Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Malompek samo patah
Manyaruduak samo bungkuak
Tatungkuik samo makan tanah
Tatalantang samo minum aie
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Pilkada Sumbar Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh admin   
Jumat, 08 Juli 2005

Pembentukan Pansus Pilkada Sumbar
Diwarnai Ketegangan

Rapat pembentukan tim DPRD yang bertujuan mencari fakta seputar pelanggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumatera Barat (Sumbar), Senin (4/7), diwarnai ketegangan. Meski demikian, rapat sepakat merekomendasikan pembentukan panitia khusus (pansus).

Menanggapi pembentukan pansus ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M.Ma'ruf di Jakarta, kemarin, mengatakan, pihaknya mempersilakan asal kerja pansus tersebut tetap dalam koridor undang-undang.
Sementara itu, ketegangan dalam rapat DPRD Sumbar yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumbar Masful dan diikuti utusan fraksi dan ketua komisi a itu terjadi ketika Ketua Komisi A Jarnal Raden mempertanyakan perlunya dibentuk tim pencari fakta. Menurutnya, sebelum dibentuk tim, harus jelas terlebih dahulu siapa dan warga mana yang tidak memilih. Dan kelompok mana yang tidak berkepentingan.
Bebarapa anggota DPRD yang lain langsung menginterupsi karena menilai pertanyaan Jarnal mementahkan kembali persoalan. Namun, Jarnal tampak emosi dan menolak diinterupsi.
Jarnal yang berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) terus melanjutkan argumentasinya. Ketegangan semakin memuncak ketika Jarnal kemudian membentak sembari menyatakan "Saya jangan diinterupsi," saat melihat anggota dewan yang lain juga ikut mengangkat tangan menyatakan interupsi.
Pimpinan sidang akhirnya memberikan kesempatan kepada Jarnal mengemukakan pendapatnya, sementara interupsi tidak dilayani. Suasana akhirnya mencair setelah dijelaskan bahwa tujuan pembentukan pencari fakta bukanlah untuk merekomendasikan pemilihan ulang. Tetapi, kalau pemeritah pusat kemudian menetapkan pemilihan ulang, itu tidak masalah. Karena memang, DPRD tidak punya wewenang meminta pilkada diulang.
Setelah pansus terbentuk, akan direkomendasikan ke Panitia Musyawarah (Panmus) sendiri akan digelar hari ini (5/7) di ruang Panmus DPRD Sumbar. Dalam rapat inilah akan ditetapkan nama tim pencari fakta ini kemudian target waktu mereka bekerja.
Pansus pencari fakta ini nantinya beranggotan semua anggota Komisi A sebanyak delapan orang, perwakilan fraksi sebanyak enam orang, dan unsur pimpinan.
Menurut Apris, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Pansus ini nantinya akan mencari fakta seputar penyebab banyaknya warga Sumbar yang tidak bisa memanfaatkan hak suaranya karena tidak mendapat kartu pemilih. Hasilnya, nanti akan direkomendasikan ke pemerintah pusat. Pemerintah pusatlah yang menindaklanjuti hasil temuan tersebut.
Selama ini diindikasikan terjadi pelanggaran, terutama soal proses pendataan pemilih yang didasarkan pada data Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) tahun 2003.
Kalau ini terbukti, menurut Yus Akyar Sastra, Sekretaris Komisi A, berarti ada pelanggaran pidana. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dapat dijerat melanggar pidana.
"Kita akan laporkan temuan ini. Jadi selain disampaikan ke pemerintah pusat, juga akan dilaporkan ke pihak kepolisian," ujarnya.

Hitung Perolehan Suara
Pihak KPUD Sumbar sendiri saat ini terus menghitung perolehan suara pilkada. Data terakhir informasi dan teknologi di papan pengumuman KPUD, tercatat pasangan Gamawan Fauzi-Marlis Rahman mendapat suara 677.153 suara (43.21 persen) diikuti pasangan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid yang diusung Partai Keasilan Sejahtera (PKS) mendapat suara 392.640 (25,05%), Jeffrie Geofanny-Dasman Lanin yang didukung koalisi partai kecil Tuah Sakato mendapat 246.467 suara (15,73%), Leonardy Harmainy-Rusdi Lubis yang diusung Golkar mendapat 141.304 suara (9,02%), dan juru kunci dipegang pasangan Kapitra Ampera-Dalimi Abdullah yang dicalonkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat memperoleh 109.686 suara (6,99%).
Menurut Ketua KPUD Sumbar Muftie Syarfie, penghitungan belum final karena memang data yang dipakai adalah penghitungan manual.
(ino/sir
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/05/nas01.html

 

Komentar
1. nan ta icia mintak di kameh i ( not hind
Ditulis oleh ondehondeh pada Sabtu, 09 Juli 2005
kok manih usah lakeh dilulua, kok paik jan capek diludahkan,bao bapikialah daulu . tapi kok ka di daguik juo .................. baco bismillah tigo kali .
2. Ditulis oleh orangminang pada Kamis, 14 Juli 2005
KINIKO LAH SALASAI SADONYO..., LAH TANANG BALIAK, KOK KAMANDAGUIK.. BULIAH DILULUA TARO..???  
:roll

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 13 dari 50 (12 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: disc1

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 31 ) Anggota 31
 Tamu ( 6 ) Tamu 6
  Total  37
 Angoota ( 7,169 ) Angoota  7,169


Statistik
Agg Baru  Susanti
Hari Ini 23
Minggu Ini 105
Bulan Ini 420
Tahun ini 3,048
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 6 pengunjung dan 31 anggota yang online
User Terbaru

Susanti

Terdaftar pada
2008-07-05 03:43:29

Pengunjung: 3472634