|
Page 6 of 9
VI. Perlunya Pendalaman Beberapa Ibadah Selain melaksanakan ibadah yang telah cukup mendalam kita pelajari, sebaiknya kita memperhatikan juga beberapa ibadah yang sekilas telah kita pelajari sewaktu mengikuti manasik haji ditanah air dulu. Diantaranya adalah tata cara pelaksanaan sholat jenazah dan tayamum yang sering kita ikuti/laksanakan di Tanah Suci ini. Juga sebaiknya kita mendalami tata cara pelaksanaan sujud syukur. Hal ini sebaiknya segera kita laksanakan sebaik sampai di Air Port mana saja di Arab Saudi ini
Shalat Jenazah : Selama musim haji, hampir setiap waktu shalat lima waktu baik di Masjidil Haram maupun di Mesjid Nabawi ada saja jenazah yang dishalatkan. Bahkan di Masjidil Haram bisa beberapa jenazah dishalatkan setiap selesai shalat wajib. Pelaksanaan shalatnya bisa juga beberapa kali setiap selesai shalat wajib itu. Shalat ini dimaksudkan untuk memohonkan rahmat, ampunan dan syafaat bagi simayat. Sebaiknya kita harus trampil juga melaksanakan shalat ini, sehingga kita dapat ikut berpartisipasi menshalatkan jenazah-jenazah itu. Tampaknya penghormatan pada jenazah disini cukup tinggi, disamping hampir semua orang ikut shalat jenazah. Sewaktu digotong meninggalkan Masjidil Haram cukup banyak yang secara spontanitas berebutan ikut mengangkat keranda mayat. Karena saya sendiri jarang ikut menyembahyangkan jenazah ditanah air. Mulanya terpaksa mengulangi lagi mempelajari tata cara shalat yang satu ini, agar lebih mahir. Untuk sekedar mengingatkan, shalat jenazah ini terdiri dari 4 takbir : 1. Setelah takbir pertama dibaca Al-Fatihah 2. Setelah takbir kedua dibaca Shalawat atas Nabi 3. Setelah takbir ketiga membaca do’ a :
ALLAHUMMAGFIR LAHU (LAHA) WARHAM HU (HA) WA ‘AAFIHI (HA) WA’FU ANHU (HA) Artinya ; “ Ya Allah ,ampunilah dia, berilah rahmat dan kesejahteraan , dan berilah dia kemaafan
Bisa lebih disempurnakan dengan do’a : WA AKRIM NUZUULHU (HA) WA WASSI’ MAD KHALAHU (HA) WAGHSILHU (HA) MINAL KHATHAAYAA kama YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANASI.  WAB DILHU (HA) DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI (HA) WA ADKHILHU (HA) ALJANNATA  A’IDZU MIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN ‘ADZAABIN NAARI. Artinya : Dan muliakan lah tempatnya (yaitu dapat masuk surga), serta luaskanlah tempat masuknya (kuburnya) dan bersihkanlah dia dari segala kesalahannya sebagaimana selembar baju putih dibersihkan dari kotoran. Dan berikanlah penggantian perumahan yang lebih baik dari rumahnya dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya dan mauskkanlah ia kedalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka. Keterangan : Lafazh (HU) dibaca untuk jenazah pria, sedang untuk jenazah wanita dibaca (HA)  4. Setelah takbir keempat membaca do’a : ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WALAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGFIR LANAA WALAHU Artinya : “ Ya Allah, janganlah Engkau menghalang-halangi kepada kami akan pahala jenazah ini, dan jangan sampai ada fitnah kepada kami sepeninggalnya dan berikanlah pengampunan kepada kita dan kepadanya pulaâ€. 5. Selanjutnya diakhiri dengan salam kekiri dan kekanan
Tayammum : Dalam suatu perjalanan, ada kalanya kita masih berada di kendaraan baik pesawat udara maupun mobil , sementara waktu shalat telah masuk. Dikhawatirkan kita masih dalam perjalanan ini , sementara waktu shalat ini telah berakhir sedangkan kita belum berwuduk . Ini karena dalam melaksanaan ibadah haji, kita sering berhadapan dengan kondisi, jauhnya jarak yang mesti ditempuh dalam waktu yang terbatas. Begitu juga sulit menemukan tempat berhenti untuk berwuduk dan shalat dengan waktu yang terbatas ini Untuk ini kita dapat melakukan tayamum dengan mengambil debu yang diambil dari dinding sandaran kursi kendaraan yang ada didepan kita atau dari dinding dalam kendaraan itu sebagai pengganti wuduk. Selanjutnya kita bisa melaksanakan shalat dalam kendaraan yang masih bergerak. Anggota tayamum ini hanya muka dan lengan, jadi kita tak perlu menyapu kepala dan kaki.
Sujud Syukur Segera setelah menapakkan kaki di tanah suci baik di Jeddah Airport maupun Madinah sebaiknya kita melaksanakan sujud syukur. Karena kita telah sampai dengan selamat di Tanah Suci, sambil berdoa supaya kita dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik terjauh dari berbagai kendala. Sekalian kita berdoa agar cuaca & suasana di tanah Suci ini cocok dengan kondisi kita begitu juga makanannya dapat diterima dengan baik oleh lidah kita . Kadang-kadang petugas tidak mengizinkan kita berlama-lama duduk untuk sujud dan berdoa di landasan udara ini, yang penting kita sudah memilih tempat yang bersih. Sehingga bacaan sujudnya cukup dengan : alhamdulillah wa syukurillah. Tapi kalau suasana mengizinkan hendaknya dilengkapi dengan membaca : tasbih, doa sapujagat, dan salawat Nabi sebanyak 10 kali masing-masing yaitu :
• Subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar • Rabbana aatina fiddun ya hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa ‘azabannaar • Allahumma shalli’alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin • Kemudian kepala diangkat tanpa salam
|