Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Adaik iduik tolong manolong
Adaik mati janguak manjanguak
Adaik lai bari mambari
Adaik indak baselang tenggang
Janji nan biaso mungkie
Titian nan biaso lapuak
Pantang di anak minangkabau
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Friday, 02 December 2005
Article Index
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24


anak urang Silaing Tinggi,
Dibubuik capo diampehkan.
Harok diburuang tabang tinggi,
Punai ditangan dilapehkan.

 

Artinya :

Anak orang Silaing Tinggi,
Dicabut capa, diempaskan.
Harap diburung terbang tinggi,
Punai ditangan dilepaskan.

Tafsir sampiran :
Silaing Tinggi adalah suatu tempat dalam kota Padang Panjang, yang sebenarnya terletak paling rendah dibanding tempat lainnya dalam kota itu. Kalau kita menuju Padang Panjang dari arah Padang, maka mulai dari Lembah Anai, jalan akan menanjak terus. Memasuki kota , tanjakan itu mulai agak berkurang, dan disitulah terletak desa Silaing. Karena jalan terus mendaki sampai ke Silaing itu maka dinamakanlah Silaing Tinggi. Capo adalah sebangsa rempah atau tanaman bumbu, yang dipanen umbinya. Kalau mau panen, tanaman itu dicabut, lalu untuk membuang tanah yang melekat pada umbi itu, caranya dengan diempaskan (dipukul-pukulkan ketanah).

Tafsir isi pantun :
Harap diburung terbang tinggi, punai ditangan dilepaskan, maksudnya sebagai kiasan kepada seseorang yang mengharapkan sesuatu yang lebih baik, namun jauh dari jangkauan. Untuk itu dia telah melepaskan benda sejenis tapi dengan nilai yang lebih rendah yang telah ada ditangannya. Hal ini menggambarkan suatu sifat tamak, yang tampa perhitungan yang dikiaskan dengan keinginan untuk menagkap burung. Dia melihat seekor burung yang besar dan bagus yang sedang terbang jauh tinggi diangkasa, Dia sangat menginginkan burung tersebut. Untuk itu dia telah melepaskan seekor punai yang telah ada dalam tangannya, karena punai itu hanyalah seekor burung kecil yang tidak menarik. Walaupun sebenarnya dia sudah tahu bahwa dia tidak akan mampu menangkap burung yang sedang terbang tinggi tersebut.
Hal serupa juga sering diumpamakan kepada seseorang yang sedang memancing ikan dikolam, disungai atau dilaut. Dia menginginkan ikan yang besar, sehingga setiap dia mendapatkan ikan, akan tetapi kecil-kecil, maka ikan itu akan dilepaskannya kembali. Akhirnya dia pulang dengan tangan hampa.

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 21 guests and 22 members online
Generated in 9.66803 Seconds