Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kamanakan barajo ka mamak
Mamak barajo ka panghulu
Panghulu barajo ka mufakat
Mufakat barajo ka nan bana
Bana badiri sandirinyo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Motivasi : Newsletter 03 PDF Print E-mail
Written by Milis Acesia   
Friday, 08 July 2005
1. Artikel

AKHIRNYA MULYONO BISA KE ITB

Perawakannnya kecil dan kurus, penampilannya sederhana, dan bicaranya
agak malu-malu. Ia berasal dari sebuah desa yang dikelilingi ladang
jagung di Dusun Ngampel Kurung, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri,
Jawa Timur. Sekalipun tidak banyak orang yang tahu, ia adalah seorang
yang turut mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional.


Mulyono (18) adalah salah seorang peraih medali perunggu dalam
Olimpiade Biologi Internasional (IBO) 2004 di Brisbane Autralia, Juli
2004. Sebelumnya, ia meraih penghargaan honorable mention DALAM IBO
2003 di Belarusia. Untuk sampai ke tingkat internasional, Mul,demikian panggilan akrabnya, telah menjadi juara di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Prestasi membanggakan itu membuatnya diterima di Program Studi
Mikrobiologi Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program ujian
saringan masuk (USM). Kenyataan itu bukannya membuat dia gembira,
malah bingung. "Waktu dikasih tahu saya diterima, seketika
dhueeeeng …. Saya langsung berpikir mengenai biaya SPP dan biaya
hidup disana" paparnya ketika ditemui di rumahnya hari Minggu(1/8)lalu.

Mul bercerita, kesulitan terbesar yang dialami selama hidupnya selalu
berkenaan dengan masalah keuangan. Ia berasal dari keluarga sangat
sederhana. Sejak ayahnya meninggal, ketika ia masih berusia selapan
(35 hari), ibunya harus bekerja keras di Surabaya, sementara Mul
hanya tinggal bersama neneknya yang sudah tua. Karena pada dasarnya
ia anak yang pandai, sejak bersekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN)
Srikaton I hingga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Pare, Mul
selalu mendapatkan beasiswa, untuk meringankan beban biaya sekolah
yang harus ditanggung ibunya.

"Beasiswa itu hanya cukup untuk membayar BP3, sedangkan untuk
buku- buku harus mengeluarkan uang sendiri. Saya bekerja sejak Mul
kecil hingga sebesar sekarang, dan jarang bertemu dengannya,"
tutur sang ibu, Mujiyati, yang ditemui beberapa hari sebelumnya.

Ia bercerita tentang keinginan besar Mul untuk sekolah di SMAN 2 Pare
yang merupakan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) terbaik di Kabupaten Kediri. "Ia tidak mau sekolah kalau tidak di SMAN 2 Pare" katanya.

Maka, dengan berbekal uang Rp 2.200 setiap hari, Mul mengayuh sepeda
yang dia miliki sejak kelas empat SD menuju ke jalan besar di
Maduretno – yang berjarak sekitar empat kilometer – ke tempat
angkutan yang akan membawanya ke Pare. Sepedanya dia titipkan dengan
ongkos Rp 200. Lalu ia naik angkutan umum ke sekolahnya – Sekitar
10 kilometer jauhnya – dan untuk itu harus membayar Rp 2.000
untuk pergi pulang. "Ia tidak membawa uang untuk jajan, hanya cukup
untuk naik angkutan kota. Biasanya, untuk sarapan saja dia makan
masakan yang saya masak sore sebelumnya," tutur Mujiyati menceritakan.

Waktu itu kehidupan begitu sulitnya bagi mereka, tetapi Mul tidak
pernah mengeluh. Begitu seringnya Mul bolak balik ke Bandung membuat
ibunya berhenti bekerja untuk menemani neneknya. Sekarang ia
mengerjakan apa saja di ladang para tetangganya. "Waktu tahu Mul
diterima di ITB, saya juga ikut bingung. Saya sudah tidak bekerja
lagi di Surabaya, sementara biaya yang ada belum cukup," kenang
Mujiyati.

