Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Bajalan ba nan tuo
Balatia ba nakhodo
Bakato ba nan pandai
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kenang-kenangan Haji PDF Print E-mail
Written by Taufiq Rasyid   
Thursday, 20 October 2005
Article Index
Kenang-kenangan Haji
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9

V. Terpaksa membayar orang untuk  melempar Jumrah
Karena kacaunya sistim Taradudi/ Shutle Service yang menimpa Kloter kami. Saudara-saudara  dari Propinsi lain yang sampai belakangan di Muzdalifah menyerobot maju naik kesetiap bus yang datang Ini mungkin juga karena rendahnya kemampuan lobby ketua Kloter pada petugas yang mengatur setiap keberangkatan bus. Sehingga keberangkatan setiap kami jadi amburadul, masing-masing hanya menyelamatkan diri sendiri dengan rebutan dan berjejalan didalam  setiap bus. Bahkan ruangan untuk berdiripun habis di bus ini. Mungkin penyelenggara telah meraup untung yang lumayan disini, karena bus yang dipakai jadi berkurang jumlahnya. Kami yang telah berada di Muzdalifah sebelum Isya, baru sampai di Mina menjelang Subuh. Ini disebabkan oleh karena bus-bus yang ada telah diserbu jamaah dari Sulawesi, KaIimantan dan Pulau Jawa sehingga kami tidak kebagian.
Disini cukup banyak jemaah yang kehilangan tas tentengan yang berisi pakaian untuk beberapa hari perjalanan serta berbagai barang lain., sewaktu diangkat kuli dari bus ketenda.   Termasuk kami yang kehilangan tas berisi batu yang dicari di Muzdalifah serta beberapa barang kecil lain. Tampak sekali kurangnya usaha Ketua Kloter untuk mencari solusinya, karena setelah beberapa hari ditanyakan, pemilik maktab mengaku tidak tahu adanya kehilangan ini.
 Dalam keadaan belum tidur semalaman, kami diminta petugas TPIHI untuk segera melempar jumrah pagi itu
Walaupun sudah ada himbauan dari panitia haji Indonesia untuk tidak melakukan pelemparan jumrah antara pukul 06.00 – 12,00 tapi masih banyak dilanggar . Bahkan petugas kloter kami yang saya ingatkan dengan kondisi ini dengan enteng menjawab “ Ditunggupun sampai sore bakal ramai terus, jadi tak perlu ditunggu”
Jamaah diminta segera bersiap karena bakal ada guide yang akan memandu  perjalanan ketempat melempar jumrah. Dalam suasana yang kurang kondusif ini, kami melihat rombongan dari Bontang yang berada disebelah tenda kami cukup tertata dengan baik. Sehingga saya dan beberapa teman ikut dengan rombongan ini ketempat melempar jumrah. Konon kabarnya guide yang ditunggu kloter kami tidak pernah muncul, sehingga para jamaah akhirnya mencari jalan sendiri-sendiri.
Mendekati tempat melempar jumrah rombongan Bontang ini dibagi-bagi. Sekitar sepuluh orang di bawa kearah jumrah Aqabah, sisanya menunggu didekat tiang.  Sebelum mencapai tempat melempar ini kami berpapasan dengan sekelompok warga kulit hitam yang telah selesai melempar, sementara dibelakang kami orang Turki terus mendesak, herannya sang guide terus berteriak “Majuuu”. 
Kami yang melihat gelagat yang kurang baik  berusaha untuk menepi dan keluar  dari kerumunan ini. Tapi sudah terlambat, kami ikut tergencet, terombang-ambing dan tidak lagi menginjak tanah. Walau hanya beberapa menit, rasanya lama sekali kami terjepit ini.
 Akhirnya kami dapat melepaskan diri dan terduduk kehabisan tenaga. Setelah menunggu cukup lama dan keadaan masih belum norma,l kami merasa  tidak bisa  lagi melempar jumrah. Lagi pula karena banyak batu yang dibawa  telah hilang waktu kegencet tadi.
Kami terpaksa pulang dengan dengan sisa-sisa tenaga yang minim, umtuk perjalanan pulang ini kami terpaksa berhenti sampai 4 kali karena kehabisan tenaga.
Dengan dua kali kehilangan batu dan tenaga telah terkuras habis, kami merasa was-was dan tidak mampu lagi untuk mengulangi melaksanakan pelemparan jumrah, sementara hari telah lewat Lohor.  Kami terpaksa menghubungi petugas maktab dan membayar kepada mereka untuk tugas melempar jumrah ini.
Sementara ini salah seorang teman kami belum kembali, dia baru sampai di tenda sehabis Isya diantar petugas, dengan kondisi kaki yang mungkin terkilir dan bengkak. Mungkin karena terinjak-imjak orang ramai   
Besoknya baru kami mengetahui dalam kelompok Bontang yang kami ikuti kemaren,  terdapat 3 anggotanya yang tidak pernah kembali. Kelompok lain yang banyak jadi korban berasal dari Sum-Sel dan Sul-Sel .  
Tragisnya lagi petugas Arab Saudi hanya main lempar dan tumpuk saja dalam menangani korban ini, Sehingga setelah sampai di Rumah Sakit ditemukan beberapa korban yang masih bernapas dan bisa diselamatkan .



Last Updated ( Thursday, 20 October 2005 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 17 guests and 18 members online
Generated in 9.04091 Seconds