Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Friday, 02 December 2005
Article Index
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24


Lauik Sumpu Danau Singkarak,
Bamuaro dakek ka Umbilin.
Tahu mukasuik urang banyak,
Itulah sipaik dek pamimpin.

 

Artinya:

Laut Sumpu Danau Singkarak,
Bermuara dekat Umbilin.
Tahu dengan keinginan orang banyak,
Begitulah sifat sang pemimpin.

Tafsir sampiran :
Dipinggir danau Singkarak itu ada desa yang namanya Sumpu, sehingga Danau Singkarak, terkadang dinamakan juga sebagai Laut Sumpu. Air Danau Singkarak ini dialirkan kelaut pantai Timur Sumatera oleh Batang (sungai) Umbilin, yang merupakan hulu dari Sungai Batanghari. Jadi Danau Singkarak atau Laut Sumpu ini bermuara di Sungai Umbilin.

Tafsir isi pantun :
Isi dari pantun ini berupa petunjuk kepada para pemimpin masyarakat, para pejabat pemerentahan, pemuka masyarakat, alim ulama dan sebagainya. Dijelaskan dalam isi pantun itu bahwa sifat dari sang pemimpin yang baik itu adalah tahu dengan apa yang diinginkan oleh orang banyak. Jadi pemimpin itu harus mendengarkan dan mengindahkan keinginan orang banyak. Sebagai pemimpin dia harus mengayomi masyarakat banyak yang dipimpinnya. Ini merupakan ciri dari masyarakat Minangkabau, dengan adat istiadat dan sistem pemerentahannya yang demokratis. Apa yang akan diputuskan, dikerjakan dan diprogramkan oleh pemimpin atau pemerentah adalah sesuai dengan keinginan orang banyak. Secara ilmiahnya sekarang disebut orang dengan button up policy, jadi bukan sesuatu yang titik dari atas (diktator).

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >




Generated in 8.50070 Seconds