|
Pembentukan Pansus Pilkada Sumbar Diwarnai Ketegangan
Rapat pembentukan tim DPRD yang bertujuan mencari fakta seputar pelanggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumatera Barat (Sumbar), Senin (4/7), diwarnai ketegangan. Meski demikian, rapat sepakat merekomendasikan pembentukan panitia khusus (pansus).
Menanggapi pembentukan pansus ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M.Ma'ruf di Jakarta, kemarin, mengatakan, pihaknya mempersilakan asal kerja pansus tersebut tetap dalam koridor undang-undang. Sementara itu, ketegangan dalam rapat DPRD Sumbar yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumbar Masful dan diikuti utusan fraksi dan ketua komisi a itu terjadi ketika Ketua Komisi A Jarnal Raden mempertanyakan perlunya dibentuk tim pencari fakta. Menurutnya, sebelum dibentuk tim, harus jelas terlebih dahulu siapa dan warga mana yang tidak memilih. Dan kelompok mana yang tidak berkepentingan. Bebarapa anggota DPRD yang lain langsung menginterupsi karena menilai pertanyaan Jarnal mementahkan kembali persoalan. Namun, Jarnal tampak emosi dan menolak diinterupsi. Jarnal yang berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) terus melanjutkan argumentasinya. Ketegangan semakin memuncak ketika Jarnal kemudian membentak sembari menyatakan "Saya jangan diinterupsi," saat melihat anggota dewan yang lain juga ikut mengangkat tangan menyatakan interupsi. Pimpinan sidang akhirnya memberikan kesempatan kepada Jarnal mengemukakan pendapatnya, sementara interupsi tidak dilayani. Suasana akhirnya mencair setelah dijelaskan bahwa tujuan pembentukan pencari fakta bukanlah untuk merekomendasikan pemilihan ulang. Tetapi, kalau pemeritah pusat kemudian menetapkan pemilihan ulang, itu tidak masalah. Karena memang, DPRD tidak punya wewenang meminta pilkada diulang. Setelah pansus terbentuk, akan direkomendasikan ke Panitia Musyawarah (Panmus) sendiri akan digelar hari ini (5/7) di ruang Panmus DPRD Sumbar. Dalam rapat inilah akan ditetapkan nama tim pencari fakta ini kemudian target waktu mereka bekerja. Pansus pencari fakta ini nantinya beranggotan semua anggota Komisi A sebanyak delapan orang, perwakilan fraksi sebanyak enam orang, dan unsur pimpinan. Menurut Apris, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Pansus ini nantinya akan mencari fakta seputar penyebab banyaknya warga Sumbar yang tidak bisa memanfaatkan hak suaranya karena tidak mendapat kartu pemilih. Hasilnya, nanti akan direkomendasikan ke pemerintah pusat. Pemerintah pusatlah yang menindaklanjuti hasil temuan tersebut. Selama ini diindikasikan terjadi pelanggaran, terutama soal proses pendataan pemilih yang didasarkan pada data Pendaftaran Pemilih dan Pendataan Penduduk Berkelanjutan (P4B) tahun 2003. Kalau ini terbukti, menurut Yus Akyar Sastra, Sekretaris Komisi A, berarti ada pelanggaran pidana. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dapat dijerat melanggar pidana. "Kita akan laporkan temuan ini. Jadi selain disampaikan ke pemerintah pusat, juga akan dilaporkan ke pihak kepolisian," ujarnya.
Hitung Perolehan Suara Pihak KPUD Sumbar sendiri saat ini terus menghitung perolehan suara pilkada. Data terakhir informasi dan teknologi di papan pengumuman KPUD, tercatat pasangan Gamawan Fauzi-Marlis Rahman mendapat suara 677.153 suara (43.21 persen) diikuti pasangan Irwan Prayitno-Ikasuma Hamid yang diusung Partai Keasilan Sejahtera (PKS) mendapat suara 392.640 (25,05%), Jeffrie Geofanny-Dasman Lanin yang didukung koalisi partai kecil Tuah Sakato mendapat 246.467 suara (15,73%), Leonardy Harmainy-Rusdi Lubis yang diusung Golkar mendapat 141.304 suara (9,02%), dan juru kunci dipegang pasangan Kapitra Ampera-Dalimi Abdullah yang dicalonkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat memperoleh 109.686 suara (6,99%). Menurut Ketua KPUD Sumbar Muftie Syarfie, penghitungan belum final karena memang data yang dipakai adalah penghitungan manual. (ino/sir http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/05/nas01.html
|
1. nan ta icia mintak di kameh i ( not hind Ditulis oleh ondehondeh pada Sabtu, 09 Juli 2005 kok manih usah lakeh dilulua, kok paik jan capek diludahkan,bao bapikialah daulu . tapi kok ka di daguik juo .................. baco bismillah tigo kali . | 2. Ditulis oleh orangminang pada Kamis, 14 Juli 2005 KINIKO LAH SALASAI SADONYO..., LAH TANANG BALIAK, KOK KAMANDAGUIK.. BULIAH DILULUA TARO..??? |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |