Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan tuo dihormati
Nan ketek disayangi
Samo gadang baok bakawan
Ibu jo bapak diutamokan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kenang-kenangan Haji PDF Print E-mail
Written by Taufiq Rasyid   
Thursday, 20 October 2005
Article Index
Kenang-kenangan Haji
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9

IV. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Masjidil Haram  terletak dikota  Makah, sementara Masjid Nabawi terletak di kota Madinah. Walaupun begitu  di Madinah ini kita sering juga mendengar masyarakat disana  dan sopir angkot  menyebut Mesjid Nabawi sebagai Haramain.
 
Masjidil Haram
Saat ini kita tidak bisa lagi  menemukan lokasi sumur Zam-Zam  di Masjidil Haram, karena areal ini telah tertutup rata dan menjadi tempat untuk melaksanakan tawaf yang diperluas.   Selain pelataran ini lantai 2 dan 3 Masjidil Haram juga digunakan untuk melakukan tawaf terutama bagi yang tidak mau berdesakan dipelataran serta jamaah yang didorong dengan kursi roda. Cuma jarak tempuh dilantai 2 dan 3  ini cukup jauh dibutuhkan sekitar 10-15 menit untuk satu putaran. Jadi untuk 7 putaran butuh waktu lebih dari satu jam.
Sedang kalau kita lakukan tawaf dipelataran bawah dekat Ka’bah waktunya mudah-mudahan  tidak sampai 30 menit.
Untuk melakukan tawaf ini kami melakukannya  dengan  cara sebagai berikut :
• Setelah kita start dari  garis coklat  sambil bergerak memutar searah jarum jam itu, kita juga terus merapat/mendekat kearah  Ka’bah
• Melewati Hijir Ismail dan menjelang Rukun Yamani kerumunan massa agak banyak sehingga demi keselamatan kita harus agak menjauhi Ka’bah. Begitu juga menjelang garis coklat kerumunan ini semakin bertambah. Berjalan dalam kerumunan ini sebaiknya kita tidak terus  menekur tapi sesekali agak menengadah keatas supaya tidak kekurangan oksigen dan tidak  terpengaruh berbagai aroma yang kadang-kadang kurang enak.
• Setelah melewati garis coklat kita kembali mendekati Ka’bah, dan seterusnya sampai kita selesai  melakukan tawaf   7 putaran.
• Dengan cara ini  jarak tempuh kita tidak akan begitu jauh dan waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.  Setelah selesai tawaf kita bisa merapat ke Multazam untuk berdoa. .Selesai  di Multazam saya sering ditawari pemuda kita untuk mencium Hajarul Aswad yang berjarak kurang dari 2 meter lagi dari Multazam ini, tapi terpaksa ditampik karena untuk mencapai Batu yang satu ini kita harus merogoh kantong untuk sekian Real ( Ibadah kok bayar he..he,,,). Resiko akan terjatuh dan terhimpit sewaktu mencium itu juga menjadi pertimbangan saya, tapi istri saya pernah bisa mencium Hajrul Aswad ini menjelang subuh, sampai-sampai bajunya berlepotan parfum yang dioleskan pada batu itu.   Tampak juga wajah-wajah Indonesia diantara antrian untuk mencium Hajarul Aswad ini yang dimulai dari sekitar Rukun Yamani.
• Karena beresiko dengan kerumunan jamaah disekitar Multazam ini sebaiknya kita lebih dahulu  ke Hijir Ismail untuk berdoa kalau bisa Sholat juga . Sesudah itu  baru sholat dan berdoa dibelakang maqom Ibrahim. Kalau kerumunan terlalu padat terpaksa mutar lagi sekeliling karena cukup berbahaya kalau melawan arus. Tapi saya ada juga menemukan warga Indonesia yang cukup nekat melawan arus ini bahkan ada juga yang wanitanya.. Dari dialeknya saya pastikan mereka bukan orang Sumatra.
• Bisa juga sebelum ke maqom Ibrahim ini kita istirahat dulu sambil minum zam-zam yang tersedia dalam igloo  yang berada dipinggir areal tawaf.

