Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Nan ado samo dimakan
Nan indak samo dicari
Kok Jauah kana mangana
Kok dakek jalang manjalang
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Tafsir Pantun Minang (1) : Kata Pengantar Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Selasa, 29 November 2005
Index
Tafsir Pantun Minang (1) : Kata Pengantar
Halaman 2

Pantun pernah memegang peranan penting dalam kesenian Minangkabau. Orang Minang sering mengungkapkan perasaannya dengan pantun, bahkan berdialog,bersahutan kata dengan pantun. Pada zamannya pantun itu sangat dimengerti dan dihayati oleh orang Minang, termasuk anak muda, orang dewasa sampai pada orang tua , baik pria maupun wanita. Bahkan demikian terharunya orang-orang yang mendengarkan pantun itu, sampai ada yang meneteskan air mata, atau yang tertawa cekikikan.
Apalagi kalau pantun itu didendangkan beserta dengan iringan saluang atau rebab.

Sekarang ini zaman seperti itu sudah lewat, orang Minang yang masih menghayati
Dan minkmati irama pantun tinggal beberapa orang saja lagi yang umumnya sudah berumur 70 tahun keatas. Dan dapat diperkirakan bahwa dalam waktu dekat ini mereka sudah akan hilang dari peredaran.
Usaha-usaha yang bertujuan untuk melestarikan pantun inipun sudah jarang terdengar. Seperti acara-acara kesenian saluang, rebab, kesenian randai ataupun pasambahan adat yang sering diiringi dengan pantun nasehat, pantun kias dan sebagainya, sudah jarang terdengar. Walaupun ada acara-acara semacam itu, peminatnya terbatas pada orang tua-tua saja. Kesenian semacam itu tidak cocok lagi dengan selera anak-anak muda sekarang ini, yang tidak lagi menyukai irama yang meliuk-liuk, yang lemah gemulai dan sejenisnya. Mereka lebih menyukai irama yang keras, tegas dan ringkas, yang pengertiannya dapat ditangkap dengan cepat.
Anak-anak muda sekarang tidak tertarik lagi dengan bahasa kiasan, yang berbentuk tamsil atau bahasa sindiran, mereka lebih menyukai bahasa yang jelas to the point. Mereka juga tidak menyukai bahasa yang panjang-panjang, bertele-tele ,berkelok-kelok, mereka lebih menyukai bahasa yang ringkas,cepat bisa dimengerti.
Kalaupun ada satu program sekarang ini yang ingin melestarikan kesenian pantun dan ingin mengembalikan pantun pada masa jayanya dulu dikalangan masyarakat Minang, nampaknya tidak akan berhasil, akan gagal, sesuatu yang tidak akan mungkin lagi. Penulisan buku inipun tidaklah dimaksudkan untuk mengembalikan kejayaan pantun seperti dulu lagi, akan tetapi hanyalah sebagai arsip sejarah, katakanlah sebagai Museum Pantun Minang, suatu dokumen tertulis yang dapat dibaca dan dipelajari bila pada suatu waktu ada yang ingin melakukannya. Dengan membaca buku ini , baik sekarang maupun dimasa-masa yang akan datang, diharapkan seseorang akan mengetahui bahwa kesenian pantun Minangkabau itu sun gguh dalam dan luas artinya mengandung petunjuk dan pedoman hidup didunia ini, dan sebagai mengungkapkan “Alam takambang jadi guru” dalam bentuk kesenian.
Dan juga para pembaca buku ini diharapkan akan mengetahui bahwa masyarakat Minagkabau perneh mempunyai satu bentuk kesenian yang sangat tinggi nilainya, yang banyak berisi petunjuk, nasehat dan pedoman hidup yang amat berguna, yang bila didalamni adalah seirama dengan syari’at Islam, sehingga benar-benar merupaka salah satu bukti dari pernyataan:
adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.”

 

 



Terakhir kali diperbaharui ( Rabu, 04 April 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online MinangSaat ini Radio Cimbuak
sedang Offline
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Tamu ( 0 ) Tamu 0
  Total  0
 Angoota ( 7,356 ) Angoota  7,356


Statistik
Agg Baru  A2d
Hari Ini 0
Minggu Ini 85
Bulan Ini 401
Tahun ini 3,148
Online Sekarang
    Online Sekarang
    User Terbaru

    penyok

    Terdaftar pada
    2008-07-19 10:28:40

    Pengunjung: 3596795