Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nak Urang koto ilalang
Nak lalu ka pakan Baso
Malu jo sopan kok lah ilang
Habihlah raso jo pareso
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Motivasi : Newsletter 04 PDF Print E-mail
Written by Milis Acesia   
Friday, 08 July 2005
1. Articles

KISAH 1000 KELERENG

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

 
August 17, 2004
 *********************************************************************
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan
membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di
tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah
menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-
bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil "Tom". Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.

"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku
yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali
kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit
kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton
pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat".

Ia melanjutkan : "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku
mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam
hidupku".

Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng" nya." Begini
Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan
umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih
dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75
tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900
yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki
seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku
mau beranjak ke hal yang lebih penting".

"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua
detail ini", sambungnya, "dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan
2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup
sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu
yang masih bisa kunikmati".

"Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang
ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000
kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik
bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio.
Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan
membuangnya".

"Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang,
aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting
dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada
mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk
menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu".

"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan
teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi.
Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari
kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang
akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu
tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi".

"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa
melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan
aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa
terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu.
Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk
memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja
pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan
istriku dengan sebuah kecupan.

"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan". "Lho,
ada apa ini...?", tanyanya tersenyum. "Ah, tidak ada apa-apa, tidak
ada yang spesial", jawabku, "Kan sudah cukup lama kita tidak
melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti
juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng."

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Dikutip dari Indonesian groups

*********************************************************************
2. Reflection


Rekan-2 sekalian,
masih berapakah kelereng yang tersisa dalam kantong anda ?

Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang,
apakah yang telah anda dapatkan ?

Apakah ………………..
kesedihan
keraguan
kebosanan
rasa marah
putus asa
hambatan
permusuhan
pesimis
kegagalan ?

ataukah …………………
kebahagiaan
kepercayaan
antusias
cinta kasih
motivasi
peluang
persahabatan
optimis
kesuksesan ?

Waktu akan berlalu dengan cepat.
Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini.
Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik
bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda.

Sukses untuk anda !

- Fitri -
Moderator

*********************************************************************
3. Personal Development Tips


CARA MENJADI KAYA

Pertanyaan pertama :
siapa yang MAU menjadi kaya ?
Semua orang pasti akan angkat tangan.

Pertanyaan kedua :
siapa yang BERUSAHA untuk menjadi kaya ?
Hanya sebagian saja yang angkat tangan

Pertanyaan ketiga :
Siapa yang SUDAH kaya ?
Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.

Apa yang salah disini ?

Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan.
Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada
pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan
untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang
menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Bermacam-macam
penyebabnya. Mengapa ? Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara
instan tanpa perlu bekerja keras. Alasan kedua, mereka mau bekerja
keras, tapi `not in the right track' sehingga kerja keras
mereka tidak membuahkan hasil sesuai yang mereka harapkan.
Alasan ketiga, mereka tidak tahu, harus mulai darimana. alasan
terakhir, mereka merasa cukup hidup yang biasa-biasa saja, tidak
perlu terlalu ambisius. "Ora usah ngoyo", begitu kata orang
Jawa. Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja
anda di pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang
yang sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan
disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama
secara mudah kalau bisa ?

Ada beberapa cara lain untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah
lahir sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir
dengan nama belakang Onassis, Walton, atau Rockeffeler. Karena begitu
lahir anda cukup angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja.
Bahkan Robert Kiyosaki, dalam salah satu seminarnya pernah
mengatakan, pada waktu kecil dia berharap nama keluarganya bukan
Kiyosaki, namun Kawasaki. Yang kedua adalah kawin dengan anak orang
kaya. Namun apabila anda sudah menikah dan tidak
mendapatkan `kesempatan' ini, anda bisa dengan cara ketiga,
yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada beberapa cara lagi,
namun yang berikut ini lebih mengandalkan dewi fortuna, misalnya anda
menang undian, atau dapat warisan mendadak dari keluarga anda. Kalau
dari semua cara instan tersebut anda tidak berhasil, berarti anda
memang harus menggapainya melalui jalur kerja keras.

