Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Pisau gadang pisau tambatu
Dibaok urang ka taluak bayua
Di makan anak dari salido
Rumah gadang basandi batu
Adat basandi alua
Alua nan kaganti rajo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Gunung Talang meletus Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Webmaster Cimbuak   
Selasa, 12 April 2005

Belum hilang rasa kecemasan dan ketakutan akan Tsunami di Padang, Gunung Talang yang berketinggian 2.800 meter diatas permukaan laut, yang terletak di kabupeten Solok, meletus Selasa dini hari sekitar 03.42 WIB.
Letusan Gunung Talang ini bersifat freatik, artinya hanya mengeluarkan material di permukaannya, berupa abu vulkanik namun cukup untuk menutupi jalan-jalan, ladang, hingga perkebunan teh di sekeliling gunung

Pihak Vulkanologi sumbar, menghimbau agar masyarakat mengungsi paling tidak sejauh 1km dari pusat letusan.
Sampai pukul 12.20 siang, sudah terjadi lima kali letusan terjadi dan 4 nagari dinyatakan berstatus awas (Level III) yaitu : Bukit Batu dalam, Bukit Sileh, Batu Bajanjang dan Batu Hanya.
Dan alhamdulillah masyarakat dinagari ini sudah mengungsi.

Sedikit Data Gunung Talang

Sejarah Letusan

1833 -
Korthals melihat suatu letusan dari Padang dalam Oktober 1833, berupa tiang asap tebal dan batu membara, yang disemburkan dari kawahnya (Junghunhn,1853, p.1243). Neumann van Padang ( 1951, p.29 ) menganggapnya sebagai esplosi normal dalam kawah parasit.
 
1843 -
Kern ( 1845, p.94 ) melaporkan terjadi letusan pada 21 Oktober.
 
1845 -
Stumpe menggambarkan tiang asap raksasa berwarna hitam yang besar pada 22 April, hinggga rakyat menjadi panik karenanya. Letusannya terjadi juga dari kawah parasit (Junghuhn, 1853 p.1243 ).
 
1883 -
Verbeek ( 1883, p.505 ) menyebut – nyebut adanya dua buah rekahan dengan jurus timurlaut-baratdaya.Yang giat adalah rekahan sebelah selatan. Neumann van Padang ( 1951,p.29 ) mencantumkannya juga sebagai letusan dari kawah parasit.
 
1963  -
Kenaikan kegiatan
 
1967  -
Seorang pengamat gunungapi melaporkan, bahwa pada 10 Oktober terdapat kenaikan kegiatan tembusan fumarola pada sebuah celah sepanjang lk 800 m selebar 10 hingga 50 m dengan jurus timurlaut. Kegiatan utamanya terjadi pada 7 lubang utama,lk 200 m dibawah puncak.  Tidak terjadi letusan ( Kusumadinata, 1967, p.3 ).
 
1972 -
Tidak ada hal yang menyolok. Suhu mataair panas batu barjanjang pada 9 September adalah 58oC (55oC dalam Juni 1952 dan 61oC dalam Nopember 1967 ).
 
1981 -
23 Maret terdengar suara gemuruh dan asap tebal serta bau belerang kuat, yang sebelumnya didahului oleh adanya gempa yang terjadi sejak Agustus 1980 hingga Maret 1981
 

Lapangan fumarola

Juni 1952

Nop. 1967

9 Sept 1972

Okt 2001

1.  Gadang Atas I

95oC

96oC

95o, 80oC

115 o C

2.  Gadang Atas II 95oC 96oC  92o, 94o, 94oC 110 o C
3.  Belerang Tanah 97oC 86oC 93 o , 88o, 94oC  100 o C


Karakter Letusan
Letusan bersifat explosive

Periode Letusan
Periode letusan tidak jelas, pada abad 19 periode letusan hampir 10 tahun, namun pada abad 20 tidak ada letusan besar yang berarti, yang terjadi hanya beberapa kali kenaikan kegempaan yang disertai adanya hembusan asap yang berbau belerang kuat di sekitar kawah.

MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI

Sistim Pemantauan
Pemantauan kegiatan G. Talang dilakukan di pos PGA G. Talang yang terdapat di daerah Batu Barjanjang pada posisi 100o 42’ 10” ketinggian 1393,93 m dpl. Kegiatan pemantauan berupa pemantauan seismik (kegempaan) yang menerus selama 24 jam, dengan seismometer PS - 2 Kinemetrik sistim pancar dan sensor diletakan di lereng  G. Talang pada bagian atas dari mata air panas.

Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran suhu air panas, fumarola dan solfatara serta pengamatan warna asap, tinggi asap dan kekuatan hembusannya, yang dilakukan secara rutin dan dilaporkan setiap hari ke Direktorat vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui SSB.

Pemantauan secara berkala (kegempaan deformasi) dilakukan disaat-saat gunungapi mengalami peningkatan, misal kegempaan, seperti pada tahun 2001.

Peta Daerah Bahaya
Dalam mengantisipasi sebelum terjadinya bencana letusan gunungapi, khususnya G. Talang, Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, telah menerbitkan Peta Daerah Bahaya, yang bertujuan untuk memberikan petunjuk kemana arah bahaya dan kemana tempat menghindar/mengungsi bila terjadi letusan G. Talang, yang terbagi menjadi, Daerah Bahaya dan Daerah Waspada.

Daerah Bahaya adalah daerah yang mudah terjangkau oleh hasil letusan Gunungapi seperti oleh aliran lava, aliran piroklastik dan oleh jatuhan batu pijar, sedangkan daerah Waspada adalah daerah yang kemungkinan terlanda terutama oleh akibat sekunder, yaitu aliran lahar.

Daerah bahaya berada di sekitar puncak mulai dari ketingian 1300 sampai ke puncak, termasuk sebagian desa Kubang Kacik, Bale Ateh dan Batu Barjanjang, meliputi seluas 76,1 km2.

Daerah Waspada tersebar dari ketinggian 1200, pada radius 8 km dari puncak, menyebar ke sungai yang berhulu di G. Talang diantaranya mengikuti lembah sungai Muara Gauang, dan Bt. Sumani, termasuk sebagian Kecamatan Lembang Jaya, meliputi Nagari Koto Anau, Batubanyak, Koto Lawas, Kampung Batu dan Simpang Tanjung nan Ampek, seluruh nagari di Kecamatan G. Talang dan sebagian Kecamatan Bukit Sundi, Kubung dan Singkarak.

Dikutip dari berbagai Sumber

Komentar
1. Mangungsi
Ditulis oleh SaidiBandaro pada Rabu, 13 April 2005
:cry Kampuang urang rumah ambo di Simpang Tanjung nan ampek, kaluarga di sinan alah pai mangungsi sajak jam 4 subuah hari salasa , manuruik kaba dari kampuang urang lah banyak nan mangungsi ka simpang tj nan IV, manuruik berita di ANTV tadi pagi frekwensi gempa nan tajadi dek gunuang alah bakurang dari satiok 15 menit jadi 1 jam, mudah-mudahan di kampuang kito ndak tajadi bancano nan labiah gadang
2. Urang Kec. Gunung Talang
Ditulis oleh bagindosati pada Senin, 18 April 2005
Ambo Urang Talang, tapeknyo Dsn, Aro Talang. Kec. Gunung Talang. Kondisi terakhir di Kec. Gunung Talang tu baa kolah. Kok bisa saketek cimbuak manggambarkan kaadaan Dsn Aro Talang tu. rasonya tajawek tanyo. Sabaik salamoko hub. Telp. ambo jo kaluarga di sinan indak bisa.  
 
Tarimo kasih

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Selasa, 12 April 2005 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 1 dari 50 (1 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Mardi Gubarsah - Bungo Barangkai Duo

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 10 ) Anggota 10
 Tamu ( 1 ) Tamu 1
  Total  11
 Angoota ( 7,173 ) Angoota  7,173


Statistik
Agg Baru  anwal
Hari Ini 6
Minggu Ini 95
Bulan Ini 406
Tahun ini 3,044
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 1 pengunjung dan 10 anggota yang online
User Terbaru

anwal

Terdaftar pada
2008-07-05 12:08:47

Pengunjung: 3476413