Dibeberapa tempat didalam masjid ini juga tersedia air yang bisa dipakai untuk wudu, misalnya dipinggir lapangan tempat tawaf sebelum kita naik ke tempat shalat, begitu juga didinding bagian belakang mesjid, cuma kalau butuh toilet kita harus keluar, sekeliling masjid cukup banyak terdapat toilet ini walau sering harus antri dengan waktu yang cukup lama . Tapi kalau mau cepat dan agak lebih bersih, terpaksa kita berjalan ke toilet yang ada di Mall/ Hilton Hotel atau numpang di hotel lain  yang ada disekitar masjid ..
Menjelang hari Arafah suasana masjid semakin ramai, bahkan jamaah yang mau sholat tidak tertampung lagi dipelataran luar masjid , sehingga  meluber sampai kejalan raya.
Suasana khidmat didalam masjid sering  terganggu oleh batuk jamaah yang bersahut-sahutan.. Walau mesjid ini cukup bersih dan mewah disertai AC yang lumayan dingin. Tampaknya  perlu diusulkan pada pemerintah Arab Saudi untuk pengadaan pembersih udara demi kesehatan jamaah , sprinkler yang menyemprotkan kabut halus yang mengandung anti septik dengan interval waktu tertentu mungkin bisa membantu untuk memusnahkan microorganisme yang mengganggu kesehatan ini, karena filter udara biasa tidak akan bisa menyaring bakteri yang menyebabkan batuk  serta virus influenza ini . 
Setelah tawaf dan kalau perlu, kita bisa beristirahat,atau kita bisa lansung melakukan Sa’i,  Sayangnya dalam melakukan  Sa’i ini  banyak juga jamaah yang mengganggu ketertiban dengan masuk ke jalur yang diperuntukkan bagi para pengguna kursi roda. Tampaknya pelanggaran ini didominasi warga  Turki, sedikit kulit hitam dan Pakistan/India, tapi wajah Indonesia yang dulunya dikenal cukup santun  juga ada ditemukan diareal ini.  Sewaktu Sa’i ini yang agak berkesan bagi saya , saya melihat  wanita Pakistan yang dengan enaknya menjunjung botol Coca Cola besar penuh berisi ,tanpa memegangnya. Jadi dia enak saja melenggang ,yang bagi kita  kadang-kadang untuk berjalan biasa saja sulit ditengah keramaian.
Dalam melaksanakan ibadah Sa’i ini kita harus berhati-hati juga, jangan sampai memaksakan diri untuk mencapai puncak Safa yang tidak begitu luas itu.  Cukup melampaui lintasan kereta dorong, lalu naik sedikit, langsung berputar dan berbalik arah, karena kalau berusaha  naik terus bisa menyebabkan kita kegencet bangsa lain yang lebih perkasa. Mereka kadang-kadang berebutan untuk  mencapai puncak ini . Dalam musim haji tahun ini juga ada korban jiwa yang kegencet disini.

