Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Friday, 02 December 2005
Article Index
Tafsir Pantun Minang (2) : Pantun Kiasan
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24



Denai pandangi sapu tangan,
Denai ambiek panyapu muko.
Tabayang adiek diangan-angan,
Bilo masonyo kabasuo.

 

Artinya :

Saya pandangi sapu tangan,
Saya pakai untuk menyapu muka.
Terbayang adik diangan-angan,
Kapan masanya kita bersua.

Tafsir sampiran :
Seorang anak muda yang sedang jatuh cinta, memandangi sebuah sapu tangan. Sapu tangan itu sangat berarti baginya, karena mungkin pemberian dari kekasihnya. Lalu untuk melepaskan rindunya kepada kekasihnya itu, maka sapu tangan itu disapukan kemukanya, diciumnya dan dibelainya.

Tafsir isi pantun :
Dua orang yang berkasih-kasihan, saling mencintai, mungkin sudah mengikat janji untuk kawin dan sehidup semati, bahkan mungkin juga sudah menikah atau berumah tangga. Tapi karena sesuatu hal mereka berpisah jauh, yang satu tinggal dikampung, dan yang satu lagi tinggal jauh dirantau orang. Tentunya satu sama lain saling merindukan pertemuan, namun entah kapan mereka bisa bertemu masih belum dapat dipastikan dan masih satu pertanyaan, yang diungkapkan dengan: “bilo masonyo kito basuo”.

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >




Generated in 9.98072 Seconds