|
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Friday, 02 December 2005 |
|
Page 16 of 24
Denai pandangi sapu tangan, Denai ambiek panyapu muko. Tabayang adiek diangan-angan, Bilo masonyo kabasuo. Artinya : Saya pandangi sapu tangan, Saya pakai untuk menyapu muka. Terbayang adik diangan-angan, Kapan masanya kita bersua. Tafsir sampiran : Seorang anak muda yang sedang jatuh cinta, memandangi sebuah sapu tangan. Sapu tangan itu sangat berarti baginya, karena mungkin pemberian dari kekasihnya. Lalu untuk melepaskan rindunya kepada kekasihnya itu, maka sapu tangan itu disapukan kemukanya, diciumnya dan dibelainya. Tafsir isi pantun : Dua orang yang berkasih-kasihan, saling mencintai, mungkin sudah mengikat janji untuk kawin dan sehidup semati, bahkan mungkin juga sudah menikah atau berumah tangga. Tapi karena sesuatu hal mereka berpisah jauh, yang satu tinggal dikampung, dan yang satu lagi tinggal jauh dirantau orang. Tentunya satu sama lain saling merindukan pertemuan, namun entah kapan mereka bisa bertemu masih belum dapat dipastikan dan masih satu pertanyaan, yang diungkapkan dengan: “bilo masonyo kito basuo”.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|