Biaya yang harus dibayarkan untuk masuk ITB sebesar Rp 45 juta,
sementara biaya persemester Rp 1,7 juta. Belum lagi biaya untuk kos
setiap bulan dan biaya makan setiap harinya. Jika biaya itu tidak
bisa dipenuhi, ia terancam tak bisa memenuhi cita-citanya yang baru,
menjadi seorang peneliti.

Sebelumnya ia sangat ingin menjadi dokter. Namun cita-cita mulia itu
harus ditinggalkan karena ia tidak bisa lolos di Penjaringan Bibit
Unggul Berprestasi (PBUB) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
"Saya heran, mengapa tidak bisa lolos. Padahal, syarat utamanya adalah juara olimpiade nasional atau finalis olimpiade internasional. Waktu itu saya memenuhi kedua kriteria tersebut, tapi entah mengapa tidak diterima," kenang Mul dengan nada penasaran.
Padahal, jika diterima di PBUB itu, semua biaya kuliah selama 4
tahun gratis. Ia sudah membayangkan beberapa kemudahan yang bisa
dinikmatinya, apalagi biaya hidup di Yogyakarta tak setinggi di
Bandung.

Namun cita-cita itu harus kandas dan Mul harus banting setir ke ITB
yang kemudian membawanya ke berbagai kebingungan. Akan tetapi,
kebingungan itu tidak membuatnya putus asa. Mul mengajukan beasiswa
ke PT Sampoerna, yang juga berakhir dengan penolakan. "Mungkin
mereka salah tangkap, mengira saya meminta beasiswa untuk kuliah S1
di luar negeri. Karena itu, mereka memberi syarat, saya harus meraih
medali emas di olimpiade international itu untuk bisa mendapat
beasiswa dari mereka. Padahal yang saya inginkan adalah beasiswa
untuk kuliah S1 di dalam negeri," paparnya.

Mul sendiri selalu menabungkan uang yang diperolehnya dari berbagai
kompetisi yang diikutinya. "Saya mendapat uang saku, uang transpor selama di pembinaan, juga dari dari juara olimpiade. Semua saya tabung. Saya harus sangat hemat," kata Mul. Namun sehemat-hematnya Mul mengeluarkan uang, tetap saja tabungannya tidak mencukupi biaya kuliah persemester dan biaya hidup di Bandung.

Api semangat Mul tidak padam, apalagi dukungan dari orang-orang di
sekitarnya sangat besar. "Anak itu memang pandai dan selalu juara
kelas. Mul juga aktif dan lincah meskipun agak tertutup. Ia juga
senang membantu menerangkan teman-temannya jika ada yang bertanya
tentang berbagai pelajaran, sampai kadang-kadang merelakan jam
istirahatnya ," ujar guru pembimbing Biologi SMAN 2 Pare,Isrowiyati.

Dengan sukarela, para guru pembimbing mengarahkannya dan membantu
kebutuhannya jika Mul akan berangkat ke Bandung untuk pembinaan di
ITB. Para guru pembimbing adalah tempat bertanya bagi Mul. Kepada
mereka, Mul bisa berterus terang tentang berbagai hal, termasuk
kesulitan yang dialaminya. "Kami sedang mengupayakan bantuan dari
berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan. Karena kepada dinas sedang
sakit, belum ada kelanjutannya. Kabar terakhir, alumni SMAN 2 Pare
dan SMAN 2 Kediri bersedia memberikan bantuan untuk biaya hidup Mul
sampai tamat di Bandung," ujar kepala SMAN 2 Pare Sukadi.

Sekarang, Mul boleh berlega hati. Banyak pihak sudah bersedia membantunya. Ia tidak lagi berpikir tentang uang yang harus dia
keluarkan untuk biaya kuliah maupun biaya hidup selama di Bandung.
Setidaknya, ia bisa mulai mencapai idealismenya untuk menjadi orang
yang berguna bagi banyak orang. "Setidaknya apa yang saya hasilkan bisa membuat orang lain senang meskipun mereka tidak mengenal saya. Dan itu sudah membuat saya puas," ujar Mul mantap.

Mulyono, dengan motto hidupnya "Badai pasti berlalu" penuh percaya diri menyongsong hidupnya. Ladang-ladang jagung di sekitar desanya menunggu untuk diteliti. "Saya percaya, jika sekarang saya berada dalam kesulitan, beberapa jam, menit, atau detik lagi saya akan keluar dari masalah itu," katanya menutup perbincangan.

