Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan Buto pahambuih lasuang
Nan pakak palapeh badie
Nan lumpuah pauni rumah
Nan kuek paangkuik baban
Nan jangkuang jadi panjuluak
Nan randah panyaruduak
Nan Pandai tampek batanyo
Nan cadiak bakeh baiyo
Nan kayo tampek batenggang

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Rajutan Kisah di Tanah Suci PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. MS   
Tuesday, 11 October 2005
Article Index
Rajutan Kisah di Tanah Suci
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13

Setelah tulisan mengenai ibadah Haji yang menjadikan Artikel yang sering dibaca (Top Tens) pada situs cimbuak.
Satu lagi persembahan tulisan mengenai Ibadah Haji, yaitu Rajutan Kisah di Tanah Suci.
Ada 170 Catatan Menarik dari Mamak/Bapak  Darwis dalam menunaikan Ibadah Haji. Dan T
ulisan ini di buat berdasarkan domisili beliau yaitu di Bogor.
Selamat Membaca
(Team Cimbuak)

  

DAFTAR  ISI


KATA PENGANTAR
BAB – 1. PERSIAPAN &  KEBERANGKATAN
1. Kota Madya Bogor
2. K.B.I.H. 
3. KLOTER.
4. Seperti mau camping kegunung 
5. Lambaian tangan anak cucu
6. Asrama haji Bekasi 
7. T a s   Nyawa  
8. Mandi ihram pada jam 12,00 malam  
9. Saudi Air   

BAB – 2.   U M U M
10. Imigrasi di Jeddah
11. Perkiraan suhu yang meleset
12. Kebudayaan Insya-Allah  
13. Bahasa Indonesia   
14. Bahasa Inggeris  
15. Bahasa Daerah  
16. Bahasa A r a b . 
17. Tabloid /harian berbahasa Indonesia 
18. Barang-barang buatan China 
19. Hebat orang Turki 
20. Indonesia Banyak
21. Kopiah mulai hilang.
22. Shalat jenazah 
23. Dinamika kelompok. 
24. Modernisasi  fiqih haji 
25. Kapan dimulai tanggal ?   

BAB – 3.  KALAU TUHAN MENGHENDAKI
26. Reumatik dan pengapuran  
27. Siti Rahmah yang tetap ceria 
28. Keajaiban alat pendengar 
29. Luput dari kecelakaan 
30. Orang tua yanbg istimewa 
31. Diabetes yang tahu diri 
32. Suatu kecerobohan 
33. H.P. masuk lobang W.C. 
34. Syorga Muzdhalifah 
35. Jangan sombong

BAB – 4.  AGAK LUCU DAN LUAR BIASA
36. Orang Bogor pembawa hujan
37. Jam – Jam  di Maktab 
38. Tampak Aurat 
39. Kencing dipagar 
40. Suara yang nikmat
41. Dibuang sayang
42. Sang Merah Putih Dibelakang 
43. Irama batuk bak kolintang
44. Membaca Al-Qur’an sambil ngobrol 
45. Menggunakan AC dimusim dingin 
46. Dendeng daging bertebaran
47. Thawaf ditengkuk 
48. Zam – zam untuk wudhu’ 
49. Kebiasaan jelek 

BAB – 5.   M A K A N A N 
50. Dua buah restoran si Doel. 
51. Restroran Betawi 
52. Restoran Padang
53. Makanan kaki lima
54. Kasir Restoran orang Turki
55. Dua kelas nasi campur
56. Gulai  Onta
57. Restoran India 
58. Roti dari sorghum
59. Banyak buah-buahan
60. Banyak makanan gratis 
61. Sambal bawaan
62. Memasak di maktab
63. Chilli  Powder 
64. Air  putih
65. Indo, Super, Pop mie
66. Makanan termahal didunia 
67. Restoran Mia – Mia di Madinah 
68. Hadian makan siang dari Saudi  Air 
69. Tidak makan dari pagi 
70. Cara makan orang Arab. 

