Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Cawang di langik tando ka lapeh
Ingek di rantiang ka manyucuak
Tahu di dahan ka maimpok
Tahu di unak kamanyangkuik
Pandai maminteh sabalun anyuik

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kerupuk Kulit Minangkabau PDF Print E-mail
Written by liputan6   
Saturday, 07 May 2005

Warga Minangkabau biasanya menjadikan kerupuk tersebut sebagai menu favorit dalam keseharian. Sejumlah pengusaha kerupuk kulit di Padang, Sumbar, mengaku usaha mereka diam di tempat lantaran kekurangan modal.


Kerupuk kulit, kerupuk gurih nan garing; pelengkap makan yang disukai sebagian orang. Kerupuk jangek, demikian warga Sumatra Barat, menyebut kerupuk terbuat dari kulit kerbau ini. Warga Minangkabau menjadikan kerupuk ini sebagai menu favorit dalam keseharian.

Reporter SCTV, baru-baru ini, mengunjungi Erwan, salah satu pengusaha kerupuk kulit di satu sudut Kota Padang. Saban hari, rumah Erwan penuh aktivitas yang berkaitan dengan membuat kerupuk kulit. Erwan memiliki 15 karyawan.

Untuk membuat kerupuk, kulit yang sudah direbus, dipanaskan di atas api agar bulu-bulunya bisa dibuang. Setelah itu kulit dipotong-potong dengan ukuran satu kali satu sentimeter. Selanjutnya kulit dijemur hingga kering. Biasanya proses pengeringan membutuhkan waktu selama tiga atau empat jam.

Erwan mengaku bisa menghabiskan 1,5 ton kulit kerbau per bulan. Jumlah ini setara dengan 30 sampai 35 ekor kerbau. Kulit satu ekor kerbau seharga Rp 400 ribu.

Usai diproses, kulit menyusut hingga 20 persen. Rata-rata, Erwan mengaku menghasilkan sekitar 1.200 kilogram kerupuk kulit per bulan. Satu kilogramnya dijual Rp 55 ribu. Erwan mengaku mampu meraup omzet Rp 50 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 40 persen. Namun, dia mengaku tak bisa meraih keuntungan maksimal. Sebab hasil penjualan tak bisa diperoleh kontan, sementara pembelian baku harus dibayar tunai.

Sebagian besar kerupuk kulit Erwan dijual dalam keadaan setengah jadi. Tujuannya supaya kerupuk kulit awet disimpan. Pembeli cukup menggoreng ulang kerupuk itu sebelum disantap. Sayangnya, usaha keluarga yang telah dirintis ayahnya sejak 30 tahun silam ini mentok alias tak bisa berkembang. Menurut Erwan, usahanya mandek karena kekurangan modal. Kondisi serupa sebenarnya dialami pengusaha kerupuk kulit lainnya di Sumbar.(SID/Aldian

Sumber : http://www.liputan6.com/fullnews/83160.html

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Saturday, 07 May 2005 )
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 10 guests and 12 members online
Generated in 1.05810 Seconds