Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kok indak nan dihati
Nan tajadi
Cubolah sanang jo
Nan tajadi
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kenang-kenangan Haji PDF Print E-mail
Written by Taufiq Rasyid   
Thursday, 20 October 2005
Article Index
Kenang-kenangan Haji
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9

II. Haji Mandiri
Disini saya hanya akan menuliskan kesan saya sebagai peserta ONH biasa, yang tentu sangat berbeda dengan yang telah memilih cara ONH Plus dalam berhaji ini.
Seandainya anda naik haji dengan cara ONH biasa, anda tiba-tiba akan dihadapkan pada  hampir lima ratus teman baru se-kloter. Disini akan terlihat berbagai tingkah polah manusia, ada yang santun, sensitif maupun yang urakan. Begitu juga kalau biasanya kita hanya sekamar dengan keluarga dekat , sekarang kita bisa sekamar dengan orang-orang yang betul-betul masih asing bagi kita untuk masa sekitar 40 hari . Disini akan  dituntut kecepatan kita untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut.
Tapi yang paling penting adalah kemampuan untuk  mengurangi rasa ego kita kalau kebetulan dia agak menonjol selama ini.  Hendaknya kita dapat memupuk dan meningkatkan rasa sosial dan kalau perlu sedikit mengalah demi kebersamaan,
Kalau kita berhasil telah  beradaptasi dengan baik rasanya hari demi hari akan berlalu dengan cepat.
Teman  baru serasa saudara sendiri, kita bisa saling curhat dan saling bantu dalam segala hal . Ibadah ini akan terasa nikmat sekali tidak ada yang berat kalau kita bersama selalu ceria. Bahkan akan terasa berat kalau nanti kita terpaksa berpisah di Air Port  Simpang Tiga.
 Tapi kalau kita gagal dalam hal ini, kita akan merasa seperti terasing dinegeri orang. Walaupun kita telah mengisi waktu dengan menyibukkan diri dalam  berbagai kegiatan ibadah bahkan shopping dan wisata sekalipun. Dalam kesendirian ini  rasanya hari demi hari  akan berlalu dengan  hambar tak berarti.
Karena itu dalam menunaikan ibadah ini sebaiknya kita sekalian berangkat dengan pasangan kita supaya tidak kesepian dan bengong saja di Tanah Suci itu nanti.  Tapi jangan cepat disalah artikan, mengusir kesepian bukan berarti bisa   menabrak semua yang dilarang dalam ibadah haji
Persahabatan yang telah dibina selama lebih dari satu bulan ini, insya Allah akan  terbawa juga setelah kita kembali ketanah air dan berpisah kembali kerumah masing-masing.  Walau sekarang kita telah disibukkan lagi dengan kegiatan rutin kita dalam menjalani kehidupan ini, namun silaturrahmi yang telah sempat terbina selama ini  hendaknya berjalan terus

Sewaktu mengikuti manasik di Masjid Al-Ittihad dulu kami sudah di wanti-wanti tentang pentingnya haji mandiri itu. Karena situasi yang akan dihadapi ditanah suci nanti tidak dapat diprediksikan, sebaiknya kita perkirakan kita akan memperoleh kondisi yang kurang baik/terburuk, sambil kita usahakan mencari solusinya.  Sehingga kalau hal tersebut betul-betul berlaku kita tidak kaget lagi.  Kemungkinan kita terpisah dari rombongan bahkan dari suami/istri selalu ada, sehingga dibutuhkan kemampuan dalam pengenalan terhadap lokasi dimana kita berada dan melepaskan diri dari situasi yang sulit, begitu juga  kemandirian dalam melaksanakan berbagai ibadah sangat diperlukan. Beribadah mandiri disini bukan berarti harus selalu kita sendiri yang melaksanakan ibadah itu, tapi kita harus mengetahui proses dan rukun/ wajibnya supaya ibadah tersebut sah pelaksanaannya. Jadi seandainya kita terpaksa tawaf maupun sa’i  dengan korsi roda, kita telah tahu bagaimana tata caranya. Tidak diserahkan  bagaimana maunya tukang dorong yang mau selesai secepatnya saja, biar dapat kerjaan lain lagi .