Dikutip dari Kompas, rabu 4 Agustus 2004 hal. 1

*********************************************************************
2. Renungan

Rekan-2 The Acesia, pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari
artikel diatas ?

Coba bayangkan, seandainya anda berada pada posisi Mulyono diatas,
kira-kira apa yang akan anda lakukan ? Hidup miskin di sebuah kota
kecil, bersepeda 8 kilometer PP setiap hari, dengan uang Rp 2.200
yang hanya cukup untuk transportasi, dan tidak ada sisa untuk uang
jajan. Pulang sekolah dalam keadaan lelah, masih punya kewajiban
untuk merawat neneknya yang telah lanjut usia. Kehidupan seperti ini
anda lakukan setiap hari selama bertahun-tahun.
Dalam keadaan seperti itu, adakah anda masih punya impian untuk
melangkah ke kehidupan yang lebih baik ?

Hampir setiap orang mungkin akan menjawab,". Saya ini kan cuma
anak seorang miskin dari desa. Jangankan mikirin kuliah di ITB,
untuk makan sehari-hari aja susah. Ya sudah, ini adalah takdir dari
Tuhan. Kita terima saja dan kita syukuri, karena masih diberi hidup
sampai hari ini". Memang benar takdir berasal dari Tuhan. Namun
jangan lupa, bahwa kita juga diberi akal budi untuk MENGUBAH takdir
kita tersebut. Masalahnya, apakah kita akan MENGGUNAKAN KESEMPATAN
untuk mengubah takdir tersebut atau tidak.

Dalam menggunakan kesempatan inipun, masih ada lagi halangannya. Ada
orang yang berkata "Saya akan coba" dan ada pula yang bertekad "Saya harus berhasil". Saya akan coba berarti "Saya akan mengerjakannya, tapi mungkin bisa gagal lho ……..". Masih ada pesimisme dalam kalimat tersebut. "Saya harus berhasil" menunjukkan total komitmen untuk menyelesaikan apa yang ditelah dimulai sampai selesai. Untuk mencapai impian memang tidak mudah.
Anda harus berani MEMBAYAR harganya. Harga itu bisa berupa uang,
waktu, atau kerja keras.

Mulyono, dalam artikel diatas, hanya sedikit orang yang menggunakan
kesempatan tersebut dan membayar harganya dengan kerja keras yang
luar biasa.

Rekan-2 sekalian, saya yakin sebagian besar dari anda saat ini
mempunyai kondisi jauh diatas kondisi Mulyono. Lalu, apa yang
menghalangi anda untuk sukses ?


Mungkin saat ini anda mempunyai impian, tapi anda melihat kondisi
anda saat ini tidak memungkinkan untuk mencapai impian anda tersebut.
Dan mungkin impian anda saat ini sudah terkubur jauh di dalam hati
anda. Gali kembali impian itu dan kejar, karena masalahnya bukan
DIMANA anda sekarang, tapi KEMANA anda ingin melangkah.

HANYA ORANG YANG BERANI MEMBAYAR HARGANYA DENGAN PENGORBANAN YANG
AKAN MENCAPAI IMPIANNYA.

Sukses Untuk Anda !!!


- Paulus –
Moderator

*********************************************************************
3. Tips Pengembangan Diri


Gerakan bola mata

Rekan-2 sekalian, apakah anda telah mendownload dan mempelajari
file "Introduction to NLP" yang berada di sub section FILES ?
Ada hal menarik yang bisa dipelajari disana, dimana dijelaskan
tentang gerakan bola mata seseorang. Ada 6 macam gerakan bola mata
yang biasa dilakukan seseorang ketika sedang berbicara. Secara
ringkas dapat dikatakan, bahwa bola mata yang bergerak ke kiri
berarti orang tersebut sedang berpikir tentang masa lalu, dan bila
bergerak ke kanan berarti sedang memikirkan masa depan. Dari gerakan
itu kita bisa tahu, hal apa yang sedang dipikirkan oleh lawan bicara
kita, apakah dia berkata jujur atau berbohong.

