|
Pituah |
Saba ado duo pucuaknyo Nan patamo saba jo kainginan Nan kaduo saba jo nan indak diinginkan |
|
|
Minangkabau Airport Siap Menjadi Bandara Haji |
|
|
|
|
Written by Admin (MI)
|
|
Saturday, 02 July 2005 |
|
Anggota Komisi VI DPR Azwir Dainy Tara mengusulkan, bandar udara (bandara) Minangkabau Airport (MIA) di Sumatra Barat, menjadi bandara keberangkatan dan kedatangan (embarkasi dan debarkasi) pada musim haji tahun ini. "Tinggal menunggu keputusan pemerintah, dalam hal ini Menko Kesra, Menteri Agama, Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan diharapkan segera mempertimbangkannya," kata Azwir, di Jakarta, Minggu (19/6).
Azwir, anggota Dewan asal Sumatra Barat menilai Sumatra Barat (Sumbar) siap menjadi pelakasana embarkasi dan debarkasi haji. Ini sejalan dengan rencana peresmian MIA, Juli 2005 mendatang. Bandara internasional yang bisa didarati pesawat berbadan besar itu, fasilitasnya memungkinkan. Selain itu, kata Azwir, juga menguntungkan bagi jamaah haji asal Provinsi Bengkulu dan Jambi, yang selama ini harus bergabung dengan Polonia Medan dan Batam. "Terutama dari segi penghematan biaya domestik dan waktu perjalanan akan menjadi lebih singkat." MIA dilengkapi prasarana dan sarana pendukung yang sangat memadai. Di antaranya, fasilitas parkir, air bersih, fasilitas pengkodinsian udara, landasan pacu konstruksi aspal 2.750 m X 45 m, bahkan masih dimungkinkan diperpanjang sampai 3.600 m. elain itu, bandara tersebut memiliki taxiway (landas hubung) dua buah, terletak di tengah landasan pacu. Apron (tempat parkir) untuk pesawat besar dan kecil serta memiliki fasilitas Garbarata (belalai gajah) sebanyak dua unit untuk melayani pesawat berbadan lebar. Minangkabau Airport juga dilengkapi terminal penumpang seluas 12.300 M2 atau setara 450 tempat duduk. Lalu, fasilitas pemadam kebakaran terbaik dan terlengkap di samping fasilitas kesehatan, tenaga pelayanan, sarana pendukung, peralatan yang seluruhnya sudah sangat mendukung. Menurut Azwir, fasilitas asrama haji tinggal menunggu perintah untuk segera diperluas kapasitasnya dari berdaya tampung 786 jamaah menjadi minimal 1.200 jamaah. Ini, sesuai standar fasilitas asrama haji menurut SKB Menteri Agama dan Menteri Perhubungan No.383/67, tahun 2004. Fasilitas sosial lainnya juga sudah mendukung, seperti aula yang dapat menampung 450 jamaah, masjid 500 jamaah. Lainnya, poliklinik/perawatan 6 orang dan ruang makan untuk 450 jamaah. Selain itu tersedia tempat dan peraga Sa'i dan lapangan Arafah. Azwir juga menilai pemerintah daerah Sumatra Barat, dengan dukungan DPRD setempat sudah sangat siap. Daerah ini bahkan sudah bertekad segera mewujudkan ketersediaan prasarana dan sarana pendukung representatif. Dengan begitu dapat diwujudkan pelayanan prima bagi jamaah haji. Misalnya dengan mempersiapkan pembangunan fasilitas pendukung embarkasi dan debarkasi yang memenuhi persyaratan pemerintah. (Ant/OL-02)
Sumber : http://www.i2.co.id/news/media_latestnews.asp?id=68068">http://www.i2.co.id/news/media_latestnews.asp?id=68068
Trackback(0)
|
|
Last Updated ( Saturday, 02 July 2005 )
|
|
|
Yayasan Palanta Cimbuak |
 Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko |
|
Online Sekarang |
|
We have 9 guests and 3 members online |
|