BAB – 6.  PERBEDAAN  KHILAFIYAH
71. Saidina Muhammad 
72. Mikat  di Jeddah
73. Azan shalat Jum’at
74. Azan shalat subuh 
75. Do’a  q u n u t 
76. Bacaan Basmallah 
77. Mencuci batu pelempar 
78. Shalat wajib di Mina 
79. Waktu khotbah Arafah
80. Perluasan wilayah Mina
81. Sekitar gamis 
82. Bilal langsung jadi imam
83. Dilarang menghadap Ka’bah 
84. Do’a syukur selesai haji 
85. Tak ada gunanya umrah sunat 
86. Dzikir terpimpin di Arafah
87. Zikir dan do’a setelah shalat jamaah
88. Perbedaan antara Masjidilharam dan Masjid Nabawi

BAB – 7.  SAFARI  WUQUF – JAMARAT
89. Rencana yang mengerikan
90. Tenda  Arafah 
91. Tumbuhnya pelan
92. Tidur di Muzdhalifah
93. System angkutan taraduddi
94. Botol gas meledak 
95. Kemah di Mina 
96. Kecelakaan pada hari NAHAR
97. Boleh diwakilkan 
98. Melempar ketiga jumrah 
99. Tiduran dijalan dan pengemis 
100. Mandi di Mina
101. Mencari batu pelempar di Mina 
102. Berhaji dengan mobil pribadi 

BAB – 8. IBADAH DI MASJIDILHARAM
102. Shalat wajib 
103. Ulangan komando oleh bilal 
104. Shalat dilantai bawah tanah
105. Shalat dilantai atas (atap)
106. Shalat tahajjut
107. Taktik mencari tempat 
108. Jum’at pertama di Masjidilharam
109. Laki-laki dan wanita  campur-aduk.
110. Sujud dipunggung isteri 
111. Shalat selesai thawaf 
112. Berkenalan dengan teman sebelah 
113. Mencium Hajar Aswad
114. Thawaf dilantai atas 
115. Sa’i  dilantai dua 
116. Membaca Al-Qur’an 
117. Jamaah Indonesia jadi sasaran 
118. Suka duka kloter awal, tengah dan akhir 

BAB – 9.  BERZIARAH KE JEDDAH
119.  Pemandangan Mekah – Jeddah
120. Taman bunga yang indah
121. Gerbang Toll 
122. Tempat qishash 
123. Makam Siti Hawa
124. Resiko rombongan besar 
125. Menyaksikan air mancur dari jauh 
126. Sepeda Nabi Adam 
127. Mesjid Ar-Rahmah 
128. Tak ada makan malam 
129. Air dari lereng batu 
130. Kota internasional 

BAB – 10. BER-ARBAIN  KE  MADINAH
131. Jalan bebas hambatan
132. Pemandangan yang menarik
133. Batu pencegah debu 
134. Makan diperjalanan 
135. Mesjid Nabawi 
136. Maktab di Madinah 
137. Suhu dimusim dingin 
138. Pembagian yang tidak proporsional 
139. Makam Nabi dan Raudah 
140. Shalat diatap
141. Batas posisi imam
142. Kelompok ceramah 
143. Antara azan dan iqamah 
144. Latihan shalat wajib
145. Suka duka lift
146. Benteng Kandagh
147. Tujuh Mesjid 
148. Pasar kurma 
149. Angkat sendiri 

BAB – 11.  KERAGAMAN PRAKTEK SHALAT
150. Tangan Lurus  Saja
151. Tangan dilipat waktu I’tidal 
152. Gerakan telunjuk
153. Duduk diatas kedua telapak kaki 
154. Duduk diatas kedua tumit
155. Duduk antara dua sujud terlalu cepat
156. Duduk seperti tasyahut akhir 
157. Melarang orang lewat 

