Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Sakali kato rang lalu
Anggap angin lalu
Duo kali kato rang lalu
Anggap garah samo gadang
Tigo kali kato rang lalu
Jan takuik darah taserak
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Belasan Pemuka Adat Minangkabau Dinobatkan Menjadi Datuk PDF Print E-mail
Written by Liputan6.com   
Saturday, 10 September 2005

Image
Posisi datuk dalam masyarakat Minangkabau memiliki arti yang sangat penting. Selain diharuskan menjaga kelestarian adat, seorang datuk juga bertanggung jawab mendidik kaum muda dalam marganya

Datuk atau penghulu adat memiliki arti penting dalam khasanah budaya dan adat Minangkabau di Sumatra Barat. Datuk merupakan posisi tertinggi yang diberikan pada salah satu tetua adat untuk menjadi pemimpin kaumnya. Pemilihannya sendiri dilakukan secara demokratis melalui musyawarah. Beberapa syarat harus dimiliki seorang calon datuk, seperti sifat jujur, bijaksana, bertanggung jawab dan fasih berkomunikasi. Setelah sang datuk terpilih, prosesi pengangkatan pun digelar.

Belum lama berselang, di Nagari Bayua, Maninjau, Kabupten Agam, Sumbar, dilangsungkan prosesi Batagak Panghulu Basamo. Ini berarti tidak hanya satu datuk yang diangkat. Ada belasan datuk dari beberapa marga seperti Guci, Chaniago, Melayu, Piliang, Koto dan Tanjung. Mereka bakal diangkat menjadi pemimpin adat di kaumnya masing-masing.

Masjid Raya Bayur menjadi tempat dilakukannya prosesi pengangkatan, yang dihadiri oleh wakil-wakil nagari dari suku calon datuk serta dari Negeri Sembilan, Malaysia, yang masih memiliki pertalian darah dengan masyarakat Minangkabau. Tenda tradisional yang biasa disebut tabia didirikan sebagai tempat upacara pengangkatan.

Sirih pinang pun dihaturkan kepada para calon datuk, sebagai tradisi yang biasa dilakukan untuk menyambut kedatangan orang yang dihormati. Apalagi menurut adat setempat, datuk adalah orang yang didahulukan selangkah dan ditinggikan seranting. Artinya, dalam berbagai hal, posisi datuk satu tingkat lebih tinggi dari yang lain.

Dalam acara penobatan 16 penghulu ini, mereka juga harus mendengarkan petuah-petuah dari tetua adat yang sekaligus menjadi kontrak sosial untuk selalu menjaga kelestarian adat Minangkabau. Para datuk ini juga bertanggung jawab untuk selalu membina dan mendidik para kemenakan dan kaum muda selama hidupnya.(ado/Harjuno Pramundito dan Bambang Triono)

Sumber : www.liputan6.com


 

Trackback(0)
Comments (3)add comment

fahmikalio said:

lai indak datuak takaja pulo ko mamak?
 
report abuse
vote down
vote up
September 12, 2005
Votes: -1

URANGKOTO said:

bilo masonyo awak ka jadi datuak pulo...hehehe (taragak ko ha)
 
report abuse
vote down
vote up
September 25, 2005
Votes: +0

Nang kasila.MR said:

dalam sejarah Minangkabau mana ada......
Seorang datuak/Panghulu di Paralekkan urang pasukuan lain...
jadi kito paling ndak satuju... tantang batagak panghulu massal tsb
yang biasonyo seorang Panghulu diparalekkan anak kemanakan (kaum sapasukuan).
 
report abuse
vote down
vote up
May 20, 2006
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Wednesday, 14 September 2005 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Member Area
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 106 guests and 2 members online
Powered By PageCache
Generated in 0.13645 Seconds