Di dalam buku pemasaran klasik "Horse Sense" karya Jack Trout
dan Al Ries, dikatakan disana ada 3 cara untuk menjadi kaya secara
instan, yaitu (1) marry a rich person, (2) steal in nice, legal way;
or (3) get to know the right people.

Cara ketiga ini yang menarik. Bertemu dengan orang yang tepat. Kerja
keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga
diimbangi dengan kerja cerdas (smart work). Robert Kiyosaki termasuk
beruntung bertemu dengan orang yang tepat, yaitu `Rich
Dad'nya. Orang yang tepat adalah orang yang bersedia menjadi
mentor kita, serta mau membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga
sudah kaya, jadi bimbingan yang diberikan bukan cuma teori doang,
tapi pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar
dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari `lubang
jebakan' kegagalan. Dengan adanya mentor, proses anda akan lebih
cepat daripada jalan sendiri.

Nah, dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti apa sih orang yang
tepat itu ? Tidak mudah memang menemukan orang yang tepat. Kalaupun
misalnya anda sudah ketemu dengan orangnya, belum tentu juga dia mau
membimbing anda. `Orang' yang tepat tidaklah selalu
membimbing anda secara langsung, bisa juga teknik, system, prinsip,
kisah sukses orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan
(wisdom). Tidak usah berpikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar
anda saja. Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses
yang bisa anda contoh ? Kalau ada, cobalah untuk mengamati bagaimana
proses yang dia lakukan selama ini.

Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita
contoh itu tepat ? Just Do It, seperti kata Nike. Lakukan saja.
Lakukan ini semua secara fleksibel, artinya jika satu mentor tidak
sesuai dengan anda cobalah cari mentor lain. Jangan pula takut gagal,
karena kita akan lebih banyak belajar dari kegagalan daripada
keberhasilan. Tidak ada pula aturan yang melarang anda mempunyai
beberapa mentor / prinsip sekaligus. Mungkin dengan merangkum
kebijakan-2 tersebut, anda bisa menciptakan suatu prinsip baru yang
sesuai dengan anda.

Sukses untuk anda !

- Sonny V. Sutedjo -
(Artikel pernah dimuat di Majalah Pengusaha Sep 2003)

*********************************************************************
4. Motivational Quotes

You see, in life, lots of people know what to do, but few people
actually do what they know. Knowing is not enough. You must take
action !
- Anthony Robbins -

Only those who can see the invisible, can accomplish the imposibble
- Patrick Snow -

Effective People are not problem-minded ;they're opportunity
minded.
They feed opportunities and starve problems
- Stephen Covey -

Do the thing you fear to do and keep on doing it … That is the
quickest & surest way ever yet discovered to conquer fear
- Dale Carnegie -

There are only two tragedies in life : one is not getting what you
wants, and the other is getting it
- Oscar Wilde -

If you don't throw the dice, you will never land a six
- Old Chinese proverb -

Happiness cannot be travelled to, owned, earned, worn or consumed.
Happiness is the spiritual experience of living every minute with
love, grace, and gratitude."
- Denis Waitley -

Success doesn't come to you… you go to it
- Marva Collins -

It's not the will to win, but the will to prepare to win that makes
the difference
- Paul "Bear" Bryant -

Motivation is the art of getting people to do what you want them to
do because they want to do it."
- Dwight D. Eisenhower -

*********************************************************************
5. From Members To Members


WINNERS VS LOSERS

The Winner says,"It may be difficult but it is possible"
The Loser says ,"It may be possible but it is too difficult"

When a Winner make a mistake, he says ,"I was wrong"
When a Loser make a mistake, he says ,"It wasn't my fault"

The Winner is always part of the answer
The Loser is always part of the problem

Winner chooses what they say
Loser say what they chooses

The Winner sees an answer for every problem
The Loser sees a problem for every answer

Winner sees the gain
Loser sees the pain

The Winner says ,"Let me do it for you"
The Loser says ,"That's not my job"

Winners believe in win win
Loser believe win for them and someone has to lose

A winner makes commitments
A Loser makes promises

Winner sees the potential
Loser sees the past

Winner makes it happen
Loser wait it happen

A winner creates vision
A Loser creates imagination

A winner says "I am doing it"
A Loser says "I'll do it"

Which are you ?