Nah, saya mendapat kesempatan mempraktekkan hal ini, ketika akhir
bulan Juli lalu saya diundang menjadi dosen tamu di Prasetiya Mulya
Business School – Jakarta. Saya mengisi sesi utama "Professional Business Interview", dimana salah satu acaranya adalah saya berperan sebagai seorang interviewer, dan berhadapan one on one dengan beberapa mahasiswa.

Menarik sekali. Ketika saya menanyakan sesuatu yang terjadi di masa
lalu kepadanya, misalnya "Tell me about yourself", maka sambil bicara bola matanya bergerak ke arah kiri atas dan kiri bawah. Artinya, mahasiswa tersebut mencoba mencari informasi secara VR (Visual Remembered), yaitu seperti apa dirinya di masa lalu, dan secara AD (Auditory Digital), yaitu mencoba berdialog dengan dirinya sendiri, bagaimana harus mencoba menyampaikan tentang dirinya tersebut secara tepat.

Lalu saya mencoba pula menanyakan sesuatu yang akan terjadi di masa
depan, misalnya "Tell me about your business strategy if you work
for this company". Otomatis matanya bergerak ke kanan atas.
Artinya, mahasiswa tersebut mencoba berpikir secara VC (Visual
Constructed), yaitu mencoba membentuk kerangka `jawaban'yang sebelumnya tidak pernah ada dalam pikirannya.

Ketika pertanyaan saya sampai di masalah gaji, mata mereka bergerak
ke arah kanan bawah, yaitu K (Kinestetic). Karena masalah gaji
merupakan hal yang langsung menyentuh emosi mereka.

Ada hal yang unik disini. Ada satu pertanyaan tentang masa lalu
mereka yang saya tanyakan, namun mata mereka melirik ke arah kanan.
Ditanya tentang masa lalu, tapi jawabannya kok dicari di `masa
depan'. Ini menandakan mereka mencoba untuk berbohong.

Sebaliknya, ketika saya mencoba menanyakan satu pertanyaan tentang
masa depan, mata mereka melirik ke arah kiri. Ini berarti mereka
mencoba berpikir, adakah hal masa lalu di otaknya, yang bisa
digunakan untuk menjawab pertanyaaan di masa depan tersebut. Ini
tidak salah, namun menunjukkan kalau mereka kurang kreatif dalam
menciptakan hal-hal baru.

Dalam sesi berikutnya, kesemua mahasiswa tersebut dikumpulkan dalam
suatu class session untuk final briefing. Banyak dari mereka yang
kaget, karena saya bisa menebak `inti' dari jawaban mereka.
Saya katakan bahwa saya bukan tukang sulap, saya hanya menebak dari
gerakan bola mata mereka. Saya sarankan pula bahwa selanjutnya mereka
harus mulai melatih bola mata mereka agar tetap fokus ke depan ketika
berbicara dengan seseorang, bukan hanya dalam proses interview, namun
dalam semua situasi perbincangan.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan disini. Yang pertama adalah
masalah etika, dimana orang akan lebih suka diperhatikan ketika
mereka bercakap-cakap dengan anda. Yang kedua, bila anda jarang
menatap matanya, secara tidak langsung anda akan mengatakan `anda
takut' kepada lawan bicara anda, anda merasa inferior. Dan yang
ketiga, orang akan lebih mudah `membaca' anda jika mata anda
bergerak- gerak, terutama jika lawan bicara anda juga belajar tentang
NLP.

Bagaimana dengan anda, sudahkah anda mempelajari teknik tersebut ?
Akan banyak berguna ketika anda berbicara dengan orang lain. Dengan
mengetahui arah gerakan mata mereka saja, anda akan mengetahui
`isi hati mereka' secara tidak langsung. Bagi anda sendiri,
dengan pandangan yang fokus ke depan, anda tidak akan
`mudah' dibaca
orang.

Selamat Mencoba !!