BAB – 12.  H A L   LAIN-LAIN
158. H.P. Yang kurang canggih 
159. Tak ada keropak 
160. Banyak mesjid kecil-kecil 
161. Tipe manajerial K.B.I.H.
162. Hadiah Raja Fahd
163. Tidur di Maktab
164. Cuci pakaian di Maktab 
165. Obat terpaksa dihemat
166. Obat semi natural 
167. Menyembelih onta 
168. Jatah hati onta 
169. Angkot di Mekah 
170. Main kartu pakai taruhan 

                                  

PENGANTAR


Pada musim haji awal tahun 2004 ini atas izin dan rahmat Allah SWT penulis berkesempatan menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Ini adalah kesempatan yang kedua kalinya, setelah yang pertama tahun 1993, kurang lebih sepuluh tahun sebelumnya. Dalam kesempatan yang kedua ini, penulis berusaha membuat catatan harian tentang kejadian yang dianggap penting pada hari itu, baik yang langsung dialami sendiri, yang dilihat, didengar, maupun yang dibaca dan yang ditanyakan pada orang lain.
 Pada mulanya catatan-catatan ini hanyalah berupa diary biasa untuk kenang-kenangan pribadi, tapi kemudian penulis rasakan bahwa ada baiknya informasi ini disebar luaskan dalam bentuk kumpulan tulisan/buku. Sebab cukup banyak isinya yang merupakan hal-hal baru, yang belum diperkirakan sebelumnya dan yang belum disebut-sebut dalam program latihan manasik haji sebelum berangkat. Sehingga buku ini mungkin akan bermanfaat sebagai persiapan bagi orang-orang yang berniat untuk menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun yang akan datang. Siapa tahu anda akan mengalami hal yang sama, atau akan mendapat pengalaman yang lebih kaya lagi.
 Agar lebih bersifat informatif, maka catatan ini tidak lagi saya bagi atas kapan waktu terjadinya akan tetapi berdasarkan atas topik atau sifatnya, seperti dapat anda saksikan pada daftar isi dari buku ini. Mudah-mudahan catatan ini ada manfaatnya bagi para pembaca untuk mengetahui secara lebih mendetail apa yang mungkin akan dialami, dirasakan atau disaksikan dan didengar dalam menunaikan ibadah haji ditanah suci.