Sumber : 1000 Quotes about Life

Kiriman dari Sandra P.
Universitas Sam Ratulangi - Menado

 

 

MEMBERI HARAPAN KEPADA ORANG LAIN

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang
dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya
menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di
tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk
mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat
tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang
ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas
punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama
berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan,
keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah
mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat
jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan
tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya.
Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan
bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan
warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang
indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan
anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan.

Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang
dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah
pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki
langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela
Dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata
membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi
lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu.
Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah. Pada
suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan
tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua
tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya
melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu
dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu
pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat
Untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat
jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya.
Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk
memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta
pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat
jendela itu.

Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan
segala sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi
seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk
bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela
itu. Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati
semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan
kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya?
Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang
Membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah
melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.
Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang
buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata
perawat itu

Dikutip dari BidadariWords

Kiriman dari Surbakti – Medan

********************************************************************
6. Success Profile
BANG SOO HYUN

Barcelona, Spanyol tahun 1992.

Ini adalah saat yang paling berharga yang mungkin hanya lewat sekali
saja dalam hidupku. Aku masuk dalam final bulutangkis tunggal putri
olimpiade tahun 1992. Sejenak aku merenung. Aku membayangkan diriku
sejak kecil yang berlatih bulutangkis. Banyak latihan berat sudah
kujalani. Karena bulutangkis pula, aku bisa mengangkat diriku ke
percaturan bulutangkis dunia. Tapi, karena bulutangkis pula, aku
harus mengorbankan sekolahku, dunia remajaku dan kehidupan sosialku.
Hari-hariku hanyalah berlatih, berlatih dan berlatih. Di Korea,
sistem pelatihan sangat keras dan disiplin. Suatu pelanggaran kecil
sekalipun, akan memperoleh hukuman yang berat. Aku hanya berusaha
agar bisa berlatih keras dan mentaati semua aturan yang ada.

Besok, semua penantian itu akan terjawab. Aku ingin sekali meraih
gelar tersebut. Rasanya, semua pengorbananku akan terbayar kalau aku
bisa menjadi juara.

Dan hari pertandingan itu tibalah ………
Aku memasuki lapangan dengan hati yang tegar. Aku merasa, bahwa aku
memang pantas tampil di final. Saat itu, aku adalah pemain tunggal
putri peringkat dua dunia. Dan di lapangan seberang, adalah pemain
nomor satu dunia yang akan kuhadapi. Dialah Susi Susanti. Susi adalah
sahabat karibku di luar lapangan. Tapi di dalam lapangan, aku harus
bersikap profesional dan menganggap semua lawan musuh. Hampir tidak
ada yang menyangkal bahwa Susi adalah pemain bulutangkis terbaik
wanita yang pernah dilahirkan.Gerakannya di lapangan begitu indah,
bagaikan orang menari. Tapi aku tidak takut. Aku punya satu kekuatan
untuk menghadapinya. Ya, aku adalah satu-satunya pemain di dunia yang
pernah mengalahkannya lebih dari dua kali.

Set pertama terasa begitu mudah. Kelemahan Susi yang lambat panas
menjadi peluang yang besar bagiku untuk menyerang. Dan memang,
akhirnya set pertama berhasil kuraih. Set kedua aku juga cepat
menyerang dan memimpin angka sementara. Sampai di tengah-2, tiba-2
Susi merubah permainannya dengan menyerang. Aku menjadi gugup. Tidak
biasanya Susi bermain seperti ini. Angka demi angka dia raih. Aku
berusaha sekeras mungkin mengejarnya. Tapi aku tidak mampu. Susi
merebut set kedua.