- Sonny V. Sutedjo –
Moderator

*********************************************************************

4. Tanya Jawab Motivasi & Pengembangan diri

a. Jiwa Wirausaha

Saya mau tanya langsung ke Pak Sonny. Kebetulan saya mendengarkan
siaran anda di radio Indika minggu lalu. Acara itu cukup menginspirasi saya untuk berani memulai wirausaha. Kebetulan saya dan istri memang dari tahun lalu punya rencana untuk membuka satu took kecil di daerah Ciputat, tapi masih banyak ragu ragunya. Dari pemaparan yang bapak jelaskan di radio, kok kayaknya gampang banget sih wirausaha itu ? Lha kalo gitu, kok masih ada orang yang gagal ya pak. Sama sekalian tanya pak. Kok waktu itu bapak di radio ngomongnya masalah mental melulu. Saya ini kan juga ingin tahu masalah teknisnya, misalnya marketingnya, keuangannya, strateginya, dll.
Mohon penjelasan bapak. Terima kasih.

Agus Sumantri
Ciputat – Jakarta


Pak Agus,
Saya ikut senang kalau anda bisa terinspirasi setelah mendengarkan
siaran saya. Tapi yang lebih penting lagi anda berani melakukan
action untuk mewujudkan inspirasi anda tersebut.

Pertanyaan anda adalah, apakah benar memulai wirausaha segampang itu.
Kalau anda bilang sulit, itu benar. Tapi kalau anda bilang mudah, itu
juga benar. Ingat, sulit atau mudah itu pikiran anda sendiri yang
menentukannya. Seringkali saya mendengar orang yang berkata "Ah,
saya tidak mau melakukan hal itu, terlalu sulit kelihatannya".
Mereka mengatakan ini bahkan SEBELUM mereka melakukannya.

Maka ketika mereka ternyata melakukannya, sejak langkah awal mental
mereka sudah terbebani `sulit' tersebut'. Dan di tengah-tengah mereka akan menggerutu "Nah benar kan sulit …. Kan sudah saya bilang dari awal".

Sebaliknya, kalau anda bilang mudah sejak awal, maka ketika anda mulai mengerjakan, dalam pikiran anda ada `passion' yang akan menjadi turbo anda dalam bekerja. Bahkan ketika kesulitan menghadang, `passion' anda akan menuntun anda untuk berusaha lebih keras mencari solusinya. Passion anda ini juga akan mengeliminasi hal- hal negatif yang bisa menghambat kerja anda.

Anda lihat, kerjanya sama, cara pikir yang berbeda, akan menghasilkan
output yang berbeda pula. Manakah yang akan anda pilih ?

Pertanyaan anda yang kedua mengenai kegagalan. Apakah arti kegagalan
itu menurut anda ?

Sebagai contoh, apabila toko anda yang akan dibuka di Ciputat tersebut tidak ada pembelinya sama sekali pada bulan pertama, apakah anda menyebut itu gagal ?

Bila kemudian toko tersebut anda tutup, maka itulah kegagalan total.
Namun bila anda menganalisa, dimana kesalahan anda, mungkin harganya
terlalu mahal, mungkin kurang promosi, dan lain-lain, kemudian anda
teruskan membuka toko tersebut dengan memperbaiki kekurangan tadi di
bulan-bulan selanjutnya, maka kegagalan itu hanya sementara saja.

Dari kegagalan yang terjadi pun dapat dipetik pelajaran yangberharga. Orang yang gagal total akan mendapat pelajaran "Kalo gitu lain kali jangan coba-2 deh buka toko".
Sedang mereka yang gagal sementara akan mendapat pelajaran"Oh, kalo gitu harga jangan terlalu mahal, promosi mesti ditingkatkan,dll".

Pelajaran manakah yang akan anda ambil ? Ingat, bukan berapa kali
anda jatuh, tapi berapa kali anda bangkit ketika jatuh.

Dalam siaran saya di Indika FM tersebut, saya juga mengatakan 2
prinsip bisnis & kehidupan yang mungkin bisa anda terapkan. Nomor
satu adalah Simplicity, yaitu pandanglah segala masalah dari sudut
yang paling sederhana. Simplicity ini kemudian saya bagi lagi menjadi
2 bagian, yang pertama adalah "Masalah besar kita kecilkan",
dan yang kedua adalah "Masalah kecil kita hadapi".

Contohnya dalam kasus bapak diatas. Masalah besarnya adalah bapak takut gagal. Saya ubah menjadi masalah kecil menjadi "Apa sih kendalanya, paling juga gagal". Kegagalan yang tadinya besar saya `remehkan' menjadi kecil. Selanjutnya saya tinggal menghadapinya dengan melakukan kerjanya.