PENDAHULUAN

Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima , yang diwajibkan kepada kaum muslimin dan muslimat yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakannya sekali dalam seumur hidup. Persyaratan tersebut adalah: beragama Islam, sudah dewasa, berakal sehat, merdeka (bukan budak) dan berkemampuan. Yang terberat dari syarat tersebut adalah mengenai kemampuan (istithah), terutama bagi jamaah Indonesia yang jauh dari tanah suci. Kekayaan atau keuangannya harus mampu untuk membayar ongkos naik haji (ONH) dan belanja sanak keluarga yang ditinggal dirumah.
 Namun kenyataan di Indonesia saat  ini, walaupun seseorang telah memenuhi persyaratan tersebut diatas, belum tentu dia bisa pergi haji. Sebab sesuai dengan perkembangan, jumlah manusia yang ingin naik haji ketanah suci semakin banyak, sehingga sudah melebihi kapasitas pelayanan yang tersedia. Pembatasan terpaksa harus dilakukan dengan menetapkan quota untuk setiap negara berdasarkan jumlah kaum muslimin dinegara tersebut. Jadi agar benar-benar dapat direalisasikan “berhaji” , syarat-syarat seperti tersebut diatas, harus ditambah satu lagi dengan “dapat jatah”.
 Sebaliknya ada kaum mislimin yang sudah sanggup,bahkan kekayaannya sudah jauh melebihi dari hanya sekedar untuk yang diperlukan pergi haji, akan tetapi dia belum ada niat atau rencana untuk itu. Suka mengundur-ngundur waktu, bahkan ada yang merencanakan, nanti saja kalau sudah tua. Hal ini berbahaya, mempunyai risiko yang tinggi, sebab apabila seseorang sudah berkesanggupan, maka  ibadah haji sudah menjadi rukun Islam banginya. artinya belum syah Islamnya, sebelum dia pergi haji. Kalau sementara itu dia  meninggal dunia, maka dia meninggal  bukan sebagai orang Islam. Rasulullah S.A.W dalam sebuah hadist bersabda bahwa orang seperti itu dapat memilih meninggal sebagai orang Yahudi atau sebagai orang Nasrani.
 Pelaksanaan ibadah haji di Indonesia diurus oleh Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan Bimbingan Haji, Departemen Agama. Dasar penyelenggaraan yang terakhir adalah Undang-Undang No. 17, tahun 1999. Dalam Undang-Undang itu antara lain dicantumkan kewajiban Pemerintah menyiapkan dan menerbitkan pedoman manasik dan panduan perjalanan haji. Biaya perjalanan haji yang harus distor oleh jamaah, atau yang dikenal dengan ongkos naik haji (O.N.H.) besarnya ditetapkan oleh Pemerintah setiap tahun . Ada pula perusahaan-perusahaan swasta yang menawarkan fasilitas yang istimewa, yang dikenal dengan ONH Plus, jauh lebih mahal biayanya. Biasanya ONH itu selalu bertambah naik setiap tahun, seiring dengan inflasi, kenaikan kurs dollar Amerika dan sebagainya.
 Umumnya orang mengeluhkan bahwa ONH di Indonesia ini terlalu tinggi dibanding dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunai dan Thailand. Tingginya ONH dari Indonesia mungkin disebabkan oleh karena mengurus keberangkatan terlalu banyak jamaah, dalam waktu singkat dari segenap pelosok Indonesia yang sangat luas,penyelenggaraannya tidak mudah. Ditambah lagi dengan pesawat terbang carteran yang diisi hanya sekali jalan saja, tentunya akan menambah biaya. Walaupun demikian, jumlah jamaah haji dari Indonesia selalu bertambah dan selalu melebihi quota, sebagai pertanda semakin membaiknya ekonomi dan kesadaran beragama dari muslim Indonesia.
 Untuk memperbesar peluang mendapatkan haji mabrur, maka ada baiknya bagi seseorang yang bermaksud pergi menunaikan ibadah haji terlebih dahulu memperdalam pengetahuannya tentang  ibadah haji itu. Dengan demikian maka diharapkan dia akan lebih menghayati setiap kegiatan ibadah haji yang dilaksanakan ditanah suci, semuanya dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dari setiap ibadah yang dilakukan itu, baik yang termasuk rukun,wajib maupun sunnah haji, hendaknya diketahui latar belakangnya, dalil-dalilnya, cara melaksanakannya, hikmahnya dan manfaatnya terkait dengan peningkatan ketaqwaan.