Dalam pengenalan lokasi ini kita dituntut untuk mengenal dengan baik lokasi hotel/maktab kita dan sekitarnya. Jadi kalau sudah sampai dihotel dan beristirahat sejenak, jangan langsung bergerak ke lokasi ibadah atau tujuan lain. Kenalilah dulu hotel/maktab anda dan lingkungannya, coba pandang dari pinggir jalan dihalaman maktab itu apa saja yang bisa diingat dari kondisi sekitar maktab ini. Misalnya warna cat, bentuk bangunan, nama jalan maupun tokodisekitar itu serta ciri2 lainnya  Sehingga kalau kita tersesat bisa menginformasikan ciri ini pada petugas atau sopir taksi.   Disamping itu kita harus selalu mengantongi kartu alamat hotel/maktab kita. yang bisa digunakan dalam keadaan darurat . Kalau tersesat atau butuh bantuan,  selain kepada petugas Arab Saudi yang ada dijalanan, petugas kita juga dapat ditemui dimana ada Sang Merah Putih berkibar
 Ditempat ibadah juga harus kita kenali dipintu nomor berapa kita masuk, karena Masjidil Haram memiliki sekitar 95 buah  pintu sementara mesjid Nabawi punya sekitar 40 buah pintu.  Sehingga kalau kita ada janji untuk ketemu dengan seseorang disekitar sebuah pintu, kita  akan mudah menemukan lagi pintu tersebut. Apalagi dalam keadaan darurat dimana  kita  harus bertindak cepat dan tepat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dengan mengetahui kondisi sekitar kita ini akan sangat membantu.
Pengenalan terhadap lingkungan parkir kendaraan serta ciri, nomor dan merk mobil serta nama perusahaan angkutan tersebut juga dibutuhkan kalau lagi ziarah,wisata keberbagai tempat atau melakukan umrah dari Tan’im maupun Jaruna. Ini akan memudahkan kita mencari mobil yang kita tumpangi sebelumnya  kalau acara ziarah maupun wisata disuatu tempatya telah selesai dan segera akan bergerak ketempat lain . Kalau tidak kita bisa berputar-putar ditempat parkir itu mencari mobil yang tadi kita tumpangi.
 Di Tanah Suci ini kami cukup sering  membantu jamaah baik dari propinsi lain maupun dari Riau sendiri yang tidak tahu jalan pulang ke hotel/maktabnya atau mencari kelompoknya .
  Dalam setiap perjalanan ini juga sangat dituntut kedisiplinan kita dalam menjaga waktu, terutama bagi kaum ibu.   Jangan sampai jamaah lain ngomel kepada kita karena keasyikan shopping sementara waktu untuk berangkat lagi sudah tiba
 Dalam beribadah ini, belum tentu para petugas akan dapat membimbing kita dengan baik.
 Selain itu faktor umur ada juga berperan disini , bagi jamaah yang telah berumur disamping tenaga mulai berkurang daya nalar juga mulai menurun. Kami menemukan ada jamaah yang telah membuka ihramnya melihat jamaah lain telah membukanya. Padahal dia belum menyelesaikan tahapan ibadah Tawaf dan Sainya. Juga ada jamaah yang tertinggal dimaktab, karena  tidak ada teman yang akan mendampingi lagi,  dia tidak bisa melaksanakan Tawaf dan Sa’i .  Disini juga termasuk kelupaan melaksanakan hal yang dianggap kecil tapi cukup prinsip misalnya tahalul (memotong rambut) setelah melakukan tahapan umrah maupun haji . Akan lebih baik kalau kita bisa naik haji selagi muda dan tenaga masih kuat, tapi kalau naik haji diusia tua sebaiknya ada keluarga dekat yang mendampingi untuk menghindari hal yang tidak diingini . Jangan terlalu percaya dengan minta bantuan pada orang lain yang seregu dengannya.  Karena akan memberatkan orang tersebut, bahkan dia sendiri bisa terpisah dari istrinya.
Tapi tak dapat dipungkiri ada juga kakek-nenek yang  lebih perkasa dari yang muda-muda yang mudah loyo dan sakit-sakitan. Itulah kekuasaan Allah
Jadi secara keseluruhan jangan terlalu berharap banyak pada  pelayanan yang diberikan petugas haji,. Ibadah haji memang butuh pengorbanan tapi hendaknya jemaah haji  jangan sampai merasa dikorbankan oleh oknum yang berada pada instansi yang memonopoli pelaksanaan ibadah ini .

 Agar ibadahnya afdol kita memang diharapkan ikhlas dan nrimo terhadap berbagai cobaan dan kesulitan yang muncul, tapi apakah kita akan terus-menerus akan selalu tenang menerima, walau kita telah merasa dikorbankan ??   Hal ini telah terasa semenjak kita masih ditanah air. Apalagi kalau kita memperoleh petugas yang tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik karena tidak tahu apa yang akan dilakukannya,lumayanlah penderitaan kita jadinya.  Disamping perasaan sewot selalu  karena ketidakmampuan petugas ini. Jadinya kita yang harus proaktif. Mudah2an Depag dapat memperbaiki sistim rekruitment petugas ini, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,

Begitu juga perlu ada perbaikan system kerja travel-biro terbesar didunia ini yang lebih berpihak pada kenyamanan jamaah demi tercapainya kesempurnaan ibadah.
Apalagi Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu sekarang telah menyatakan tekadnya untuk membenahi berbagai hal yang  merugikan jamaah selama ini, dengan berbagai terobosan baru