Masjid Nabawi
Kalau Masjidil Haram terbuka  24 jam sehingga kita dapat beribadat disana sepanjang waktu, hanya keluar untuk keperluan makan-minum dan ketoilet.  Masjid Madinah hanya terbuka dari menjelang Subuh sampai selesai waktu Isya sekitar jam 10.00 malam waktu setempat. Setelah waktu ini pintu Masjid Nabawi ini akan dikunci oleh para petugasnya.
Kedua Masjid ini kebersihannya dijaga oleh BIN LADEN Group yang konon telah memenangkan tender fantastis seharga 1 (satu) Riyal  untuk pekerjaan tersebut. Jadi dapat dibayangkan subsidi yang dihabiskan kelompok usaha ini dalam usahanya menjaga kebersihan tempat tersebut.
Diantara tenaga janitor disini juga ada warga RI sekitar  250 orang, mereka hanya digaji sekitar 400 Riyal sebulan untuk masa kerja selama 5 bulan, plus pemondokan tanpa makan untuk kerja 8 jam/hari.
Bisa dibandingkan dengan janitor di maktab kami yang bergaji 1500 Riyal/bulan walau mereka bekerja dari pagi sampai jam 8 malam. Padahal untuk memperoleh pekerjaan ini mereka telah membayar kepada perusahaan pengerah tenaga kerja di Indonesia sebanyak Rp 13,5 juta.  Tapi  selama pelaksanaan ibadah haji mereka dikutkan perusahaan untuk berhaji, mereka diboyong ke Mekah untuk Tawaf dan Sa’i , wukuf di Arafah,  melempar jumrah baru kerja lagi. Jadi walau gaji kecil , motivasi mereka kesini hanya untuk bisa menunaikan ibadah haji. “Mana bisa jadi haji kalau uangnya kurang dari 15 juta” kata seorang janitor asal Sukabumi di Madinah. Di  Madinah ini saya juga cukup akrab dengan Janitor dari Balikpapan, yang sering ngobrol mengenai kondisi di Madinah.
Di Madinah ini kelihatan kerja mereka lebih santai dari di Makah, karena umat yang berkunjung pada suatu waktu tertentu disini tidak sebanyak di Makah.   Berangsur-angsur tidak  langsung menumpuk dan waktunya terbatas hanya 8 hari tidak selama waktu kita di makkah
Bangunan Masjid Nabawi yang berukuran 400 x 400 meter ini, ditempat tertentu dilapisi ornamen keemasan. Ini menjadikannya terlihat lebih mewah dari Masjidil Haram.
Begitu juga atapnya yang kadang kala terbuka telah menimbulkan perasaan lain pada teman saya se-kloter. Mungkin dia mengira saat itu telah terjadi keajaiban oleh kekuasaan Allah. Sehingga waktu atap ini terbuka dia berteriak  sekerasnya membaca asma Allah , ini membuat orang-orang sekitarnya tersenyum simpul .
Fasilitas toilet di Masjid Nabawi ini lebih melegakan dari di Makah karena tidak begitu ramai peminatnya, toilet ini terdiri dari dua lantai dibawah tanah.
Kalau mau belanja, toko-toko yang  baru dibangun lebih banyak di diseputar Masjid Nabawi- Madinah, tapi toko-toko di lantai bawah Hilton-Hotel Makah memiliki koleksi barang lebih mewah.
Non- alcohol perfume di Makah rasanya lebih keras dan menusuk baunya  dari di Medinah yang agak soft.    Cuma kalau mau cari kemeja dan kaos  stock di Jeddah lebih bagus, tapi variasinya tidak begitu banyak. Khusus untuk T-Shirt ini rasanya lebih lumayan beli di Bandung. 
Jeddah yang kota Internasional ini tampaknya ditata dengan baik, hampir disetiap persimpangan juga dibangun taman-taman yang asri . Tugu-tugu juga banyak  dibangun disini, yang terkenal diantaranya Sepeda raksasa yang disebut sebagai sepeda Nabi Adam.  Sedangkan di suatu kuburan umum yang diclaim sebagai kuburan Siti Hawa.  Sewaktu dikonfirmasi pada penjaga komplek pemakaman itu mengenai keberadaan kuburan Siti Hawa  hanya beroleh jawaban : “Wallahuallam”.  Disini juga terdapat Mesjid Qisas tempat dilakukan hukuman potong tangan bahkan hukuman mati bagi yang sudah divonis untuk itu.
Pantainya yang merupakan pantai Laut Merah juga telah ditata dengan apik.
Secara umum topografi Jeddah yang datar dan berada dipinggir pantai ini berbeda dengan Makah yang berbukit batu sehingga agak sulit dikembangkan 



Last Updated ( Thursday, 20 October 2005 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 6 members online
Generated in 10.95441 Seconds