 Kita pergi menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci adalah dalam rangka memenuhi panggilan Allah SWT. Perintah Allah SWT terhadap ummat manusia untuk melaksanakan ibadah haji, pertama kali disampaikan melalui Nabi Ibrahim AS, segera setelah Ibrahim AS dan anaknya Ismael AS selesai membangun Ka’bah hampir 4000 tahun yang lewat (Al-Hajj, ayat 27). Dan wahyu Illahi yang mewajibkan ummat Islam untuk berhaji (Al-Baqarah,ayat 196),  diterima oleh Rasulullah Muhammad SAW pada tahun ke-enam Hijriyah.
 Kalau kita renungkan dengan mendalam ketentuan-ketentuan yang dikerjakan dalam ibadah haji, mulai dari memakai pakaian ihram , wuquf di Arafah, melempar jumrah, thawaf keliling Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwa dan thahallul, maka kita akan merasakan bahwa “panggilan” Allah SWT itu adalah untuk lebih dekat kepada-Nya, meningkatkan ketaqwaan , pendalaman tauhid dengan cara napak tilas sebagian jejak Nabi Ibrahim AS menurut petunjuk dari Rasulullah SWT.
 Ada empat Rukun Haji yang harus dilaksanakan untuk syahnya ibadah haji yaitu: memakai pakaian ihram, wuquf di Arafah, thawaf  ifadhah keliling Ka’bah dan sa’i antara Shafa dan Marwa. Kalau satu saja diantara rukun haji tersebut tidak dilaksanakan, maka hajinya tidak syah. Rukun haji tak dapat diganti dengan dam atau denda, seperti halnya wajib haji, kelonggaran hanya bagi yang sakit dapat dilakukan dengan bantuan tandu. Sementara yang termasuk pada wajib haji (bila tidak dilakukan dapat diganti dengan dam) ada 8 kegiatan yaitu: Berpakaian ihram dari Miqat (tempat tertentu yang telah ditetapkan), wuquf di Arafah hingga tenggelam matahari pada hari Arafah. mabid (singgah sebentar) di Muzdhalifah, melempar jumrah, bermalam di Mina, menyembelih hewan qurban, mencukur rambut dan melaksanakan thawaf wadha’ atau thawaf perpisahan pada saat akan meninggalkan Mekah.
 Sementara kegiatan-kegiatan lainnya adalah berstatus sunnat, baik dikerjakan kalah ada waktu dan kesempatan, tak ada pengaruhnya terhadap keabsahan ibadah haji bila tak sempat dilakukan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah : membaca thalbiyah, membaca do’a setelah thalbiyah, do’a , zikir dan sebagainya diwaktu thawaf dan sa’i, shalat sunnat di Makam Ibrahim dan Hijir Ismael, berdo’a di Multazam, meminum air zam-zam setelah thawaf, berjalan cepat pada tiga putaran pertama thawaf, berlari-lari kecil antara dua warna hijau waktu sa’i naik kebukit Shafa dan Marwa, berdo’a dan membaca taqbir pada waktu melempar jumrah.
 Bila dilihat kegiatan-kegiatan yang menjadi rukun, wajib dan sunnat haji tersebut diatas, tidak ada termasuk “mencium  Hajar Aswad”. Walaupun sebagian ada yang berkeyakinan bahwa mencium Hajar  Aswad itu termasuk sunnat, akan tetapi janganlah sampai dipaksakan . Hanya untuk melaksanakan ibadah “sunnat”, kita harus berbuat dosa dengan menyikut,menyingkirkan bahkan menginjak orang lain , justru di Baitullah, Rumah Allah. Sebaliknya cukup banyak diantara kegiatan sunnah tersebut yang perlu dilaksanakan karena hikmahnya langsung dihayati bahkan merasuk kedalam kalbu, seperti membaca kalimat thalbiyah, berdo’a di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah), zikir dan do’a dengan penghayatan penuh selagi thawaf dan sebagainya.
 Melaksanakan ibadah haji, janganlah hanya sekedar melaksanakan perintah, tampa memahami dan menghayati makna dan pesan-pesan yang terkandung didalam apa yang dikerjakan dalam ibadah tersebut. Untuk itu persiapan yang perlu diadakan sebelum pergi haji, tidaklah cukup hanya sebatas persiapan materiel yang cukup dan kesehatan yang memadai, tetapi juga persiapan pengetahuan yang mendalam tentang arti dan makna dari ketentuan-ketentuan ibadah haji itu. Keperluan tersebut tidaklah cukup bila hanya diharapkan dari mengikuti manasik haji sebelum berangkat, hendaknya dari jauh sebelumnya telah dimulai dengan membaca buku-buku haji yang sekarang sudah banyak tersedia. Termasuk buku ini, yang khusus membicarakan apa saja yang dapat dialami, didengar, dilihat, dibaca, ditanyakan dan sebagainya selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.



Last Updated ( Tuesday, 18 October 2005 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 3 guests and 13 members online
Powered By PageCache
Generated in 0.03877 Seconds