 Keberadaan KBIH juga menjadi sorotan jemaah haji Indonesia, karena dengan memberikan sejumlah rupiah kepada petugas KBIH yang umumnya dibawah Depag akan diperoleh fasilitas yang jauh lebih baik dari yang diperoleh jamaah Non KBIH.
 Mengenai keberadaan KBIH ini seorang teman pengajar dari UNRI sempat mengadakan penelitian pada beberapa KBIH yang berasal dari berbagai propinsi yang kesemua pondokan mereka  berdekatan dengan mesjid Nabawi di Madinah, sehingga dia memperoleh kesimpulan demi pemerataan hak dengan yang Non KBIH cukup  banyak yang harus diperbaiki oleh Depag dalam kegiatan KBIH ini. Mengenai tingkah polah para pelaksana KBIH  yang kurang lazim ini juga sempat masuk media cetak di Mekah. Sehingga mereka mengusulkan agar keberadaan KBIH ini ditinjau ulang .
Dengan adanya promosi tiket PKU-BTH hanya Rp 148.000.-  ( +/+), mudah-mudahan Domestic Cost tahun depan bisa lebih rendah dari yang kami bayar ( lebih dari 1,6 juta rupiah). Info yang kami peroleh di Hang Nadim Airport  sebenarnya pihak Lion Air telah beberapa lama menerapkan harga tiket hanya  Rp 140.000 untuk hari-hari tertentu bagi penerbangan PKU-BTH ini.
Pentingnya pendalaman materi ibadah sangat diperlukan. Sehingga kita tidak mudah diombang-ambingkan orang dalam beribadah. Hal ini juga sempat hampir memecah belah kloter kami. Tragisnya lagi salah seorang  yang dianggap sebagai sponsor yang kemudian mundur dari hal yang telah ikut disponsorinya adalah kenalan saya. Sehingga  Jamaah yang juga pejabat teras Dati II tersebut sempat berucap pada beliau ini,     “ Dulu saya cukup segan pada bapak , tapi dengan kejadian ini kepercayaan saya jadi luntur sekarang “. 
 Teman pengajar UNRI  lain yang juga merasa dirugikan dengan kejadian  ini sempat membuat artikel yang bertajuk  “ Perjalanan suci yang ternoda”
Dalam hal ini mereka  merasa telah terperdaya oleh para sponsor,  ini mungkin dikarenakan mereka ingin menikmati kemudahan seperti yang ditawarkan teman kita itu, mungkin juga karena basic agama mereka biasa2 saja.
Kejadian ini bermula dari pengumuman TPIHI dihari kedua di Mina, beliau ini  menyatakan :
“Bagi jamaah yang akan memilih Nafar Awal pihak Maktab akan menyediakan transport untuk kembali ke Makah”. Saya mencoba bertanya pada bapak ini, “Bukankah kita semua sejak sebelumnya telah memilih dan berniat untuk melaksanakan Nafar Tsani bukan Nafar Awal. Rasanya hal ini tidak bisa berobah kecuali pada kondisi tertentu misalnya ada jemaah yang jatuh sakit atau wanita yang menjelang haid sehingga dia harus cepat melaksanakan tawaf Ifadah”. Selain itu saya juga menambahkan    “Ini bisa seperti  dalam menunaikan shalat  Isya, sebelumnya kita telah berniat akan melaksanakan shalat separti biasa  tapi   setelah shalat berlangsung sampai pada raka’at kedua, kita ingin meng qasharnya. Apakah hal ini bisa dilakukan walau sebelumnya kita niat kita lain ?”  Jawaban yang saya peroleh hanya kedua cara yang dipakai yaitu Nafar Awal dan Nafar Tsani adalah sah dan diperbolehkan. Tapi soal proses yang berobah tidak digubris
Mereka terus mencari peminat, siapa yang mau pulang ke Makkah. Setelah peminat cukup banyak ,kawan kita ini mundur dengan berbagai alasan, akibatnya warga yang telah terlanjur mendaftar  jadi kelabakan,  serba salah dan penuh kerguan.   Setelah kami berada lagi di Makah beberapa hari kemudian, kami memperoleh informasi adanya ketidak beresan dalam pengurusan transportasi kawan-kawan ini dari Mina ke Makah  dimana lagi-lagi dijejalkan seperti ikan sardi bersama jamaah propinsi lain.
  Sebelumnya kawan  ini juga  sempat bikin sewot jamaah yang terlambat sampai di Mina . Dia telah membatalkan kesepakatan mengenai pembagian kapling tempat tidur di Tenda yang telah diatur sebelumnya dengan membuat aturan yang baru yang  merugikan bagi jamaah yang terlambat datang .  



Last Updated ( Thursday, 20 October 2005 )
 
< Prev
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 9 guests and 7 members online
Generated in 7.02035 Seconds