Jeda 5 menit sebelum set ketiga. Rasa ketakutan menguasai hatiku. Aku
takut sekali kalah. Instruksi pelatih hanya sekedar lewat di
telingaku, karena suara hatiku lebih menguasai pikiranku.

Set ketiga dimulai. Susi benar-benar menguasai pertandingan. Aku
tidak mampu mengatasinya. Angka merayap naik terus …… dan aku
akhirnya KALAH.

Di atas panggung kemenangan, aku berdiri di samping Susi yang
menerima medali emas. Susi menangis gembira, sedang aku menangis
sedih. Aku merasa hatiku sangat hancur. Aku hanya merasa, semua
pengorbananku selama ini sia-sia. Aku memang hanya pantas menjadi
pemain nomor dua. Dan mungkin memang hanya sampai disinilah batas
kemampuanku. Tidak mungkin aku melangkah menjadi lebih baik lagi.

Aku sempat mempunyai pikiran untuk mengundurkan diri dari
bulutangkis, karena merasa sudah mentok. Apalagi dengan adanya
kegagalan yang menyakitkan itu. Aku juga berpikir, apa mungkin aku
ikut olimpiade lagi 4 tahun kemudian. Aku pasti sudah cukup berumur
saat itu. Tapi hati kecilku berkata lain. Hatiku mengatakan bahwa aku
AKAN MERAIH EMAS di olimpiade berikutnya. Aku cukup lama memikirkan
pertentangan di dalam hatiku ini. Aku bersyukur pula, bahwa pelatih,
keluarga dan orang-2 terdekatku memberikan semangat kepadaku.
Akhirnya, suara hatikulah yang menang. Dan aku akhirnya kembali
berlatih dengan keras.

Waktu demikian cepat berlalu, hingga akhirnya sampailah di tahun
1996. Olimpiade kali ini diadakan di Atlanta, Amerika Serikat. Tidak
banyak yang kuingat dalam pertandingan awal. Hingga akhirnya aku
kembali harus bertemu Susi di babak semifinal. Aku merasakan motivasi
yang luar biasa di dalam hatiku kali ini. Aku berpikir, bahwa
kekalahan yang kualami 4 tahun lalu telah memberikan pelajaran
berharga. Aku harus memanfaatkan pelajaran tersebut.

Set pertama dimulai. Susi dengan gayanya yang khas mulai mengontrol
permainan. Aku melihat ke mata Susi. Dan saat itulah motivasiku
kembali berkobar. Aku berpikir, bahwa inilah puncak dari segala kerja
keras yang kulakukan selama ini. Motivasi yang tinggi untuk menang
benar-benar membakar seluruh diriku. Aku seolah tidak punya rasa
capek. Aku mengejar seluruh bola hingga ke sudut-sudut lapangan.
Perubahan permainanku ini mengejutkan Susi. Dan satu pukulan terakhir
yang tidak bisa dikembalikan Susi membuatku unggul 11-9 di set
pertama.

Aku ingat peristiwa empat tahun lalu. Saat itu aku juga unggul di set
pertama, namun kalah di dua set berikutnya. Hal ini tidak boleh
terjadi lagi. Aku harus KONSISTEN dengan permainanku seperti set
pertama.

Set kedua dimulai. Aku kembali menekan dengan cepat. Susi beberapa
kali merubah gaya permainan dari cepat ke lambat, kemudian ke cepat
lagi, dengan harapan agar aku terpengaruh. Tapi tekadku sudah bulat
untuk menang saat itu. Aku tidak memberikan kesempatan bagi Susi
untuk berkembang. Satu smes ke belakang membuatku menang di set kedua
dengan 11-8. Ya aku menang. Aku kembali melangkah ke final olimpiade.

Aku bersyukur kepada Tuhan, bahwa aku masih diberi kesempatan maju ke
final untuk kedua kalinya. Aku tahu, bahwa kesempatan ini adalah yang
terakhir. Tidak mungkin aku masih bisa ikut olimpiade empat tahun
lagi. Komitmenku untuk menang harus terlaksana.

