baru selalu timbul satu pertanyaan di
benaknya "What's in it for me ?" Apa manfaat hal baru
tersebut untuk
saya ? Adakah manfaat tersebut membawa saya ke kehidupan yang lebih
baik ? Adakah manfaat tersebut membutuhkan kerja keras ? Adakah
manfaat tersebut dapat dinikmati dalam jangka panjang atau pendek ?

Prioritas
Merupakan urutan yang anda letakkan bagi hal baru tersebut. Anda bisa
menentukan prioritas hal baru tersebut dengan menanyakan ke diri
sendiri beberapa pertanyaan berikut : Seberapa penting hal baru ini
dibanding dengan hal yang sudah ada ? Kalaupun lebih penting,
haruskah saya kerjakan sekarang ? Dapatkah hal baru ini ditunda kapan-
kapan ? Masa iya saya harus menunda pergi ke mall karena harus harus
baca buku ?

Komitmen
Komitmen adalah janji anda kepada diri sendiri. Komitmen sendiri
terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

* saya akan lakukan jika saya ada waktu
Komitmen ini yang kerapkali dilakukan oleh orang-2 yang merasa
dirinya sangat sibuk. Mereka akan melakukan tugas baru tersebut
disela-sela jadwal mereka yang padat. Itupun kalau memang ada waktu
luang. Mengapa mereka melakukan ini ? Sudah jelas, mereka tidak punya
alasan ! Itulah mengapa alasan diletakkan di tempat pertama.

* saya akan lakukan semaksimal mungkin
Komitmen kedua ini yang kerap dikatakan orang-2 yang sudah punya
alasan, dan berusaha mengerjakan sesuatu sebaik mungkin. Tapi
komitmen ini juga tidak cukup kuat. Ibaratnya anda mengisi bak air,
pada komitmen kedua ini mungkin anda hanya sanggup mengisi
setengahnya saja, karena memang sampai disitu saja anda menganggap
kerja anda sudah 100 %.

* saya akan lakukan sampai selesai.
Kelihatannya yang ketiga ini cukup sederhana, tapi justru ini yang
tersulit. Pada komitmen ketiga ini, anda mungkin harus bekerja lebih
keras dan lebih lama, untuk mengisi bak air itu sampai penuh. Anda
mungkin bekerja sampai 120 % untuk menyelesaikannya.

Oke, Alasan, Prioritas dan Komitmen. Kalau ketiga hal ini sudah saya
laksanakan, adakah hal-hal baru tersebut bisa saya selesaikan ?

Belum, ada langkah terakhir, yaitu action. Sekuat apapun komitmen
anda, tentu tidak akan berjalan tanpa tindakan dari anda. Lakukan hal-
hal diatas secara terus menerus, karena suatu hal baru akan menjadi
kebiasaan jika sering dilakukan.

Selamat bekerja !


- Sonny V. Sutedjo -
(artikel pernah dimuat di Majalah Pengusaha Feb. 2004)

Trackback(0)
Comments (1)add comment

afdhal09 said:

sangat menarik dan bagus untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari
 
report abuse
vote down
vote up
July 05, 2005
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 9 guests and 16 members online
Generated in 1.45162 Seconds