|
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Friday, 02 December 2005 |
|
Page 24 of 24
Kok tak kanai di ujuang karih, Kanai singanga mati juo. Kok tak jaleh corengnyo barih, Tando biti ka dapek juo. Artinya: Kalau tidak kena oleh ujung keris, Kena siutan keris, mati juga. Kalau tidak jelas coretan baris, Tanda bukti akan didapatkan juga. Tafsir sampiran : Sampiran ini memberitakan satu perkelahian antara dua orang atau peperangan antara banyak orang dengan senjata keris. Ada diantaranya yang mempunyai keris keramat, apabila musuh ditusuk dengan keris itu , akan mati, walaupun ujung keris tidak sampai mengenai sasaran. Kena angin atau singanga dari gerakan keris itu saja orang itu akan mati, demikian hebatnya keris itu. Tafsir isi pantun : Isi dari pantun ini mengkiaskan tentang usaha penyelidikan suatu perkara atau pembuktian suatu kasus. Kalau tidak jelas coretan baris, artinya bila bukti-bukti tertulis tidak jelas, mungkin tidak meyakinkan atau tulisannya tak bisa dibaca, maka tando biti (tanda bukti) akan didapatkan juga. Maksudnya bukti-bukti lain yang menjadi tanda-tanda yang dapat membuktikan suatu kejadian, akan ditemukan juga. Jadi tergantung pada kejelian para penyelidik, maka setiap kesalahan akan dapat dibuktikan, yang busuk itu selalu akan berbau juga.
Trackback(0)

|
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|