Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan Buto pahambuih lasuang
Nan pakak palapeh badie
Nan lumpuah pauni rumah
Nan kuek paangkuik baban
Nan jangkuang jadi panjuluak
Nan randah panyaruduak
Nan Pandai tampek batanyo
Nan cadiak bakeh baiyo
Nan kayo tampek batenggang

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Ketika Musim Belalang Tiba PDF Print E-mail
Written by Admin   
Thursday, 14 April 2005

Sawahlunto - Bagi kaum ibu warga Mundam Sakti, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatera Barat, belalang bagai sumber makanan yang tak ada habisnya, seusai musim panen padi. Hampir sepanjang malam mereka turun ke sawah, mencari belalang untuk santapan makan keluarga.

Usai sholat isya, Janewar, bersiap hendak turun ke sawah. Perlengkapan untuk menangkap belalang tengah dipersiapkan. Malam itu, Janewar bersama ibu-ibu lainnya warga Mundam Sakti, hendak berburu si kaki panjang, yang hinggap di pucuk rerumputan liar.

Berbekal lampu colok atau obor, dan botol plastik bekas air mineral, rombongan kaum ibu, segera bersiap menuju ke sawah. Kerlap kerlip cahaya obor, menerangi perjalanan mereka menyusuri pematang sawah. Sesekali terdengar gelak tawa, menandakan kegembiraan menyambut datangnya musim panen belalang, yang akan berlangsung selama 2 hingga 3 bulan.

Setiba di sawah, si kaki panjang, langsung menjadi sasaran perburuan. Kondisi sawah yang masih berlumpur, tak menjadi halangan. Begitu si kaki panjang terlihat, tangan harus cekatan menangkapnya, agar tak keburu melompat. Berburu belalang bukannya tanpa resiko. Jika mata tak awas, bisa-bisa salah tangkap.

Selain warna belalang tak jauh beda dengan warna rumput tempat hinggapnya, tidak semua jenis belalang yang terdapat di sawah, bisa dimakan. Mata harus jeli mengenali 3 jenis belalang yang enak disantap, seperti jenis sianjung, beras, dan ponggok. resiko lain, jika tak hati-hati, ular sawah dan lintah, sewaktu-waktu dapat menyerang. Setelah dirasa cukup hasil tangkapan belalang malam itu, rombongan kaum ibu segera beranjak pulang.

Karena musim belalang tidak setiap saat datang, maka masakan yang terhidang, benar-benar diolah hingga mengundang selera makan. Begitu balado atau gulai belalang disajikan, semua jerih payah di sawah malam itu, terlupakan sudah. Dan esok malam, mereka akan kembali turun ke sawah, berburu belalang hingga musim tanam padi tiba.(Idh)

Sumber : www.indosiar.com

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 1 guest and 6 members online
Generated in 0.99197 Seconds