Yang perlu anda camkan,`meremehkan' kegagalan disini bukan berarti saya bekerja seenaknya, namun tetap bekerja secara tekun dan cermat. `Meremehkan' ini hanya ada dalam pikiran anda saja.

Prinsip saya yang kedua adalah Flexibility, artinya kita mesti cepat
tanggap terhadap segala perubahan yang terjadi di sekitar kita.

Mengenai pertanyaan anda tentang masalah teknis entrepereneur, mohon
maaf tidak bisa saya jawab di dalam milis ini, karena memang milis
ini lebih fokus ke personal development dan motivasi.

Sebagai gantinya, anda mendapat bonus untuk mengikuti kuliah
entrepreneurship saya secara gratis. Kuliah akan mulai berlangsung
bulan September – Desember 2004 di salah satu program magister
manajemen di Jakarta. Silahkan hubungi saya di e-mail untuk
keterangan lebih lanjut.

- Sonny V. Sutedjo -
Moderator

*********************************************************************
5. Motivational Quotes

The only real limitation on your abilities is the level of your
desires. If you want it badly enough, there are no limits on what you
can achieve
- Brian Tracy -

To handle yourself use your head
To handle others use your heart
- Eleanor Roosevelt -

If there is a will, there is a way
- Anonymous -

Today is a nice day or a bad day not depends on weather, but depends
on your mind
- Anonymous -

Orang hanya kagum melihat beberapa tembakan saya yang spektakuler
dalam pertandingan, tapi mereka tidak melihat ribuan tembakan saya
yang gagal dalam latihan
- Michael Jordan -

********************************************************************
6. Humor Motivasi
Kiriman Sdr. Eric – Ujung Pandang

Pria tidak pernah ditolak cewek


Ini dia, hasil dari eksperimen bertahun-tahun berhasil mengungkap
maksud apa di balik tanggapan seorang cewek saat ada yang menyatakan
cinta. Ini asli 100% tokcer, jadi kalo kamu ada yang ngalamin seperti
salah satu di bawah ini, jangan putus asa, selalu ada jalan.

Jadi cowok memang harus optimis bo.:)

-------------------------------------------------
Roni : Aku suka sama kamu, Rin... Aku pengin kamu jadi pacarku.
Rina : (Malu-malu) Aku juga suka sama kamu, Ron.

Artinya - Jelas si Rina suka sama si Roni, sampe ngomong terus terang
gitu.
-------------------------------------------------
Hendro : Nov, Aku bener-bener suka sama kamu. Aku pengin kita bisa
jalan bareng.
Novi : Kayaknya kita lebih baik temenan aja, deh. Kita kan udah lama
temenan.

Artinya - Novi pun sebenarnya suka sama si Hendro. Status "teman"
hanya buat alasan aja buat si Novi biar bisa deket terus sama si
Hendro.
-------------------------------------------------
Andri : Aku ngerasa cocok jalan sama kamu. Mau gak jadi pacarku, Wen?
Wenny : Jangan sekarang deh ...Aku pengin konsentrasi studiku dulu

Artinya - Wenny suka sama si Andri, jawaban yang nggantung dan
ngambang kayak gitu maksudnya biar Andri penasaran dan tetep "stay
around" si Wenny. Dengan gitu kan mereka bisa tetep deket. Andaikan
si Wenny nggak suka, pasti ngomong terus terang sama Andri.
-------------------------------------------------

Roy : Kamu cakep deh, Lia... Aku pengen pacaran sama kamu...
Lia : Terus terang ya, Roy , aku nggak suka sama kamu. Aku benci sama
kamu. Kamu egois, kamu bau, kamu urakan, kamu cowok males ! Pokoknya
aku benciii sama kamu !!

Artinya - Perhatian Lia gede sama Roy. Lia tau semua sifat-sifat Roy,
sampe baunya segala. Nggak banyak cewek yang perhatian kayak gitu.
Dan sangat mungkin itu artinya Lia aslinya suka sama Roy.
-------------------------------------------------
Indra : Aku udah lama merhatiin kamu, Yen... Aku suka en sayang
banget sama kamu...
Yenni : (Tertawa lepas) Haa... ha... huahaaa... ha... Lucu
kamu, 'Ndra !

