|
Page 17 of 24
anak urang Silaing Tinggi, Dibubuik capo diampehkan. Harok diburuang tabang tinggi, Punai ditangan dilapehkan. Artinya : Anak orang Silaing Tinggi, Dicabut capa, diempaskan. Harap diburung terbang tinggi, Punai ditangan dilepaskan. Tafsir sampiran : Silaing Tinggi adalah suatu tempat dalam kota Padang Panjang, yang sebenarnya terletak paling rendah dibanding tempat lainnya dalam kota itu. Kalau kita menuju Padang Panjang dari arah Padang, maka mulai dari Lembah Anai, jalan akan menanjak terus. Memasuki kota , tanjakan itu mulai agak berkurang, dan disitulah terletak desa Silaing. Karena jalan terus mendaki sampai ke Silaing itu maka dinamakanlah Silaing Tinggi. Capo adalah sebangsa rempah atau tanaman bumbu, yang dipanen umbinya. Kalau mau panen, tanaman itu dicabut, lalu untuk membuang tanah yang melekat pada umbi itu, caranya dengan diempaskan (dipukul-pukulkan ketanah). Tafsir isi pantun : Harap diburung terbang tinggi, punai ditangan dilepaskan, maksudnya sebagai kiasan kepada seseorang yang mengharapkan sesuatu yang lebih baik, namun jauh dari jangkauan. Untuk itu dia telah melepaskan benda sejenis tapi dengan nilai yang lebih rendah yang telah ada ditangannya. Hal ini menggambarkan suatu sifat tamak, yang tampa perhitungan yang dikiaskan dengan keinginan untuk menagkap burung. Dia melihat seekor burung yang besar dan bagus yang sedang terbang jauh tinggi diangkasa, Dia sangat menginginkan burung tersebut. Untuk itu dia telah melepaskan seekor punai yang telah ada dalam tangannya, karena punai itu hanyalah seekor burung kecil yang tidak menarik. Walaupun sebenarnya dia sudah tahu bahwa dia tidak akan mampu menangkap burung yang sedang terbang tinggi tersebut. Hal serupa juga sering diumpamakan kepada seseorang yang sedang memancing ikan dikolam, disungai atau dilaut. Dia menginginkan ikan yang besar, sehingga setiap dia mendapatkan ikan, akan tetapi kecil-kecil, maka ikan itu akan dilepaskannya kembali. Akhirnya dia pulang dengan tangan hampa.
|