|
Berwisata ke kawasan danau kembar, yaitu Danau Diateh (luas 1.720 hektar) dan Danau Dibawah (1.680 hektar). Berada di Kabupaten Solok, yang ada pada jajaran bukit barisan, bergelombang, berbukit, dan berlembah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Sumatera Barat Yulrizal Baharin, mengatakan, khusus kawasan wisata danau kembar di Kabupaten Solok kini sedang dipersiapkan menjadi daerah kunjungan wisata utama di Sumatera Barat. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata akan membantu menyiapkan kawasan resort danau kembar dan agrowisata agar menjadi daerah kunjungan wisata utama di Sumatera Barat. Sumbar akan menjadi pintu gerbang Indonesia kawasan barat sehingga potensi wisata unggulan diharapkan dapat menjaring wisatawan dalam dan luar negeri sebanyak-banyaknya. Tahun 2005 ini target kunjungan wisata ke Sumbar 1,5 juta orang," ungkapnya.
Berwisata dengan tujuan danau kembar, menurut pengakuan sejumlah wisatawan, sungguh menarik dan mencengangkan. Barangkali karena itu pula Yulrizal Baharin mengistilahkan sebagai keajaiban alam dan agrowisata.
Daerah hijau dan subur ini berada pada ketinggian 400- 1.700 mdpl dan memiliki empat buah danau, yaitu Danau Singkarak, Talang, Diateh, dan Danau Dibawah. Dua danau terakhir disebut sebagai danau kembar karena di samping hampir sama luasnya, letaknya berdekatan. Tapi, uniknya danau yang letaknya lebih tinggi itu disebut Danau Dibawah.
Sebelum sampai ke tujuan danau kembar tersebut, sepanjang perjalanan dari Padang- Simpang Lubuak Selasiah, wisatawan akan menikmati pesona jalan yang berkelok-kelok, mendaki dan menurun. Di mana pada salah satu sisi pinggir jalan adalah bukit nan hijau, sedangkan sisi lainnya jurang yang dalam. Suatu pemandangan dan karakteristik alam yang lengkap.
Kawasan danau kembar sangat cocok untuk wisata niche market, special interest. Cocok untuk kalangan wisatawan yang cinta alam. Karena punya kawasan agroturis yang relatif luas dan spesifik, seperti perkebunan teh, markisa, dan sayur-mayur. Selain wisata konvensi, di kawasan danau kembar juga bagus untuk wisata out-bond (pelatihan di alam bebas), tracking, olahraga air, dan sebagainya.
BERWISATA ke danau kembar dan sekitarnya, setiba di Minangkabau International Airport di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, kita bisa gunakan travel, dengan sistem sewa per hari berkisar Rp 300.000 sampai Rp 500.000, belum termasuk biaya bahan bakar minyak. Sebab, angkutan umum tak bisa diandalkan. Belum ada angkutan wisata yang bisa melayani satu-dua orang, kecuali rombongan.
Kawasan danau kembar relatif bersuhu dingin, 14-16 derajat Celsius. Karena itu, kalau menginap di kawasan ini, jangan lupa bawa perlengkapan baju/selimut hangat. (NAL)
Sumber : Kompas Sabtu, 16 April 2005
Trackback(0)
|