Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nan babarih nan dipahek
Nan baukua nan di kabuang
Jalan luruih nan ditampuah
Labuah Pasa nan dituruik
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kenang-kenangan Haji PDF Print E-mail
Written by Taufiq Rasyid   
Thursday, 20 October 2005
Article Index
Kenang-kenangan Haji
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9

VI. Perlunya Pendalaman Beberapa Ibadah
Selain melaksanakan ibadah yang telah cukup mendalam kita pelajari, sebaiknya kita memperhatikan juga beberapa ibadah yang sekilas telah kita pelajari sewaktu mengikuti manasik haji ditanah air dulu.
Diantaranya adalah tata cara pelaksanaan sholat jenazah dan tayamum yang sering kita ikuti/laksanakan di Tanah Suci ini.
Juga sebaiknya kita mendalami tata cara pelaksanaan sujud syukur.
Hal ini sebaiknya segera kita laksanakan sebaik sampai di Air Port mana saja di Arab Saudi ini

Shalat Jenazah :
Selama musim haji,  hampir setiap waktu shalat lima waktu baik di Masjidil Haram maupun di Mesjid Nabawi ada saja jenazah yang dishalatkan. Bahkan di Masjidil Haram bisa beberapa jenazah dishalatkan setiap selesai shalat wajib. Pelaksanaan shalatnya bisa juga beberapa kali setiap selesai shalat wajib itu. Shalat ini dimaksudkan untuk memohonkan rahmat, ampunan dan syafaat bagi simayat.
Sebaiknya kita harus trampil juga melaksanakan shalat ini, sehingga kita dapat ikut berpartisipasi menshalatkan jenazah-jenazah itu. Tampaknya penghormatan pada jenazah disini cukup tinggi, disamping hampir semua orang ikut shalat jenazah. Sewaktu digotong meninggalkan Masjidil Haram cukup banyak yang secara spontanitas berebutan  ikut mengangkat keranda mayat.
Karena saya sendiri jarang ikut menyembahyangkan jenazah ditanah air. Mulanya terpaksa mengulangi lagi mempelajari tata cara shalat yang satu ini, agar lebih mahir.
Untuk sekedar mengingatkan, shalat jenazah ini terdiri dari  4 takbir :
1. Setelah takbir pertama dibaca Al-Fatihah
2. Setelah takbir kedua dibaca Shalawat atas Nabi
3. Setelah takbir ketiga membaca do’a  :

ALLAHUMMAGFIR LAHU (LAHA) WARHAM HU (HA) WA ‘AAFIHI (HA) WA’FU ANHU (HA)
Artinya ;
“ Ya Allah ,ampunilah dia, berilah rahmat dan kesejahteraan , dan berilah dia kemaafan

Bisa  lebih disempurnakan dengan  do’a :
WA AKRIM NUZUULHU (HA) WA WASSI’ MAD KHALAHU (HA)  WAGHSILHU (HA) MINAL KHATHAAYAA kama YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANASI.
 WAB DILHU (HA) DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI  WA AHLAN  KHAIRAN MIN AHLIHI (HA) WA  ADKHILHU (HA)  ALJANNATA   A’IDZU MIN ‘ADZAABIL QABRI WAMIN ‘ADZAABIN NAARI.
Artinya :
Dan muliakan lah tempatnya (yaitu dapat masuk surga), serta luaskanlah tempat masuknya (kuburnya) dan bersihkanlah dia dari segala kesalahannya sebagaimana selembar baju putih  dibersihkan dari kotoran.  Dan berikanlah penggantian perumahan yang lebih baik dari rumahnya dan keluarga yang lebih baik dari keluarganya dan mauskkanlah ia kedalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.
Keterangan :
Lafazh (HU) dibaca untuk jenazah pria, sedang untuk jenazah wanita dibaca (HA)
 
4. Setelah takbir keempat membaca do’a  :
ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA  AJRAHU  WALAA TAFTINNAA  BA’DAHU  WAGFIR LANAA  WALAHU
Artinya :
“ Ya Allah, janganlah Engkau menghalang-halangi kepada  kami akan pahala jenazah ini, dan jangan sampai ada fitnah kepada kami sepeninggalnya  dan berikanlah pengampunan kepada kita dan kepadanya pula”.
5. Selanjutnya diakhiri dengan salam kekiri dan kekanan

Tayammum  :
Dalam suatu  perjalanan, ada kalanya kita masih berada di kendaraan baik pesawat udara maupun mobil , sementara  waktu shalat telah masuk. Dikhawatirkan kita masih dalam perjalanan  ini , sementara waktu shalat ini telah berakhir  sedangkan kita belum berwuduk .
Ini karena dalam melaksanaan ibadah haji, kita sering berhadapan  dengan kondisi,  jauhnya jarak yang mesti ditempuh dalam  waktu yang terbatas. Begitu juga sulit menemukan tempat berhenti untuk berwuduk dan shalat dengan waktu yang terbatas ini
Untuk ini kita  dapat melakukan tayamum dengan mengambil debu yang diambil dari dinding sandaran kursi kendaraan yang ada didepan kita atau dari dinding dalam kendaraan itu sebagai pengganti wuduk.  Selanjutnya kita bisa  melaksanakan shalat dalam  kendaraan yang masih bergerak.
Anggota tayamum ini hanya muka dan lengan, jadi kita tak perlu menyapu kepala dan kaki.

Sujud Syukur
Segera setelah menapakkan kaki di tanah suci baik di Jeddah Airport maupun Madinah sebaiknya kita melaksanakan sujud syukur. Karena kita  telah sampai dengan selamat di Tanah Suci, sambil berdoa supaya kita dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik terjauh dari berbagai kendala. Sekalian kita berdoa agar cuaca & suasana di tanah Suci ini cocok dengan kondisi kita begitu juga makanannya dapat diterima dengan baik oleh lidah kita .
Kadang-kadang petugas tidak mengizinkan kita berlama-lama duduk untuk sujud dan berdoa di landasan udara  ini, yang penting kita sudah memilih tempat yang bersih.
Sehingga bacaan sujudnya cukup dengan :  alhamdulillah wa syukurillah.
Tapi kalau suasana mengizinkan hendaknya dilengkapi dengan membaca : tasbih, doa sapujagat, dan salawat Nabi  sebanyak 10 kali masing-masing  yaitu :

• Subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar
• Rabbana aatina fiddun ya hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa ‘azabannaar
• Allahumma shalli’alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa  aalihii wa shahbihii ajma’iin
•
 Kemudian kepala diangkat tanpa salam



Last Updated ( Thursday, 20 October 2005 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 1 guest and 14 members online
Generated in 7.77115 Seconds