Di Final, sudah menunggu pemain Indonesia lainnya, Mia Audina. Aku
tahu, bahwa Mia pasti mengalami perasaan yang sama seperti diriku
empat tahun lalu. Dengan pengalamanku yang lebih senior, posisi Mia
adalah underdog. Aku harus memanfaatkan keunggulan ini.

Set pertama dimulai. Aku langsung menekan. Kulihat mata Mia, dan
nampak sedikit keraguan disana. Aku tetap konsisten dengan permainan
cepatku. Beberapa kali keraguan Mia membuatku meraih angka dengan
cepat. Aku menutup set pertama ini dengan 11-6.

Set kedua dimulai. Aku meraih angka-angka pertamaku dengan cepat.
Setiap kali satu angka kuraih, aku sengaja berteriak untuk membakar
semangatku. Di lain pihak, teriakanku ini memberikan teror mental
kepada Mia. Mia nampak grogi di set kedua ini. Beberapa angka kuraih
lagi dari kesalahan kecil yang dibuat Mia sendiri. Aku semakin
mempercepat permainanku. Dan akhirnya aku berhasil menutup set kedua
ini dengan 11-7.

Aku langsung membuat tanda salib di lapangan. "Terima kasih
Tuhan, bahwa kau memberikan karunia ini kepadaku". Saat itu aku
merasa bahwa semua kesedihanku dan kegundahanku langsung lenyap
dengan kemenangan ini. Inilah hasil kerja kerasku selama ini.

Di panggung kehormatan, aku berdiri tegap bersama Mia dan Susi.
Sambil mendengarkan lagu kebangsaan Korea diputar, aku menatap ke
seluruh penonton. Mereka tidak henti-hentinya memberikan tepuk tangan
yang meriah. Aku pun menangis. Ya, tangis kemenangan yang sempat
tertunda empat tahun, akhirnya tercurah juga hari itu.

Sejenak aku kembali merenung. Empat tahun yang lalu, aku berdiri di
sini sebagai juara kedua. Dan kini empat tahun kemudian, aku berdiri
sebagai juara pertama. Tuhan juga menunjukkan arah yang berbeda
padaku. Dulu, aku merasa bahwa dengan kekalahan itu, semua hasil
latihanku sia-sia belaka. Tapi dengan rahmat Tuhan, aku bisa melihat
dunia dari perspektif yang berbeda. Aku melihat bahwa sebenarnya
Tuhan masih bermurah hati dengan memberikan kepadaku waktu
`latihan tambahan' sebanyak empat tahun lagi. Aku akhirnya
`tidak punya waktu lagi untuk menangis', karena SETIAP DETIK
WAKTU YANG KUGUNAKAN UNTUK MENANGIS, BERARTI HILANG PULA WAKTUKU SATU
DETIK UNTUK BERLATIH.

Aku merasa, bahwa kekalahanku empat tahun lalu memberikan diriku
pelajaran yang sangat berharga. Bukan dari segi teknik permainan,
namun kekalahan itu mengajarku tentang KETABAHAN, KEMATANGAN DIRI dan
MOTIVASI.

Dan saat ini, diatas panggung ini, aku ingin menunjukkan kepada
dunia, bahwa aku bisa bangkit dari seorang pecundang, untuk berjuang
MENJADI SEORANG PEMENANG…………………………………………..

JANGAN TUMPAHKAN TANGISMU PADA SAAT KAU MENGALAMI KEKALAHAN, TAPI
TUMPAHKAN KERINGATMU LEBIH BANYAK.

TUMPAHKAN TANGISMU HANYA PADA SAAT KAU BERADA DI PUNCAK KEMENANGAN.

Diterjemahkan oleh Fitri (Moderator)
Sumber : World Badminton Forum


*********************************************************************
The Acesia
Enlightening People & Strategy

*********************************************************************


Sumber : Milis the Acesia

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Saturday, 16 July 2005 )
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 11 guests and 15 members online
Generated in 3.37090 Seconds