Artinya - Betapa gembiranya Yenni mendengar ucapan Indra. Ekspresi
tawa bahagia tiada tara. Jelas banget si Yenni suka sama sama si
Indra, sampe dibilang kalo Indra lucu segala.
-------------------------------------------------
Yanto : Ria, mau nggak jadi pacarku ?
Ria : Plak!! Plak!! (Ria "menyentuh" pipi si Yanto)

Artinya - Yanto spesial buat Ria. "Sentuhan" tangan Ria ke pipi Yanto
(sampe 2 kali bahkan, ninggalin bekas merah lagi) adalah sentuhan
yang nggak semua cowok bisa ngerasain. Peluang besar buat Yanto bahwa
Ria suka sama dia.
-------------------------------------------------
Bimo : Win, Wina... Aku suka banget sama kamu. Pacaran yuk...
Wina : Sialan!! Saya ini cowok, Mo ! Aku temenmu, WINArno !!! Sadar,
Mo, sadar... Aku WINArno !!

Artinya - Wina seneng sama Bimo. Masa' sampe ngaku-ngaku cowok
segala. Ngotot lagi! Wina ngaku cowok kan biar selalu bisa santai dan
deket sama Bimo.
-------------------------------------------------
anto : Yen aku suka banget dech ama kamu. Kayaknya kita cocok dach
jalan bareng, kompak dan serasi
Yenni : nggak, nggak bisa kita kan hanya temen, lagian klo ketemu
mesti berantem mana ada cocoknya, lagian lo sukanya ngibul mulu.

Artinya Yenni sebenernya suka ama anto, buktinya walau tau sering
dikibulin tetep aja mo temenan ama anto.
-------------------------------------------------

Jadi. jawaban apapun yang nantinya diberikan sama si cewek, peluang
selalu ada dan gak pernah ketutup.
Tunjukin kalo elu cowok sejati, yang nggak pernah nyerah gitu aja.
So, tetap semangat !!! Keep On fightin !!!!!


Sumber : humor-Indonesia

*********************************************************************
7. From Members to Members

CRITICISM by Zig Ziglar
(Adapted from Something To Smile About by Zig Ziglar)

My dictionary says that criticism is "the art of judging with
propriety Of the beauties and faults of a performance; remark on
beauties and faults; critical observation, verbal or written." Col.
George Washington Goethels, the man who completed the Panama Canal,
handled criticism effectively.

During the construction he had numerous problems with the geography,
Climate and mosquitoes. Like all mammoth projects, he had his critics
back home who constantly harped on what he was doing and predicted
that he would never complete the project.

However, he stuck to the task and said nothing. One day an associate
asked him, "Aren't you going to answer the critics?"

"Yes," Goethels responded.
"How?" he was asked.
"With the Canal," Goethels replied.

Though that approach didn't bring instant satisfaction, the Panama
Canal itself brought long-term vindication. Aristotle said criticism
was meant as a standard of judging will. Addison said it was
ridiculous for any man to criticize the works of another if he has
not distinguished himself by his own performance. It has also been
said that no one so thoroughly appreciates the value of constructive
criticism as the one who is giving it. The world is hard on critics,
but on occasion they have real value.

Ask yourself this question: "What interest does this person (critic)
have in me?" A parent, teacher, employer or coach has a vested
interest in your performance. Unfortunately, many of them do not
know how to effectively build a person up while giving suggestions
that can make a difference.

The key is to criticize the performance and not the performer. My
mother once criticized my performance by saying, "For most boys this
would be all right. But you're not most boys-- you're my son and my
son can do better than that." She had "criticized the performance,"
because it needed improvement, but she had praised the performer
because he needed the praise.

Kiriman dari Andreas Kuswara
Universitas Bina Nusantara - Jakarta

The Acesia Newsletter No. 3 - August 2004
Enligthening People & Strategy

Our Vision : Becoming THE ACE OF ASIA
for people development & strategic consulting

Sumber : milis the Acesia

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Friday, 08 July 2005 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 11 members online
Powered By PageCache
Generated in 2.94262 Seconds