|
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Friday, 02 December 2005 |
|
Page 15 of 24
alang-alang si Malin Deman, Bari ba-ikua, bakapalo. Siang digilo angan-angan, Malam digilo mimpi sajo. Artinya : Layang-layang si Malin Deman, Diberi ber-ekor dan berkepala. Siang digila dek angan-angan, Malam digila dek mimpi saja. Tafsir sampiran : Layang-layang kepunyan Malin Deman, diberi berekor dan diberi pula berkepala. Malin Deman adalah seorang tokoh dalam sebuah cerita kaba, yang agak berbau dongeng, dia beristerikan puteri dan langit. Sebenarnya dalam cerita itu tak ada disebut-sebut tentang layang-layang. Agar supaya layang-layang tersebut bagus naiknya, maka harus ada keseimbangan antara kiri-kanan dan antara bagian ekor dan bagian kepalanya. Antara lain dapat dibuat keseimbangan itu dengan jalan menambah panjang ekornya dan dengan memberati bagian kepalanya. Tafsir isi pantun : Siang digila atau dimabuk angan-angan dan malamnya digila mimpi, menggambarkan seseorang yang sedang mabuk kepayang, yang sedang jatuh cinta.Katakanlah seorang anak muda yang sedang jatuh cinta kepada anak gadis kesayangannya dan cintanya itu berbalas, jadi dia tidak bertepuk sebelah tangan. Tapi karena satu dan lain hal mereka belum bisa menikah. Mungkin karena waktu pernikahan yang disepakati masih lama lagi, atau salah seorang diantaranya sedang ada dirantau yang jauh. Maka selama itu dia menjadi tidak tenang, karena pikirannya selalu kepada sang kekasih, yang jauh dimata. Baik siang maupun malam dia tidak bisa konsentrasi mengerjakan apa saja, bahkan tidurpun tidak bisa nyenyak. Demikian pula dengan seorang isteri yang ditinggal jauh suaminya pergi merantau untuk mencari uang. Maka dia akan selalu merindukan suaminya itu baik siang maupun malam.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|